Akibat merusak gagang pintu/ibuku tukang jamu

Cover

akibat merusak gagang pintu

Author: Philips

Published: 2025

Tak lama kemudian Ibuku pun kembali masuk ke kamar. Ibuku tersenyum melihatku mengocok-ngocok kontolku. Dia pun langsung mendekatiku dan bersimpuh menyingkirkan tanganku dan sekarang gantian tangannya yang halus itu mengocok-ngocok kontolku dengan lembut. Selain mengocok dia juga menjilat dan menghisap-hisap kontolku. "Slurp Slurp Slurp Slurp Slurp Ahh gede banget manuk anak Ibu ini". "Ahh Bu terus Bu terus Ahh Ahh!" "Ini manuk nakal yang suka ngeres ya kalo ngeliat Ibu pake anting-anting". Katanya sambil meremas-remas dengan kuat hingga kontolku terasa sakit. "Ahh maaf Bu, jangan diremes-remes nanti jadi sakit punyaku Ahh Ahh". Kataku menahan sakit. "Biarin lagian salah sendiri, masak ngeliat Ibu kandung sendiri pake anting-anting aja bisa *ngeres, * pokoknya Ibu mau tak hukum manukmu ini". Kata Ibu dengan nada pura-pura marah. "Ahh maaf Bu maaf Ahh Ahh". "Bu, aku mau keluar Ahh Ahh Ahh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Keluarlah spermaku sebanyak 9 kali semprotan mengenai wajah, leher bahkan sampai mengotori anting-anting emasnya. Setelah membersihkan kontolku aku pun tiduran karena lemas sedangkan Ibu pergi ke meja rias untuk membersihkan wajahnya.

bab 1

POV AndiPerkenalkan namaku Andi, usiaku 19 tahun dengan tinggi badan 172 cm dan berat 68 kg. Aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Adikku ada 2 orang perempuan yg pertama yaitu Sekar 16 tahun duduk di Kelas 2 SMA dan yg paling kecil Widya 10 tahun duduk di Kelas 4 SD. Kami sekeluarga tinggal di Kota Solo dan saat ini aku sedang menempuh pendidikan tinggi di PTN ternama di Kota Liwet ini.Ayahku bernama Gatot berusia 47 tahun berkulit kecoklatan dengan postur 170 cm dan berat 67 kg adalah seorang kontraktor proyek yg sering keluar kota untuk menangani pembangunan jalan, jembatan, irigasi dll. Ibuku sendiri bernama Ratna berusia 44 tahun berkulit putih bersih, berwajah cantik nan ayu khas wanita Jawa dengan postur yg cukup tinggi untuk ukuran wanita Asia yaitu 168 cm, berat 70 kg dan ukuran payudara 36C.Ibuku R. Ay. Ratna KusumaningratSejak kecil yang aku tahu bahwa Ibuku kerjanya adalah menjual jamu di toko jamu kami yang dibangun tak jauh dari rumah, sementara rumah kami agak masuk kedalam gang. Ibuku mendapatkan ilmu meracik jamu dari Eyang putriku yang dulunya juga pedagang jamu dan masih keturunan ningrat Solo. Setelah Eyang Putriku meninggal, Ibuku pun membuka usaha toko jamu untuk melestarikan resep jamu turun-temurun Almarhumah Eyang Putriku dan juga menambah pendapatan keluarga kami.Sebenarnya aku terkadang merasa malu dengan pekerjaan Ibuku sebagai penjual jamu itu, namun ada satu hal yang membuat aku sedikit aneh sejak aku memasuki usia remaja sebagaimana yang aku lihat dan apa yang dikatakan oleh orang-orang 'dewasa' bahwa Ibuku selalu terlihat cantik dan awet muda, yang menurut mereka karena teratur minum jamu.Memang kalau aku lagi membantu Ibu melayani pembeli di toko jamu sering aku liat para "lelaki buaya" menggoda Ibuku bila Ayahku tidak ada disitu, Apalagi ayahku bekerja sebagai kontraktor proyek jadi jarang mangkal dirumah. Rasa aneh itu yaitu aku cinta pada Ibuku yang cantik dan montok itu. Sehingga sekarang usiaku memasuki 19 tahun rasa cinta itu semakin besar melebihi rasa cinta kepada pacarku Nita yang satu kampus denganku.Entah mungkin karena aku lumayan ganteng sehingga urusan pacar mudah didapat, namun aku selalu penasaran dengan Ibuku yang keliatan 'kalem' terhadapku, karena menurutku sebagai wanita dia setidaknya tergoda dengan ketampananku, namun sepertinya dia tidak tergoda sama sekali. Inilah membuat aku tergila-gila memikirkan bagaimana supaya 'mendapat cinta' Ibuku.Mengikuti nasehat orang yang berpendidikan itu, pada hari minggu aku sibuk sendiri dirumah, tidak mau seperti biasanya ikut membantu pekerjaan diwarung. Setelah merasa aman aku mulai membongkar 'handle' (gagang, pegangan pembuka) pintu kamar mandi, dengan tujuan untuk merusak gagang itu atau agar tidak bisa berfungsi untuk mengunci.Setelah dirusak lalu dipasang lagi. Meskipun aku begitu nekat namun aku begitu takut rencanaku gagal dan menjadi masalah besar, karena selama ini yang menghalangi aku untuk bisa menggoda Ibuku yaitu selalu ada 2 adik perempuanku yang berumur 16 dan 10 tahun di sekitar itu. Aku takut mereka melihat dan menceritakan kepada ayah, meskipun ayah selalu pulang malam-malam dan kadang dalam keaadan mabuk.Jadi yang aku pikir sekarang bagaimana supaya aman dari adik-adikku kalau aku berhasil menggauli ibuku nanti. Sorepun tiba, 2 adikku itu pulang duluan, seperti biasa dan sebagaimana yang aku harapkan keduanya pun langsung mandi, setelah itu mengambil makan malam yang sudah disediakan Ibu sebelum dia pergi ke toko.Kini aku lagi yang pergi ke toko jamu Ibuku untuk membantunya, namun sepertinya tidak ada kesempatan bagiku untuk bisa menggoda ibuku yang lagi sibuk itu. Tetapi memang tujuanku pergi membantu Ibu di toko agar dia cepat pulang tepat pada waktu adik-adikku selesai makan, jadi mereka sudah sunyi sepi didalam kamar, sementara tidak seperti biasanya Ibu pulang hampir bersamaan Ayah pulang.Dengan segala bujukan aku berhasil membuat Ibu pulang cepat dan agak tepat seperti yang aku harapkan. Dan inilah saat yang dinanti-nanti tapi mendebarkan, yaitu disaat Ibu masuk ke kamar mandi untuk mandi. Dari kegelapan aku perhatikan nampaknya dia menyadari ada yang salah dengan gagang pintu kamar mandi, karena dia korak korek gagang itu beberapa kali, kemudian balik kekamar tidur, kembali kekamar mandi dengan membawa kain kemben."Ada apa?" Dengan membuka kedua tanganku kearah ibu aku bermohon: "Tolong bu..""Memangnya, kamu kenapa?" Ibu nampak keheranan. Ternyata Ibu tidak telanjang saat itu, dia membalut tubuhnya dengan kain kemben yang dibawa dari kamar tadi. Aku sedikit sadar mengapa Ibu mandi berbalut kain seperti itu, untuk mengantisipasi kalau ada yang tiba-tiba masuk kamar mandi yang pintunya tidak bisa dikunci itu."Bu.." dalam keadaan gugup aku langsung memeluk dan mencium lehernya. Awalnya aku hanya mencium leher dan anting-anting emas di telinganya, karena memang aku tidak berani memandang wajah Ibuku, dan tidak berani 'berbuat' terlalu liar, namun setelah aku merasa Ibu mulai menikmati dan pasrah, berlahan-lahan aku coba melepas kain kemben yang membalut tubuh Ibuku.Entah mungkin karena dari kecil sudah tertanam dalam benakku untuk mengagumi Ibuku, sehingga apa yang ku lihat saat itu terasa sungguh luar biasa. Tubuh Ibuku padat berisi tidak seperti pacarku yang kurus. Ibu tersenyum sambil melebarkan pahanya untuk menunjukkan vagina yang berotot, gundul dan kemerah-merahan.


"Nak.." suara Ibu mendesah."Ibu lanjutin mandinya dulu ya, nanti kita lanjut di kamar, liat pintu itukan rusak kuncinya" Ibu menunjukkan kedewasaan dan kebijaksanaannya. Akhirnya aku pun keluar dari kamar mandi dan memberikan kesempatan pada Ibu untuk menyelesaikan acara mandinya.Aku pun menunggu Ibu sambil duduk di kamar tidurnya. Selama menunggunya, aku pun mengelus-elus kontolku yg sudah sangat tegang ini. Tak berapa lama kemudian Ibuku pun masuk ke dalam kamar dengan memakai kemben menutupi dadanya dan juga handuk di kepalanya. Di tangan Ibuku kulihat ia membawa dua gelas jamu di tangannya."Nak minum gih, ini Ibu buatin jamu buat kamu"."Jamu apa ini Bu?""Udah minum aja, ini biar kamu tambah seger"."Iya Bu".Aku pun meminum jamu yg diberikan Ibu kepadaku. Kurasakan jamu itu agak pahit namun lumayan menyegarkan. Ibuku pun juga meminum jamu yg ada di tangannya. Setelah meminum jamu tersebut tak berapa lama kemudian badanku terasa hangat. Bukan itu saja tapi kontolku pun juga ikut mengeras seperti batu. Di lain pihak Ibuku yamg sedang bercermin sudah melepaskan kain kemben yang melilit tubuhnya dan handuk yg menutupi rambutnya membuat payudaranya yang putih nan montok itu bergoyang bebas

.Rambutnya yang hitam dan panjang itu pun tergerai bebas dengan indah membuatku sulit untuk menahan diri. Aku pun memberanikan diri untuk bangkit dan menghampiri Ibuku yang sedang bercermin. Dengan cepat aku memeluk Ibu dari belakang sambil memegangi perutnya yang putih mulus. Kulihat di cermin Ibuku tersenyum sambil memejamkan mata menikmati elusan dari tanganku di area perutnya."Udah gak tahan ya anak Ibu ini?""Iya Bu, abis minum jamu tadi aku ngerasa bergairah banget kepengen ngentot sama Ibu"."Husshh... Kamu ini ngomongnya kok kasar sih. Itu jamu kuat nak supaya kamu nanti kuat mainnya"."Kenapa Ibu mau ngelakuin hal ini sama aku?""Ibu kesepian nak, Ayahmu jarang pulang apalagi belakangan ini dia suka pulang dalam keadaan mabuk-mabukan. Ibu jadi sedih liat kelakuannya". Mata Ibu berkaca-kaca.Mendengar itu aku pun memeluk Ibuku dengan erat kali ini dari depan. Kurasakan payudara montoknya menempel ketat di dadaku. Setelah itu aku pun membuka baju dan celanaku hingga telanjang total. Kulihat Ibuku takjub melihat kontolku yang berukuran 17 cm dengan diameter 3,5cm. Ibuku pun langsung menjilati kontolku hingga membuatku merem melek keenakan."Slurp Slurp Slurp". Begitulah hisapan mulut Ibu pada penisku. 10 menit kemudian nafsuku pun makin tak terkendali. Aku pun meminta Ibu berhenti mengulum kontolku dan mulai menuntunnya menuju ranjang.Sampai di ranjang, aku pun menelentangkan tubuh Ibuku dan mulai menjilati memeknya yg sudah sangat basah. 5 menit kemudian aku pun menyudahi jilatan pada memeknya dan mulai menindih tubuh Ibuku. Saat menindih aku pun mulai berciuman mesra dengan Ibuku sambil saling memainkan lidah kami. Kurasakan tangan Ibuku mulai memegang kontolku dan mengarahkannya ke lubang memeknya.Saat lubang kontolku tepat berada di pintu memeknya, aku pun berusaha menekannya supaya bisa masuk ke dalam. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya BLESS BLESS BlESS SREET SREET! Masuklah kontolku ke dalam memek Ibuku. Gila memeknya sempit sekali! Mungkin ini akibat dari kebiasaannya yang suka minum jamu yang membuat memeknya mengempot-empot seperti ini."Ahh Bu, sempit banget punyamu, aku bisa cepet keluar ini"."Pelan-pelan nak, nikmatin tubuh Ibu sepuasmu"."Ahh Ahh Plak Plok Plak Plok Plak Plok!"Sepanjang persetubuhanku dengan Ibuku, aku pun menciumi seluruh tubuh Ibuku dari bibir, pipi, leher dan anting-anting emas di telinganya. Aku merasa sangat bergairah sekali malam ini. Memek Ibuku yang sempit ini begitu membuatku ketagihan padanya. Sepertinya ini yang dinamakan orang-orang sebagai jurus empot ayam.15 menit kemudian kurasakan aku sudah tidak tahan lagi. Kupercepat sodokanku pada memeknya hingga menyentuh benda kenyal di ujung memeknya. Oh inikah yg disebut dengan rahim? Tempat dimana aku dan kedua adikku pernah bersemayam selama 9 bulan. Karena sudah di ujung tanduk aku pun bilang pada Ibuku."Bu, aku mau keluar, mau dimana keluarinnya Ohh Ohh Ohh Ohh!""Di dalem aja nak, puaskan nafsumu Ohh Ohh Ohh!""Ohh aku gak tahan lagi Bu Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Kusemprotkan spermaku belasan kali ke dalam rahimnya."Panas banget pejuhmu nak Ahh Ahh Ibu juga keluar CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Kata Ibuku yang juga telah menjemput orgasmenya. Setelah itu aku pun ambruk menindih tubuh Ibuku karena kelelahan."Makasih Bu, aku puas banget malem ini"."Ibu juga puas nak, punyamu gede banget udah gitu pejuhmu panas banget lagi di rahim Ibu". Kata Ibuku sambil mengusap-usap kepalaku dengan penuh kasih sayang."Bu, gak papa nih kalo aku keluar di dalem rahim Ibu? Nanti kalo Ibu hamil anakku gimana?" Tanyaku sambil memeluk tubuhnya."Kalo Ibu maunya hamil dari kamu gimana dong?" Tanya Ibuku dengan tersenyum sambil menggodaku."Ya gimana ya Bu hhmm". Kataku bingung."Hihihi kamu nih takut ya kalo Ibu hamil? Tenang sayang kalo Ibu hamil ya gak apa-apa toh kan masih ada Ayahmu. Palingan orang-orang nganggep Ibu hamil dari benihnya Ayah". Tawa Ibuku sambil menenangkanku yang gelisah tadi. Mendengar penjelasan Ibuku aku pun menjadi tenang.10 menit sudah aku beristirahat sambil menindih Ibuku. Selama itu kami saling menciumi wajah dan juga mengusap kepala masing-masing. Saat dalam posisi yang sangat dekat nan intim ini, anting-anting emas di kedua telinga Ibuku membuatnya semakin terlihat cantik dan mempesona. Lama-kelamaan entah kenapa kontolku mengeras melihat anting-anting emas Ibuku."Tititmu kok tambah keras sayang? Nafsu lagi ya sama Ibu". Tanya Ibuku sambil mengusap kepalaku."Gak Bu, cuman hhmm... Ibu keliatan lebih cantik kalo pake anting-anting ini CUPP CUPP". Kataku sambil mencium anting-anting di kedua telinganya."Tapi kok kamu ngomongnya gugup gitu udah gitu tititmu keras terus denyut-denyut gitu di tempik Ibu?" Tanya Ibuku lembut."Hmm itu... itu..."."Udah, Ibu tau kok kamu *ngeres_kan liat Ibu pake anting-anting ini? Dari tatapan matamu sama denyutan tititmu aja Ibu udah tau kok kamu lagi_ngeres*". Kata Ibuku sambil membelai wajahku dengan senyuman manis."Maaf Bu..." Kataku menunduk malu."Gak perlu minta maaf sayang, itu normal kok buat laki-laki kayak kamu. Ibu bakal tetep pake anting-anting ini buat nyenengin kamu CUPP". Balas Ibuku sambil mengangkat kepalaku yang sedang tertunduk lalu mencium bibirku dengan lembut.Mendengar ucapan dari Ibuku itu aku pun mulai bernafsu untuk menggaulinya di Ronde kedua ini. Pelan-pelan kembali kugerakkan kontolku keluar-masuk di memeknya. Ronde kedua kali ini aku lebih sering menjilat dan menghisap kedua payudaranya yang besar, putih nan montok itu. Ohh wanita ningrat ini sungguh menggairahkan."Ohh Ohh Ohh nikmat Bu nikmat Ohh Ohh Ohh"."Ohh Ohh Ohh iya sayang Ibu juga ngerasa nikmat banget Ohh Ohh jangan berhenti ya sayang Ohh Ohh Ohh".Kami berdua pun mulai mencoba posisi selain misionaris_seperti_doggie style, posisi pangku berhadapan, miring dan lainnya. Namun jujur aku lebih menyukai misionaris dan posisi pangku berhadapan karena dengan posisi itu aku bisa bebas memainkan payudara dan anting-anting Ibuku. 30 menit berlalu, kurasakan pejuhku sudah mulai terasa akan keluar. Kupercepat sodokanku pada memek Ibuku dalam posisimisionaris ini dengan sangat brutal hingga membuat payudara dan anting-antingnya bergoyang-goyang. Saat akan keluar aku pun berteriak pada Ibuku."Bu aku mau keluar, terima pejuhku Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!""Ibu juga sayang Ahh Ahh Ahh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!"Akhirnya kami pun ambruk karena kelelahan.Sepanjang malam ini, aku sudah menyetubuhi Ibuku sebanyak 5 ronde. Pengaruh jamu yang diberikan Ibuku tadi memang luar biasa. Staminaku terdongkrak berlipat-lipat ganda. Kami pun melakukan hingga menjelang pagi. Sewaktu ronde terakhir selesai karena saking kelelahannya aku pun ambruk menindih tubuh Ibuku dan setelah itu mataku gelap dan akhirnya aku tertidur dalam posisi menindih tubuhnya dari atas dan kontolku yang masih terhunus di dalam memeknya.

bab 2

POV RatnaPerkenalkan namaku R. Ay. Ratna Kusumaningrat atau biasa dipanggil Ratna. Dari namaku bisa dipastikan bahwa aku masih keturunan ningrat Solo dari orang tuaku. Saat ini aku menetap di Kota liwet bersama keluargaku. Usiaku sekarang 44 tahun dan aku adalah wanita bersuami dengan 3 orang anak yaitu yang pertama, Andi 19 tahun sudah kuliah di PTN ternama di Solo semester 3.Suamiku yang biasa kupanggil Mas Gatot 47 tahun adalah seorang Kontraktor yg sering menangani proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi dll baik di dalam maupun luar kota. Hal inilah yg membuatnya sering keluar kota walaupun tidak sesering dulu sewaktu muda.Aku sendiri sekarang mengisi hari-hariku dengan membuka toko jamu tak jauh dari rumah kami. Ilmu meracik jamu sendiri kudapatkan dari Almarhumah Ibuku yang merupakan seorang wanita keturunan keraton Solo. Hasil dari berjualan jamu cukup lumayan menopang pendapatan keluarga kami apalagi suamiku walaupun seorang kontraktor namun pekerjaannya terkadang tidak menentu tergantung sedang ada proyek atau tidak.Belakangan ini aku sering melihat gerak-gerik anak sulungku Andi. Ya anak lelakiku yang paling tua dan satu-satunya ini sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang tampan nan gagah persis seperti Ayahnya waktu muda dulu. Aku sering melihat Andi suka curi-curi pandang ke arah tubuhku seperti tatapan lelaki dewasa kepada seorang wanita dewasa.Ya memang di usiaku yang ke 44 tahun aku masih menjaga tubuhku dengan sering minum jamu dan ikut olahraga senam dengan Ibu-ibu RT di lingkungan rumahku. Aku memiliki postur tubuh yg memang tinggi besar untuk wanita Asia dengan tinggi 168 cm, berat 70 kg, dan payudara 36B apalagi ditunjang dengan kulit putih bersih, rambut hitam panjang sebahu dan wajah yang tergolong ayu.Para lelaki yang menjadi pelanggan di toko jamuku seringkali menggodaku karena terpikat dengan kecantikanku. Aku pun hanya menanggapinya dengan senyuman. Ya mereka menggodaku hanya sebatas dengan kata-kata dan tidak pernah sampai memegang apalagi menggerayangi tubuhku.Belakangan ini hubunganku dengan suamiku agak renggang. Ya suamiku sering pulang ke rumah larut malam atau menjelang subuh. Sewaktu pulang pun seringkali dia dalam keadaan mabuk berat. Walaupun dia beralasan karena tuntutan pekerjaan, namun sebagai istri aku takut kalau dia punya wanita lain diluar sana selain aku.Hari ini aku begitu sibuk melayani pembeli di toko jamu milikku. Walaupun dibantu oleh 2 orang pegawaiku Lastri dan Ningsih namun aku tetap saja kewalahan. Untung saja Andi yang sudah pulang kuliah datang ke toko membantu aku Ibunya sehingga pekerjaanku tidak terlalu berat.Saat sudah malam aku pun menutup tokoku dan pulang bersama Andi dengan berjalan kaki. Kedua pegawaiku sendiri Ambar dan Lastri sudah pulang terlebih dahulu karena takut kemalaman. Saat sampai di rumah kulihat kedua anak perempuanku Sekar dan Widya sudah tidur lebih dulu untung saja aku membawa kunci rumah sehingga aku dan Andi tidak perlu berteriak-teriak membangunkan mereka.Karena badanku terasa lengket, aku memutuskan untuk mandi walaupun keadaan sudah malam begini. Saat aku masuk ke kamar mandi aku sadar bahwa kondisi gagang pintunya agak bermasalah. Aku mencoba memperbaiki sebisanya namun apa daya rupanya kerusakannya cukup berat. Oh ya mungkin aku bisa minta bantuan Mbok Yem pembantuku yang hari ini sedang izin tidak masuk karena ada saudaranya meninggal di Boyolali.Saat aku sedang mandi tiba-tiba kulihat Andi masuk ke dalam kamar mandi. Pada awalnya aku agak kaget melihat dia masuk namun karena Andi adalah anak kandungku, aku yakin dia tidak punya pikiran negatif tentangku dan berpikir mungkin dia sedang kebelet kencing jadi aku membiarkannya begitu saja. Namun yang tidak kusangka adalah dia tiba-tiba memelukku dari belakang.Kurasakan hembusan nafasnya menggelitik leherku. Aku pun terangsang olehnya akibat dari perbuatannya itu. Melihat aku yg mulai terangsang Andi pun semakin berani dengan menciumi tengkuk leherku dan juga anting-anting emas di kedua telingaku. Aku pun berinisiatif membalikkan tubuhku menghadapnya. Saat berhadapan kulihat tatapan matanya yg sudah dikuasai nafsu ingin menjamah tubuhku.Saat mandi aku berpikir salahkah aku jika mencari kepuasan dari anakku? Aku tahu ini salah dan termasuk perbuatanincest namun sebagai wanita normal aku punya kebutuhan seks yang belakangan ini kurang terpenuhi dari suamiku. Namun karena aku sudah dikuasai nafsu maka aku putuskan untuk melakukan hubungan intim dengan Andi malam ini.Sehabis mandi aku tidak langsung menuju kamarku. Aku menuju dapur dan membuat jamu kuat untuk Andi dan diriku agar kami dapat mencapai kepuasan maksimum. Setelah selesai meraciknya aku pun membawa dua gelas jamu tersebut ke kamarku.Sampai di kamar kulihat Andi sudah tidak sabar saat melihatku masuk ke kamar. Aku pun menyuruhnya untuk meminum jamu yang sudah kusiapkan untuknya. Andi pun langsunglangsung jamu yang sudah kusediakan sampai habis dan aku juga meminum jamu yang ada di tanganku. Selesai minum jamu aku langsung membuka kemben yg menutupi tubuhku sehingga payudara putih montokku terlihat jelas oleh Andi.Melihat tubuh Ibunya yang montok ini Andi seperti hilang kendali dan tak berapa lama dia pun memelukku dan menciumiku. Saat aku membalikkan badan dia pun bertanya padaku kenapa aku mau melakukan hubungan intim dengannya. Aku pun bilang bahwa aku kesepian karena sering ditinggal ayahnya. Aku juga bercerita bahwa aku sedih dengan kelakuan Ayahnya yang sering mabuk-mabukan.Malam itu aku dan Andi melakukan hubungan intim sampai 5 ronde. Kami melakukannya dengan panas dan berbagai gaya. Malam itu payudaraku yang montok habis dihisap olehnya. Penisnya yang besar melebihi milik Ayahnya membuatku mabuk kepayang. Setiap ronde anakku selalu menyemburkan spermanya ke dalam rahimku.Terlihat ada kekhawatiran di wajah Andi mengingat aku masih dalam usia subur. Aku sendiri pun juga masih menstruasi rutin setiap bulan. Namun saat itu entah kenapa saat itu aku bilang padanya bahwa aku tidak takut hamil dari benihnya toh aku masih bersuami jadi kalaupun aku hamil orang akan menyangka kalau ini benih Ayahnya.Satu hal yang unik semalam ketika Andi menindihku sehabis berhubungan intim, rupanya anakku Andi ngeres melihat aku memakai anting-anting emas di kedua telingaku. Saat itu dia memujiku dan bilang aku terlihat cantik jika memakai anting-anting emas. Namun waktu dia bilang begitu terlihat tatapan matanya yang keliatan bernafsu dan juga penisnya berdenyut-denyut di tempikku, aku langsung tahu bahwa dia sebenarnyangeres melihatku memakai anting-anting di kedua telingaku. "Ya ampun Andi masa kamu ngeres sih ngeliat Ibumu pake anting-anting? Berarti nanti penismu bakalan tegang terus dong karena_ngeres_kan Ibu emang pake anting-anting setiap hari? Dasar anak lucu hihihihi!" Kataku sambil tertawa padanya dalam hati. Melihat ekspresi Andi yang tertunduk malu, aku pun mengangkat wajahnya lalu mencium bibirnya dengan lembut dan bilang padanya bahwa hal tersebut normal untuk laki-laki seperti dirinya. Aku berjanji untuk selalu memakai anting-anting emas ini demi menyenangkan hatinya. Mendengar itu wajah Andi pun langsung berbinar-binar lalu memelukku dengan erat. Setelah melakoni pertempuran selama 5 ronde akhirnya kami pun tertidur dalam posisi saling menyatu.POV RatnaSekitar jam 4 pagi, aku akhirnya terbangun dari tidurku. Saat bangun kulihat Andi masih tidur menindih tubuhku dan juga penisnya yang walaupun sudah terlepas namun masih menempel di bibir tempikku. Aku pun mengelus-elus dan mencoba mengangkat kepala anakku yang masih terlelap. Ketika kuangkat wajahnya terlihat dia masih terlelap dan "Ohh tidak dia keliatan sangat tampan sekali kalo sedang tidur".Tak berapa lama kemudian akhirnya Andi pun terbangun. Terlihat wajahnya yg lelah namun puas menatapku dengan tersenyum. Aku pun akhirnya mulai membuka pembicaraan dengannya."Gimana tidurnya sayang? Pules gak?""Pules banget Bu, aku puas banget rasanya"."Yaudah kalo gitu turun gih, badan kamu berat nih nindihin Ibu dari tadi malem jadi bikin pegel". Perintahku padanya"Bentar dulu Bu, aku masih mau ngeliat anting-anting Ibu dari deket kayak gini". Rajuk Andi dengan manja."Aduh Andi, nanti kamu jadi ngeres lagi kalo ngeliatin anting-anting Ibu terus". Kataku mengingatkannya."Kan aku ngeres sama Ibuku sendiri bukan sama orang lain". Balasnya membela diri.Karena tidak mau berdebat panjang akhirnya aku membiarkan Andi tetap menindihku. Saat dia menindih tubuhku kami pun mengobrol tentang banyak hal. Selama mengobrol dengannya Andi seringkali menciumi payudara, leher dan juga anting-antingku. Walaupun merasa geli namun aku membiarkan tingkahnya seperti itu karena aku sayang padanya.Setelah 10 menit berada dalam posisi tersebut, rupanya penis Andi kembali mengeras di bibir tempikku. Karena aku sudah lelah aku pun memintanya untuk tidak melakukan hubungan intim denganku lagi."Tuh kan Andi punyamu keras lagi di tempik Ibu. Ini pasti gara-gara ngeliatin anting-anting Ibu terus dari tadi makanya kamu jadingeres lagi sama Ibu."Bukan cuma anting-anting Ibu yang bikin aku ngeres tapi juga tetek Ibu montok banget terus leher Ibu juga putih mulus gini bikin aku jadi lepas kendali".Karena sudah sangat bernafsu, Andi pun kembali memasukkan penisnya ke dalam tempikku. BLESS BLESS SREET SREET! Begitulah gerakan penis Andi di dalam tempikku. Aku yg sudah kelelahan hanya bisa pasrah sambil terlentang dan membiarkan Andi "memperkosaku" dengan sisa-sisa tenaga yg dia miliki. Persetubuhan ini berlangsung selama kurang lebih 15 menit.Setelah mencapai orgasme bersamaan, kulihat wajah Andi begitu memerah karena puas denganku. Aku pun tersenyum sambil mengelus wajahnya."Gimana sayang? Udah puas kan sekarang?" Kalo udah turun dong dari badan Ibu sayang. Ayahmu pagi ini pulang lho, bisa bahaya nanti kalo dia ngeliat kita lagi kayak gini". Ujarku memberikan pengertian padanya."Bentar ya Bu, aku masih mau meluk Ibu". Katanya manja sambil mengusel-uselkan kepalanya ke payudaraku yang montok."Ihh manja banget sih kamu sayang, yaudah tapi jangan lama-lama ya meluknya". Kataku sambil mengusap-usap kepalanya dengan lembut.Setelah 10 menit menindihku, akhirnya Andi pun bangkit dari tubuhku. Sebelum dia kembali ke kamarnya, dia kembali menciumi bibirku dengan mesra lalu pergi meninggalkan kamarku.

bab 3

POV Andi3 hari sudah peristiwa persetubuhan antara aku dan Ibu berlalu. Aku pun kangen untuk menyetubuhi Ibuku kembali. Gagang pintu kamar mandi yang aku rusak kemarin sudah diperbaiki setelah Ibu meminta bantuan Mbok Yem pembantuku yg punya kenalan seorang kusen pintu. Alhasil gagang pintu kamar mandi tersebut sudah kembali seperti semula.Selama 3 hari ini aku dan Ibu sibuk urusan masing-masing. Aku sibuk dengan kuliahku sedangkan Ibuku sibuk dengan toko jamunya. Apalagi kedua adik perempuanku dan juga Ayahku ada di rumah sehingga membuatku tidak bebas untuk "bermesraan" dengan Ibuku. Aku pun berpikir untuk mencari cara agar bisa menyetubuhi Ibuku lagi.Akhirnya peluang itu terbuka pada hari Sabtu alias malam Minggu. Ayahku sedang pergi meninjau proyek di luar kota, adik pertamaku Sekar sedang ada kegiatan kemah dari sekolahnya di Gunung Lawu, terakhir Adik bungsuku Widya sedang menginap di rumah sepupuku di Yogyakarta. Karena itulah praktis hanya aku dan Ibuku yang ada dirumah karena Mbok Yem pembantu kami tidak menginap dirumah hanya bekerja dari pagi sampai sore lalu pulang ke rumahnya.Sebenarnya hari Sabtu itu banyak teman-teman termasuk pacarku yang mengajak pergi ke luar. Namun karena aku sudah terobsesi dengan Ibuku, aku beralasan pada mereka bahwa aku sedang tidak enak badan. Setelah menyelesaikan tugas kuliah di perpustakaan, aku pun memacu motorku menuju rumah.Sewaktu sampai dirumah kulihat waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Aku memarkirkan motorku di samping mobil Kijang Innova warna biru milik Ayahku yang tidak dibawa karena ia pergi memakai pesawat sehingga mobilnya ditinggal di rumah. Setelah memarkirkan motor aku segera masuk ke rumah sambil mengucapkan salam.Ketika masuk rumah aku pun langsung mencari-cari dimana Ibuku. Saat masuk ke dapur kulihat Ibu sedang mengambil minum di kulkas yg ada di dapur. Melihat itu aku pun langsung memeluk Ibu dari belakang."Ibu, aku kangen". Kataku sambil memeluknya."Lho Ndi, kamu gak malem mingguan sama temenmu?""Aku maunya malem mingguan sama Ibu"."Ih kamu ini, Ibu udah tua gini masak mau diajakin malam mingguan sama kamu"."Pokoknya aku mau sama Ibu malam ini. Nanti kita makan diluar ya Bu"."Hhhmmm... Gimana ya, Ibu emang gak masak sih malem ini tapi emangnya kita mau makan dimana nak?""Kita ke Center Point aja yuk Bu, ada restoran enak disana"."Beneran nih? Yaudah tapi kita perginya pake mobil aja yah, kalo pake motor kamu ntar dandanan Ibu malah berantakan lagi hihihi"."Iya Bu tenang aja kita pake mobil kok kesananya"."Yowis, kamu mandi dulu gih, Ibu juga mau siap-siap dandan yang cantik biar gak kalah sama anak muda seumuran kamu"."Ok Bu, aku mandi dulu ya".Setelah mengobrol dengan Ibu, aku pun langsung menuju kamar mandi dan mandi dengan cepat. Setelah mandi aku pun langsung mengambil baju dengan setelan celana chino warna khaki, baju kaos hitam polos ketat merek GT Man ditutup dengan jaket jeans digulung sampai siku. Ya sangat santai dan kasual. Aku langsung menuju dapur dan mengambil kunci mobil Ayahku yang ditaruh di atas kulkas.Setelah mengambil kunci, aku pergi ke kamar Ibuku untuk menemuinya. Saat masuk ke kamar Ibuku terlihat ia sedang berdandan merapikan make up-nya. Waw Ibu terlihat lebih muda malam ini. Ibu memakai celana jeans panjang yg ketat. Kaos putih lengan pendek dan jaket cardigan warna pink. Aku pun takjub melihat penampilannya malam ini."Tumben Ibu pake baju kayak gini, biasanya kalo mau pergi pake kebaya atau dress doang"."Kan mau nemenin anak berondong Ibu yang ganteng malem ini, masak pake kebaya nanti malah diliatin sama orang-orang lagi". Ibuku tersenyum."Yaudah kita jalan sekarang ya Bu, biar nanti gak kemaleman pulangnya"."Iya sayang, oh ya kamu duluan gih panasin Mobil biar Ibu kunci pintu rumah dulu".Aku pun langsung menuju garasi dimana mobil diparkir. Tak lupa kumasukkan motorku ke dalam rumah supaya tidak kemalingan. Setelah memasukkan motor aku membuka pintu pagar dan menyalakan mobil Kijang Innova matic warna biru keluaran tahun 2013 milik Ayahku lalu mengeluarkannya dari garasi rumahku. Tak berapa lama kemudian Ibuku pun keluar dari rumah dan mengunci pintu dari luar dan menutup pintu pagar.Akhirnya sekitar jam 20.10 kami pun tiba di Center Point Solo. Setelah memarkirkan mobil, aku dan Ibu langsung menuju Jackstar Resto & Cafe untuk makan malam disana. Sampai disana suasana cukup ramai karena hari ini malam Minggu dan banyak anak muda yg pergi dengan pasangannya. Setelah mencari-cari kesana kemari akhirnya aku dan Ibu mendapatkan bangku yang terletak di balkon lantai 2 untuk duduk."Gimana Bu, enak gak tempatnya?""Iya enak sih tempatnya apalagi banyak anak muda seumuran kamu disini, Ibu jadi malu deh"."Gak usah malu Bu, aku seneng kok jalan sama Ibu kesini, lagian dari tadi banyak lho cowok-cowok disini yang ngeliatin Ibu soalnya dandanan Ibu cantik banget sih mungkin mereka ngira kita pacaran"."Ah kamu bisa aja mujinya". Kata Ibuku tersipu malu.Tak berapa lama pesanan kami pun datang. Aku yang memesan steak pun langsung menyantap makanan dengan lahap mengisi perutku yg sudah keroncongan dari tadi. Ibuku sendiri memesan spaghetti dan beliau terlihat menikmati sajian makanannya. Selama makan kami pun mengobrol-ngobrol ringan mengenai kuliahku, bisnis jamu miliknya dan sikap Ayahku yg terkadang suka mabuk-mabukan.Setelah menyelesaikan makan malam, aku dan Ibu akhirnya keluar dari restoran dan menuju mobil. Saat sudah naik di mobil Ibu bilang ingin jalan-jalan dulu berputar-putar di Kota Solo sebelum pulang ke rumah. Karena kulihat bensin mobil masih cukup aku pun menuruti permintaan Ibu dan sekitar jam 9 kami keluar dari Center Point Solo lalu berjalan-jalan keliling kota.Setelah puas mengelilingi kota selama kurang lebih 2 jam akhirnya sekitar jam 11 kami pun sampai dirumah. Setelah masuk ke dalam rumah aku pun meminta Ibu untuk tidur di kamarku yg letaknya di lantai 2. Oh ya kamar tidurku sendiri awalnya adalah bekas loteng penyimpanan gudang namun karena kulihat ruangannya cukup luas aku meminta Ayahku untuk merenovasinya dan menjadikan kamar tidur sewaktu aku SMP.Kamar tidurku"Bu, malem ini kita tidur di kamarku ya"."Pasti kamu mau ngajak Ibu 'tempur' lagi deh kayak kemaren". Katanya sambil mencubit hidungku."Aku udah gak tahan Bu". Kataku sambil menarik tangannya."Yowis, tak turuti kemauanmu". Kata Ibuku menurut dan mengikuti langkahku.Sampai di kamar, aku langsung menciumi wajah Ibuku dan membuka pakaian kami berdua. Setelah telanjang bulat aku langsung menyeret Ibu ke ranjangku untuk mencumbunya. Kucium dan kuhisap payudaranya yang montok itu lalu turun ke vaginanya. Kuhisap dan kujilati vagina Ibuku yang gundul dan merah merekah itu."BLESS SREET BLESS SREET BLESS SREET!" Begitulah bunyi masuknya penisku ke vagina Ibuku"Ohh pelan-pelan Andi, punyamu gede banget di vagina Ibu"."Ohh nikmat Bu, Ohh Ohh Ohh Plak Plok Plak Plok Plak Plok!" Kataku sambil mempercepat sodokanku pada vaginanya.Karena sudah lama tidak mendapatkan jatah aku pun jadi begitu ganas dalam menyetubuhi Ibuku. Aku melakukannya dengan berganti-ganti gaya seperti menungging, miring, memangku dan terakhir kembali dalam posisi misionaris. Saat posisi terakhir itulah setelah 30 menit bercinta, aku merasa spermaku akan keluar."Bu, aku mau keluar Ohh Ohh Ohh Ohh!" Kataku sambil menyodoknya."Iya nak, Ibu juga Ohh Ohh Ohh!""Ah aku gak tahan lagi Bu Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Kusemprotkan spermaku ke dalam rahim Ibuku."Ibu juga nak Ahh Ahh CREETT CREETT CREETT CREETT!" Teriak Ibuku juga menjemput orgasmenya. Akhirnya kami berdua pun ambruk di atas ranjang dengan posisi tubuhku menindih Ibuku dari atas. Setelah bersetubuh, kami berdua pun beristirahat sejenak memulihkan tenaga dalam saling berciuman dan membelai."Nak, gimana minggu depan bisa gak temenin Ibu ke Semarang?" Tanya Ibuku sambil membelai rambutku."Hhhmmm...". Aku tak menjawab dan hanya menggelayut manja di lehernya sambil memainkan anting-anting Ibuku."Ih Andi, kamu nih lagi ditanyain juga malah sibuk mainin anting-anting Ibu". Ibuku menjambak rambutku pelan."Iya Bu, aku usahain minggu depan bisa nemenin Ibu ke Semarang"."Nah gitu dong, itu baru namanya anak Ibu". Ibuku memelukku dengan erat."Bu hhhmmm... Aku boleh 'nambah' lagi gak?" Tanyaku sambil menahan nafsu."Kamu nih makanya jangan suka main-mainin anting-anting Ibu terus, jadi_ngeres_kan 'burungmu' itu hihihihi". Kata Ibuku tertawa kecil sambil mengelus-elus rambutku.Kami pun melanjutkan pertempuran sampai 3 ronde. Setelah selesai aku dan Ibu pun tidur sambil berpelukan mesra di kamarku yg sejuk ini.POV RatnaSetelah peristiwa malam Minggu tersebut, anakku Andi seperti kecanduan seks denganku. Hampir setiap hari dia mengajakku untuk berhubungan intim. Aku pun mencoba mengingatkannya agar berhati-hati karena ada Ayah dan kedua adiknya di rumah. Untungnya Andi mau mendengarkanku dan kami melakukannya dengan sembunyi-sembunyiFestival Jamu se Jawa Tengah akan diadakan mulai hari Jum'at hingga hari Minggu. Malam ini hari Kamis aku dibantu oleh suamiku untuk mengemas barang-barangku seperti baju kebaya dan jamu-jamu yang akan dibawa ke Semarang besok. Aku akan berangkat bersama beberapa pengusaha jamu dan perwakilan dari Pemkot Solo menggunakan kereta api besok.Saat tertidur lelap tiba-tiba aku merasa ada yang menindih tubuhku. Awalnya kupikir itu suamiku yang ingin minta "jatah" karena aku mau pergi lama besok. Namun ketika kubuka mataku aku kaget setengah mati. Ya ternyata Andi yang sudah pulang kuliah sedang menindihku dengan piyama tidurnya."Astaghfirullah Andi! Apa yang kamu lakuin nak? Ini ada Ayahmu lagi tidur di samping kita."Aku udah gak tahan lagi Bu, aku kepengen Ohh"."Kamu udah gak tahan ya sayang?" Tanyaku padanya sambil membelai rambutnya."Iya Bu, aku pengen ngenthu sama Ibu"."Yowis tapi di kamarmu aja ya dan jangan lama-lama soalnya besok Ibu mau berangkat pagi-pagi"."Iya Bu aku ngerti".Akhirnya kami pun pergi dari kamarku yang terletak di lantai 1 dan menuju kamar Andi yang ada di lantai 2. Saat tiba di kamar Andi dan mengunci pintu dia pun langsung menarikku ke ranjang dan mencumbuiku dengan ganas. Dia pun membuka kimono tidurku dan aku membuka piyama tidurnya hingga kami berdua telanjang bulat.Setelah selesai saling merangsang tubuh satu sama lain kami pun menuju permainan utama. Aku pun terlentang pasrah dan membiarkan anakku menindihku dari atas. Dia pun menciumi leher dan anting-antingku lalu mulai mengarahkan penisnya ke vaginaku. Aku pun membantu dengan memegang penisnya lalu membantunya untuk masuk ke dalam vaginaku."Ohh Bu, nikmat Bu Ohh Ohh Ohh Ohh!" Jeritnya padaku."Pelan-pelan sayang, punya Ibu ngilu kalo kamu sodok keras-keras gitu Ohh Ohh Ohh!""Aku nafsu banget sama Ibu soalnya Ibu cantik montok terus pake anting-anting lagi Ohh Ohh Ohh!" Teriaknya padaku."Ohh Ohh kamu nih Andi, di otakmu isinya cuma anting-anting Ibu aja yang kamu pikirin Ohh Ohh!""Bodo amat! Salah Ibu sendiri kenapa pake anting-anting setiap hari! Udah tahu aku ngeres tapi Ibu tetep aja pake anting-anting terus setiap hari Ohh Ohh Ohh!" Bentak Andi padaku."Ihh Ibu kan perempuan Andi ya wajar dong kalo pake anting-anting. Yang gak wajar tuh kamu ngeres ngeliat Ibu kandungnya sendiri pake anting-anting dasar anak aneh Ohh Ohh!" Kataku balas membentaknya. Andi pun hanya terdiam mendengar bentakanku.Kami pun melanjutkan pertempuran ini dengan ganas. Sesekali Andi menghisap kedua payudaraku yang montok mengingatkanku sewaktu ia masih kecil. Aku meminta padanya untuk tidak mencupang tubuhku agar Ayahnya tidak curiga. Untung saja dia mau mendengarkanku sehingga dia hanya mencium dan menjilati tubuhku tanpa mencupangnya.Setelah lebih dari 20 menit akhirnya aku pun hampir mencapai orgasmeku. Kulihat Andi pun semakin brutal menyodokku sampai penisnya menyentuh mulut rahimku. Sepertinya Andi juga akan mencapai orgasmenya."Ohh Andi Ibu keluar nak Ohh Ohh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT Ahh Ahh!" Racauku sambil menikmati orgasme."Aku juga keluar Bu Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Teriak Andi menyemprotkan spermanya sekitar 10 kali semprotan sambil menciumi anting-antingku. Setelah orgasme tubuh Andi pun ambruk menindih tubuhku."Gimana udah puas kamu gaulin Ibu"."Hhhmmm puas Bu, tapi gak tahu ya nanti kalo nafsu lagi"."Dasar kamu anak hiperseks". Kataku sambil tersenyum membelai-belai rambutnya."Ibu sih udah cantik, montok, pake anting-anting lagi aku kan jadi gak tahan Cupp Cupp Cupp". Katanya sambil menciumi pipiku."Ihh kamu ya dasar maniak seks". Kataku tersenyum."Oh ya, besok rencana jam berapa kamu berangkat ke Semarang?" Tanyaku padanya."Mungkin abis Ashar Bu. Soalnya aku besok kuliah sampe sore. Jadi palingan malem aku baru nyampe Semarang". Katanya padaku."Yowis rapopo. Tapi kamu udah beres-beres kan. Oh ya baju Beskap sama batiknya jangan lupa dibawa ya soalnya hari Sabtu sama Minggu kamu harus pake baju itu."Siap Bu, aku udah beres-beres dari tadi kok". Katanya menenangkanku."Yowis kalo gitu, Ibu tak balik ke kamar maneh yo le. Takutnya besok kesiangan". Kataku sambil berusaha mendorong tubuhnya yang masih menindihku."Ohh Bu aku masih mau nambah nih, gak ngerasa apa punyaku masih keras di lubang Ibu". Katanya merengek padaku. Memang benar ketika aku berusaha mendorong tubuhnya dia justru menolak dan malahan penisnya kembali mengeras di vaginaku."Tapi kan besok pagi Ibu udah harus berangkat Andi". Kataku berusaha membujuknya."Pokoknya aku gak mau tahu! Ibu harus layani aku malem ini sampe aku puas! Bentaknya padaku."Yowis lah kalo itu maumu. Tapi yang cepet ya sayang biar Ibu ada waktu buat tidur". Kataku mengalah dan menuruti permintaanya.Akhirnya Andi pun kembali "menggagahiku" malam ini. Ya kami melakukannya sebanyak dua ronde lagi. Kurasakan spermanya begitu banyak mendekam di rahimku. Oh ya aku lupa kalo hari ini masa suburku. "Andi kamu pengen hamilin Ibu ya? Kok spermamu kamu masukin semua ke rahim Ibu?" Kataku dalam hati. Setelah selesai menggauliku dia pun terlentang di ranjang sambil memejamkan matanya dengan wajah yang juga memerah."Makasih ya Bu, aku puas banget malem ini"."Andi sperma kamu banyak banget nih di rahim Ibu. Nanti Ibu bisa hamil karena kamu"."Yowis tak jadiin aja Bu kalo hamil beneran. Kan masih ada Ayah yang tanggung jawab". Katanya enteng."Ih kamu tuh ya, udah hamilin Ibu eh malahan suruh Ayahmu yang tanggung jawab". Kataku sambil tersenyum padanya sambil memakai kimono tidurku lagi yang tadi tergeletak di lantai kamar anakku."Kan Ayah masih suami Ibu, jadi kalo Ibu hamil ya palingan orang-orang mikirnya itu anaknya Ayah"."Dasar anak nakal, yowis Ibu tak balik ke kamar yo le". Kataku sambil berjalan menuju pintu kamarnya."Tunggu Bu". Katanya berdiri mencegahku keluar."Mau apalagi sayang? Ini udah mau pagi"."Aku mau meluk Ibu lagi". Katanya sambil memelukku erat-erat.Kurasakan pelukannya sangat hangat seperti pelukan seorang lelaki pada wanitanya. Aku pun membalas pelukannya dengan tak kalah erat. Setelah beberapa saat berpelukan akhirnya kami berpisah. Sebelum berpisah dia menciumi wajah, leher dan anting-antingku. Setelah puas akhirnya aku pun keluar dari kamarnya dan kembali ke kamarku dan suami.Saat sampai di kamar kulihat waktu menunjukkan pukul setengah dua lewat. Berarti aku telah bercinta dengan Andi selama hampir 2 jam. Untuk menghilangkan jejak aku pun menuju kamar mandi untuk kencing dan membersihkan tubuhku dari sisa-sisa persetubuhanku dengan Andi tadi. Setelah selesai aku pun kembali menuju ranjangku dan terlihat suamiku tertidur lelap.Sebelum tidur aku sempatkan mengusap kepalanya dan bilang "maafkan aku mas, aku telah mengkhianati pernikahan kita. Semoga kalo aku hamil, kamu mau menerima janin di dalam kandunganku sebagai anakmu". Kataku sambil meneteskan air mata. Setelah mengusap kepala suamiku dan juga air mata di pipiku, aku pun tertidur sambil memeluk suamiku dari samping.

bab 4

POV RatnaPagi harinya sekitar jam setengah 5 aku pun terbangun. Saat bangun kurasakan tubuhku bergoyang-goyang dan vaginaku ditusuk oleh penis. Ketika kubuka mataku terlihat Mas Gatot suamiku sedang menggauliku dengan cukup kuat dalam posisi menindihku dari atas. Aku yang sudah kelelahan pun memintanya untuk melakukannya secara pelan-pelan."Mas, pelan-pelan dong aku capek ini". Kataku padanya."Maaf Ratna, aku udah nafsu banget sama kamu secara kita sama-sama sibuk jadi jarang main bareng Ohh Ohh Ohh Ohh Cupp Cupp Cupp!" Katanya sambil menyodok dan menciumiku.Ya memang suamiku memang agak jarang menggauliku karena kesibukan kami. Namun harus diakui untuk lelaki seusinya dia tidak bisa dibilang loyo. Penisnya masih cukup perkasa walaupun sedikit lebih kecil dari Andi. Setiap kali bersetubuh ia pun masih sanggup membuatku orgasme walaupun tidak sehebat Andi anaknya.Setelah lebih dari 15 menit bercinta. Kurasakan sodokan suamiku makin cepat dan brutal. Ranjang kami pun bergoyang-goyang hebat akibat dari sodokannya pada vaginaku. Aku tahu bahwa suamiku akan mencapai orgasmenya. Karena sedang masa subur, aku pun memintanya untuk keluar di luar seperti biasanya."Mas, jangan keluarin di dalem, aku lagi subur". Kataku padanya."Ohh Ohh Iya sayang Ohh Ohh nanti aku cabut kok Ohh Ohh!" Katanya sambil tetap menyodok penisnya ke dalam vaginaku.Setelah menyodokku beberapa menit akhirnya Mas Gatot pun akan menjemput orgasmenya. Aku pun berusaha untuk melepaskan pantatnya dari selangkanganku namun sepertinya suamiku sedang lupa daratan. Dia justru merapatkan pantatnya pada selangkanganku dan akhirnya hal tersebut terjadi."Ohh Ratna maafkan aku tapi ini terlalu nikmat sayang Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Sebanyak 6 kali semprotan sperma suamiku masuk ke dalam rahimku."Ahh Mas kenapa keluarin di dalem Ahh Ahh Ahh CREETT CREETT CREETT CREETT!" Kataku yang juga sudah mencapai orgasme.Akhirnya tubuh Mas Gatot pun ambruk menimpa tubuhku sambil nafasnya terengah-engah. Aku pun memeluknya erat-erat sambil mengusap-usap kepalanya. Setelah lumayan segar, aku membuka percakapan dengan suamiku."Mas kok spermanya kamu keluarin di dalem?""Maaf ya sayang, aku lepas kontrol soalnya punya kamu lebih nikmat dari biasanya"."Ihh terus kalo aku hamil gimana? Masak umur segini hamil lagi"."Yowis rapopo toh Bu, lha wong kamu kan masih cantik awet muda lagi, masih pantes lah kalo punya momongan lagi hehehehe"."Ih kamu ya Mas". Kataku memeluknya dengan mesra.Kami pun menghabiskan pagi ini dengan saling menciumi dan mengobrol ringan. "Oh mas, mustinya kamu sering-sering kayak gini sama aku biar aku gak perlu cari kepuasan sama Andi anak kita" kataku dalam hati. Saat asyik mengobrol aku pun mengajukan tawaran kepada suamiku."Mas aku punya tawaran deh ke kamu"."Apa tawarannya sayang?""Hhhmmmm... Begini aku bakal ngijinin kamu buat keluar di dalem untuk seterusnya asalkan kamu bisa berhenti minum-minuman keras. Tawarku padanya.Mendengar tawaran tersebut suamiku hanya terdiam tak menjawab. Aku yang gemas pun akhirnya kembali bertanya padanya."Kok diem aja sih kamu dikasih tawaran kayak gitu? Kenapa? Belum sanggup ninggalin minuman haram itu?" Tanyaku sinis. Mas Gatot pun kembali terdiam tak menjawab. Karena kesal, aku pun melepaskan tubuhnya yang menindihku lalu aku beringsut bangun dari ranjang mengambil handuk untuk mandi. Mas Gatot pun juga bangun melakukan hal yang sama denganku yaitu mengambil handuk untuk mandi."Ratna, kita mandi bareng ya di kamar mandi sini biar cepet selesainya hehehehe". Tawar suamiku sambil tertawa."Ah gak mau aku mas. Yang ada nanti kamu malahan nafsu lagi sama aku jadi tambah lama kalo kita mandi bareng". Tolakku padanya."Bercanda toh sayang jangan marah-marah"."Kamu mandi di luar aja biar cepet". Nanti abis itu bantuin aku bawain barang-barang ke dalam mobil". Kataku padanya.Ketika akan masuk kamar mandi suamiku pun mencegahku dan memelukku erat-erat dalam keadaaan tubuh kami hanya berbalut handuk. Dia pun mulai bicara padaku."Maafin aku sayang belum bisa lepas dari minum-minuman keras. Tapi aku janji suatu saat aku bakal berhenti ngelakuin hal itu dan jadi suami dan Ayah yang baik buat keluarga kita". Katanya berjanji padaku."Aku butuh pembuktian bukan sekedar janji-janji aja mas. Kamu harus tunjukkin usaha kamu dulu buat ninggalin minuman keras. Dan kalo kamu emang udah nunjukkin niat buat ninggalin hal itu aku bakalan dukung penuh kok asalkan hal tersebut udah kamu niatin dari hati". Kataku membalas pelukannya dengan erat."Iya Ratna, aku janji aku bakal berusaha buat ninggalin minuman keras. Tapi maaf aku butuh waktu buat itu"."Ya gak apa-apa Masku sayang. Pelan-pelan dulu kamu kurangin kebiasaanmu itu nanti lama-lama kamu juga bisa berhenti total". Kataku meyakinkannya."Makasih sayang kamu emang istri yang pengertian, yaudah aku mandi dulu ya Cupp". Katanya sambil mencium bibirku. Setelah percakapan itu kami pun mandi secara terpisah.Di dalam kamar mandi aku pun membersihkan tubuhku dari keringat dan juga sperma sisa percintaan antara aku dan suamiku pagi ini. Saat sedang membersihkan vaginaku, keluarlah cairan sperma suami dan anakku Andi. "Oh sperma kalian berdua sungguh banyak dan kental di rahimku. Siapakah diantara mereka berdua yang akan berhasil membuahi rahimku?LanjutanPOV RatnaSetelah selesai berdandan aku dan suamiku pun menuju meja makan untuk sarapan bersama sekitar jam 7 pagi. Kedua anakku Sekar dan Widya pun ikut bergabung sarapan bersama kami. Pagi itu tidak terlihat Andi bersama kami. Mas Gatot menanyakan dimana Andi."Bu, tumben Andi belum bangun jam segini"."Mungkin dia kecapean kali yah habis ngerjain tugas kuliah"."Yowis aku mau tak bangunin dia dulu". Kata suamiku mencoba berdiri. Karena merasa tak enak melarang suamiku Mas Gatot membangunkan Andi karena takut dia melihat Andi dalam keadaan telanjang."Udah mas biar aku aja yang bangunin dia". Sanggahku padanya.Aku pun langsung menuju kamarnya yang ada di atas. Saat kubuka kamarnya ternyata benar dugaanku bahwa Andi sedang tertidur pulas dalam keadaan telanjang bulat. Kulihat wajahnya begitu tampan kalo sedang tertidur seperti ini. Saat kuraba, keningnya terasa agak hangat. Sepertinya Andi agak kurang enak badan hari ini.Saat kembali ke meja makan suamiku pun menanyakan bagaimana keadaan Andi kepadaku. Aku pun menjawab bahwa dia masih terlelap di kamar dan terlihat tidak enak badan."Gimana Andi Bu?" Tanya suamiku"Masih tidur yah, tadi waktu Ibu pegang keningnya juga agak anget mungkin kecapean". Jawabku pada Mas Gatot."Yowis kalo gitu si Andi jangan dipaksain buat nyusulin Ibu ke Semarang, ntar malah sakit lagi disana ngerepotin Ibu". Kata suamiku."Ya Ibu sih terserah Andinya aja pak, kalo dia kuat yo nyusul kalo ndak kuat yo ndak usah". Kataku padanya."Bu, nanti beliin aku oleh-oleh ya". Pinta Sekar padaku."Aku juga dong Bu". Sambung Widya meminta yang sama seperti Kakaknya."Iya nanti Ibu beliin kok buat kalian tenang aja". Kataku pada mereka berdua.Setelah selesai sarapan kedua putriku pun berpamitan padaku untuk pergi ke sekolah. Aku dan Mas Gatot pun membawa barang-barang ke dalam bagasi mobil. Setelah selesai aku berpamitan pada Mbok Yem pembantuku untuk menjaga rumah dan kedua putriku lalu setelah itu aku masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah.Sekitar pukul 07.45 aku pun sampai di Stasiun Solo Balapan. Aku pun segera menurunkan barang-barang dibantu oleh suamiku. Aku pun mencari kedua temanku Jeung Riana dan Jeung Mariska yang akan berangkat bersama-sama denganku ke Semarang pagi ini. Tak lama kemudian aku bertemu dengan mereka yang ternyata berada tak jauh dari tempatku berdiri."Lho Jeung Ratna sendirian aja kesini?" Tanya Jeung Riana."Ndak kok, aku diantar sama suamiku kesini". Jawabku padanya."Oh ya perwakilan dari Pemkot Solo pada kemana?" Tanyaku lagi."Mereka udah duluan berangkat tadi pagi Jeung Ratna, soalnya Pemkot banyak ngurusin soal birokrasi disana". Jawab Jeung Mariska padaku.Sedikit informasi aku bersama Jeung Riana dan Jeung Mariska merupakan tiga orang pengusaha jamu yang dipilih oleh Pemkot Solo untuk mewakili Kota menghadiri Festival Jamu se Jawa Tengah di Semarang. Jeung Riana sendiri berumur 45 tahun dengan tinggi badan sekitar 166 cm sedangkan Jeung Mariska 43 tahun dengan tinggi badan sekitar 164 cm.Mereka berdua sama-sama cantik dan awet muda tak kalah denganku. Tak lama kemudian suamiku menghampiriku sambil membawa barang-barangku. Setelah berkenalan sebentar dengan kedua temanku ini Mas Gatot pun pamit pergi karena ada urusan pekerjaan di Surabaya. Alhasil tinggallah kami bertiga di stasiun mengobrol sembari menunggu kereta datang.Sekitar jam 08.15 pun kereta kami pun datang. Kami langsung menuju kereta sambil membawa barang-barang kami lalu duduk di kursi masing-masing. Tak lama kemudian kereta kami pun berjalan. Sepanjang perjalanan kami mengobrol tentang keluarga kami."Jeung Ratna anaknya ada berapa?" Tanya Jeung Riana."Ada 3 Jeung. Yang paling tua laki-laki namanya Andi umur 19 tahun kuliah di UNS Solo. Terus yang Kedua sama ketiga perempuan Sekar kelas 2 SMA sama si Bungsu Widya masih kelas 4 SD. Kalo Jeung Riana sendiri anaknya ada berapa?" Tanyaku balik padanya."Anakku dua Jeung. Yang pertama perempuan seumuran sama anakmu Andi namanya Ambar sekarang dia kuliah di Undip Semarang. Yang kedua Aryo masih kelas 1 SMA". Jawabnya padaku."Kalo Jeung Mariska sendiri anaknya berapa?" Tanya Jeung Riana."Aku dua juga sama kayak Jeung Riana. Yang paling tua perempuan namanya Erlina baru lulus kuliah tahun ini. Yang kedua laki-laki Ilman kelas 3 SMA baru mau ujian taun depan". Jawabnya pada kami."Oh ya Jeung Ratna boleh liat foto anakmu gak? Aku penasaran mau liat wajahnya kayak apa?" Tanya Jeung Riana."Wah kenapa nih Jeung Riana? Mau dikenalin ya sama anakmu Ambar hihihi". Jawabku sambil tertawa."Ya namanya jodoh kan siapa yang tau Jeung hihihi". Tawanya padaku. Aku pun menurutinya dengan memberikan foto Andi padanya di ponselku. Jeung Riana pun memberikan foto Ambar anaknya padaku. Hhmm anaknya cukup cantik dan manis mirip dengan Ibunya."Anakmu ganteng juga ya Jeung Ratna". Pujinya padaku."Anakmu juga cantik Jeung Riana". Balasku memujinya."Oh ya nanti anakmu Ambar dateng gak di acara kita?" Tanyaku pada Jeung Riana."Pastinya dong. Nanti juga dia tidur sekamar sama aku di hotel. Cuma ya dia datangnya paling sore soalnya masih ada jadwal kuliah di kampusnya". Katanya padaku."Oh begitu". Jawabku pendek."Eh Jeung Ratna, katanya Andi anakmu mau datang juga ke Semarang hari ini". Tanya Jeung Mariska yang dari tadi lebih banyak tersenyum mendengar celotehku dengan Jeung Riana."Iya dia sih janji ke aku mau dateng cuma ya tadi pagi badannya agak demam gitu Jeung ya moga aja dia kuat nyusul ke Semarang"."Iya moga aja dia sehat ya supaya aku bisa ketemu calon mantuku hari ini" hihihi". Kata Jeung Riana sambil tertawa diikuti Juga dengan Jeung Mariska. Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua."Ihh Jeung Riana ini. Udah gak sabar banget mau besanan sama aku". Kataku tersenyum"Ya gak apa-apa toh Jeung Ratna. Biar kita jadi satu keluarga". Katanya padaku. Kami bertiga pun tertawa lepas selama di dalam kereta.Jam 10.45 kami pun sampai di Stasiun Tawang Semarang. Setelah turun dari kereta kami pun memesan taksi online untuk segera menuju Hotel Dafam Semarang. Sampai di hotel sekitar jam 11.20 rupanya orang-orang dari Pemkot Solo sudah menunggu disana. Kami pun segera menuju kamar masing-masing untuk menaruh barang-barang.Setelah menaruh barang-barang, kami pun berkumpul untuk briefing persiapan acara sore nanti di lobby hotel. Ada 3 orang perwakilan Pemkot Solo yaitu dari Dinas Pariwisata Kota Solo. Yang pertama ada Bu Tuti yang akan tidur sekamar dengan Jeung Mariska. Sisanya dua orang lagi Pak Bardi dan Pak Isman tidur di kamar lain._"Andi dimana kamu sekarang? Oh ya jangan lupa makan sama shalat Jum'at ya sayang. Maaf tadi pagi Ibu gak bangunin kamu soalnya badan kamu tadi agak anget gitu. Nanti kamu kabarin ya kalo jadi nyusul kesini"._Begitulah pesan WA yang kukirim pada anakku Andi. Sembari menunggu waktu makan siang aku pun shalat Zhuhur di kamarku. Tak berapa lama kemudian Pak Bardi dan Pak Isman pun kembali ke hotel dan kami semua pun makan siang bersama. Selama makan siang kami pun melanjutkan pembicaraan kami yang terpotong karena shalat Jum'at tentang acara nanti sore. Setelah selesai makan siang, kami pun kembali ke kamar masing-masing dan bersiap-siap untuk acara pembukaan sore nanti di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang.POV AndiTepat jam 8 pagi aku pun terbangun. Kurasakan badanku agak hangat karena semalam aku "bertempur" 3 ronde dengan Ibuku. Setelah bangun aku langsung mengambil handuk dan bergegas untuk mandi.Setelah mandi sekitar jam 08.30 kulihat semua penghuni rumah sudah pergi dan hanya menyisakan Mbok Yem pembantuku. Aku pun menanyakannya pada dia."Mbok Ibu sama Ayah pergi kemana?""Kalo Ibu pergi ke Semarang Den tadi pagi, kalo Bapak ke Surabaya hari Minggu baru pulang"."Den itu Simbok udah bikinin roti sama susu buat sarapan Aden"."Oh iya makasih ya Mbok".Aku pun memakan sarapanku dengan cepat karena pagi ini jam 9 aku ada kuliah. 10 menit kemudian aku langsung memanaskan motorku dan pergi menuju kampus.Aku sampai di kampus hampir jam 9 pagi. Setelah kuparkirkan motorku aku langsung berlari menuju ruang kelas. Untung saja aku belum terlambat masuk kelas sehingga absenku dihitung hari ini. Setelah mengikuti perkuliahan selama 2 jam lebih, aku pun keluar kelas bersantai di kantin dengan teman-temanku menunggu waktu shalat Jum'at.Tak berapa lama Ibuku mengirim pesan WA menanyakan kondisiku. Ibu mengingatkanku agar jangan lupa shalat Jum'at dan makan. Dia juga minta untuk mengabarinya jika nanti jadi menyusul ke Semarang. Aku pun tersenyum dan senang dengan perhatiannya. Aku pun membalas pesan WAnya._"Iya Bu, tenang aja aku udah baikan kok. Nanti aku berangkat sekitar jam 5 sore dari Solo"._Begitulah balasanku padanya. Tak berapa lama kemudian aku pergi menuju masjid untuk menunaikan Shalat Jum'at di kampusku ini.Setelah selesai shalat Jum'at, aku pun makan siang di kantin kampus sembari menunggu jam kuliah berikutnya. Jam 1 siang akhirnya aku kembali menjalani jam kuliah yang kedua.Setelah 2 jam menjalani kuliah, aku pun memutuskan untuk pulang. Saat akan pulang aku bertemu dengan Nita pacarku. Dia menanyakan padaku kenapa aku jarang menghubunginya belakangan ini. Aku bilang bahwa aku sibuk kuliah dan membantu Ibuku di toko jamu. Aku tak bilang padanya kalau aku sekarang menjalani hubungan terlarang dengan Ibuku sendiri.Setelah mengantarkan Nita ke rumahnya. Aku pun langsung pulang ke rumah untuk berberes-beres. Saat itu sudah pukul 4 sore. Aku pun langsung bergegas mandi dengan cepat. Setelah mandi aku langsung berpakaian dan mengambil tasku yang sudah aku persiapkan kemarin malam. Saat akan pergi aku bertemu dengan adikku Sekar."Mas Andi mau pergi kemana?""Mau nyusulin Ibu ke Semarang. Tadi dia nitip ada barangnya yang gak sempet kebawa""Oh yaudah hati-hati ya di jalan Mas"."Iya aku titip rumah sama Widya ya"."Beres bos"Aku langsung memesan taksi online menuju Stasiun Solo Balapan. Sampai di stasiun sekitar 16.55 aku langsung masuk ke dalam stasiun karena keretaku akan tiba pukul 17.15. setelah menunggu sebentar akhirnya keretaku pun tiba. Tanpa membuang waktu lama aku langsung menuju kereta dan mencari tempat duduk.POV RatnaSetelah selesai bersiap-siap kami berenam pun segera menuju Lapangan Simpang Lima Kota Semarang untuk mempersiapkan pembukaan acara. Sampai disana kami mempersiapkan stand Kota Solo serta peralatan yang akan digunakan untuk meracik jamu.Selesai berbenah, tepat pada jam 3 sore, Festival Jamu se Jawa Tengah pun resmi dibuka oleh Bapak Gubernur. Acara berlangsung begitu meriah. Dalam sambutannya Bapak Gubernur berharap bahwa festival jamu ini bisa mengangkat lagi popularitas jamu terutama di kalangan generasi milennial yang saat ini sudah mulai meninggalkan jamu karena dianggap ketinggalan zaman.Hari pertama festival jamu ini kami semua memakai baju tradisional Jawa. Aku sendiri memakai baju kebaya warna merah dengan kain batik khas Solo dengan rambut disanggul rapi dibantu oleh dua rekanku Jeung Riana dan Jeung Mariska secara bergantian. Selama acara berlangsung banyak laki-laki yang mencuri-curi pandang ke arahku.Selama acara entah kenapa aku begitu merindukan Andi. Terakhir sebelum acara dimulai aku mendapat kabar dari Andi bahwa kondisi kesehatannya sudah baikan dan akan berangkat dari Solo sekitar jam 5 sore. "Oh Andi cepetan kesini nak Ibu udah kangen sama kamu". Kataku dalam hati.Saat sedang memikirkan Andi, tiba-tiba stand kami kedatangan seorang wanita muda yang kira-kira seumuran dengan Andi. Dia langsung menghampiri Jeung Riana dan memeluknya dengan erat."Mama aku datang". Kata anak itu."Eh sayang kamu jadi toh dateng kesini?" Tanya Jeung Riana."Iya Ma, soalnya tadi udah gak ada jam kuliah, makanya aku bisa langsung nyamperin Mama kesini hehehehe". Katanya sambil tertawa kecil."Barang-barangmu mana kok gak dibawa?"Ini ada di tas aku""Kok ringan amat tas kamu?""Kan cuma nemenin Mama sampe Minggu ya aku bawa baju secukupnya aja lagian kebaya aku kan udah Mama bawa dari Solo"."Yaudah kalo gitu kamu salim dulu gih sama dua temen Mama dari Solo ini. Oh ya Jeung kenalin ini anakku Ambar yang aku ceritain tadi. Nah Ambar yang pake kebaya merah itu namanya Tante Ratna, terus yang pake kebaya ijo namanya Tante Mariska"."Halo Tante aku Ambar". Katanya sambil mencium tanganku dan Jeung Mariska.Jika kuperhatikan memang tidak salah yang dibilang Jeung Riana tadi bahwa Ambar ini memang cukup cantik. Tinggi badannya sama denganku namun badan Ambar jauh lebih ramping, payudaranya juga lumayan besar. Hari itu dia memakai kemeja putih dipadu dengan jeans ketat dan rambut yang dikuncir kuda membuat pesona gadis muda ini cukup menggetarkan hati banyak laki-laki.Saat sedang sibuk-sibuknya tiba-tiba sekitar jam 8 malam aku mendapat WA dari Andi bahwa dia telah sampai di hotel Dafam Semarang dan belum bisa masuk ke dalam kamar. Aku pun bilang padanya untuk meminta kunci kamar yang sudah kutitipkan pada resepsionis hotel sebelum berangkat tadi. Untuk meyakinkan resepsionis hotel aku pun langsung menelepon Andi dan meminta untuk berbicara dengan pihak hotel."Halo Mas ini saya Ratna penghuni kamar No XXX, itu anak saya Andi tolong dikasihkan kuncinya ya soalnya tadi sebelum berangkat kuncinya sudah saya titipkan di meja resepsionis hotel"."Baik Bu Ratna". Kata sang resepsionis.Selesai berbicara dengan resepsionis Andi langsung mengambil kembali HPnya. Aku pun mulai berbicara kembali padanya."Nak, kamu udah makan belum?""Belum Bu, oh ya acaranya selesai jam berapa?""Ya sekitar jam 9 sih nak""Wah tinggal bentar lagi dong, yaudah aku gak usah kesana ya Bu, langsung masukin barang aja ke kamar terus cari makan sambil nungguin Ibu pulang"."Iya sayang kamu gak usah kesini. Sekarang kamu taroh barang aja di kamar terus cari makan"."Ok Bu". Andi pun menutup telponnya.POV AndiSekitar jam setengah 8 kereta yang aku tumpangi pun tiba di stasiun Tawang Semarang. Dari stasiun Tawang aku langsung memesan taksi online menuju Hotel Dafam. Suasana jalanan ketika itu cukup ramai karena besok adalah akhir pekan.Tepat jam 8 malam akhirnya aku sampai juga di hotel tempat Ibu dan rombongan menginap. Aku pun langsung mengabari Ibu lewat telepon WA dan dia langsung meminta dihubungkan kepada resepsionis hotel dan meminta pihak hotel untuk memberikan kunci kamar yang dia titipkan sebelum berangkat ke tempat acara tadi.Setelah mendapatkan kunci aku pun langsung menuju kamar tempat Ibu menginap dan menaruh barang-barangku disana. Setelah itu aku memilih untuk pergi keluar mencari makan keluar hotel sembari menunggu Ibuku pulang. Aku pun memilih makan sate kambing di rumah makan yang tak jauh dari hotel. Aku makan dengan lahap karena perutku sudah sangat lapar dari tadi.Setelah menunggu hampir satu jam disitu, akhirnya aku melihat Ibu bersama rombongan telah pulang dari tempat acara. Aku pun langsung menyalami Ibu dan dia pun mengenalkanku pada semua anggota rombongan."Bapak-bapak dan Ibu-Ibu sekalian, kenalkan ini Andi anak saya yang kuliah di UNS Solo". Kata Ibuku mengenalkanku pada anggota rombongan. Aku pun langsung menyalami mereka semua. Saat itu aku tahu bahwa ada 6 orang yang bersama-sama dengan Ibuku. Ada 3 orang dari Pemkot Solo yaitu Pak Bardi, Pak Isman, dan Bu Tuti lalu ada Tante Riana dan Tante Mariska."Andi ini kenalin anak Tante namanya Ambar dia kuliah di Undip Semarang". Katanya padaku. Oh tidak dia kan Ambar temanku waktu SMA dulu. Wah dia berubah sekali dibandingkan waktu SMA dulu."Ambar, kamu kuliah disini? Ya ampun kemana aja kamu gak pernah keliatan". Kataku padanya."Lho kalian ternyata saling kenal toh". Kata Tante Riana."Ya jelaslah lah Ma, aku sama Andi kan teman satu SMA waktu di Solo dulu. Iya Ndi aku kuliah disini, ternyata dunia sempit ya hahahaha!" Kata Ambar sambil tertawa. Kulihat Ibuku dan Tante Riana pun tersenyum melihat keakraban kami.Ya tidak salah lagi dia adalah Ambar temanku waktu SMA dulu. Kulihat penampilannya jauh berubah dibandingkan waktu SMA dulu. Dia sekarang jauh lebih cantik dan terlihat lebih langsing. Bahkan dibandingkan dengan pacarku Nita sekalipun dia masih jauh lebih cantik. Kami pun memisahkan diri dan mengobrol tentang kabar teman-teman SMA dulu."Wah gak nyangka nih aku bisa ketemu kamu disini Ndi. Ternyata orang tua kita saling temenan ya hehehe". Kata Ambar dengan gayanya yang ceplas-ceplos tak pernah berubah dari dulu."Iya ya aku juga gak nyangka kita ketemu disini. Oh ya berapa orang dari sekolah kita yang kuliah di Undip selain kamu?" Tanyaku pada Ambar."Ada banyak sih Ndi. Ada Rita, Joni, Andri dan lainnya cuma ya aku beda jurusan sama mereka". Jawab Ambar padaku."Wah lumayan banyak juga ya hehehehe". Kataku sambil tertawa kecil."Eh ada yang lagi asyik ngobrol nih hehehe. Yaudah kalo gitu Mama sama yang lain tinggal ke kamar dulu ya, Andi tolong jagain Ambar jangan sampe ilang hehehe". Kata Tante Riana pamit pada kami"Beres Tante"."Ih apaan sih Mama ini urusan anak muda tau, udah deh mendingan Mama ke kamar aja duluan nanti kalo udah selesai ngobrol aku nyusul"."Yowis kalo gitu maumu". Kata Tante Riana sambil tersenyum.Saat itu kulihat wajah Ibu seperti tersenyum terpaksa sambil menatapku tajam. Apakah Ibu cemburu denganku? Saat meninggalkanku terlihat ada guratan kecemburuan di wajahnya. Entahlah mungkin nanti aku harus bicara padanya.Setelah semua rombongan masuk kamar, aku tetap melanjutkan obrolanku dengan Ambar. Kami mengobrol seru mengenai masa SMA dulu dan kesibukan kami masing-masing saat ini. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 11 malam. Karena takut kesiangan aku dan Ambar pun menyudahi obrolan kami lalu kami naik ke atas menuju kamar masing-masing.Saat masuk ke kamar kulihat Ibuku sudah tertidur pulas karena kelelahan tadi. Saat itu dia memakai kimono warna ijo dimana kaitannya sudah terlepas dan menampakkan payudaranya yang montok. Ingin rasanya kugauli Ibuku malam ini namun karena melihat dia yang sedang kelelahan maka kuurungkan niatku lalu kuikat kembali kaitan kimono tidurnya.Pagi harinya sekitar jam 4 pagi aku pun terbangun. Karena kebelet kencing aku pun langsung menuju kamar mandi untuk menuntaskan hajatku. Setelah selesai kencing aku kembali ke ranjang dan kulihat Ibuku masih tertidur dalam posisi terlentang dan kaitan kimononya kembali terlepas sehingga payudara montoknya pun terlihat."Cupp Cupp Cupp Cupp Ohh Ohh Ohh Cupp Cupp Cupp". Desahku menikmati tubuhnya.Kunikmati tubuh montoknya pagi itu dengan begitu bernafsu. Aku pun menjilati vaginanya yang merah merekah itu selama beberapa menit hingga keluar cairan pelumas dari situ. Setelah lumayan basah tanpa menuggu lama kumasukkan kontolku ke dalam memeknya."BLESS SREET BLESS SREET BLESS SREET Ohh Ohh Ohh Ohh!" Kataku mendesah saat kontolku masuk ke dalam memek Ibuku.Selanjutnya aku menggenjot Ibuku secara cepat karena sudah begitu bernafsu dengan tubuhnya. Kuciumi payudara, leher, dan anting-antingnya sembari menyodok Ibuku. Sepanjang persetubuhan itu Ibuku hanya memejamkan mata dengan desahan pelan sembari meneteskan air mata di pipinya."Ohh Bu nikmat Bu Ohh Ohh Ohh!" Kataku mendesah."Ibu cantik pake anting-anting kontolku jadi keras Bu Ohh Ohh Ohh Plak Plok Plak Plok Plak Plok Plak Plok!" Lanjutku mendesah. Mendengar desahanku air mata Ibuku tambah deras membasahi pipinya.Setelah 20 menit menyodok Ibuku kurasakan spermaku sudah mendesak ingin keluar. Kupercepat sodokanku pada memek Ibuku untuk mengejar klimaks. 5 menit kemudian aku pun tak tahan lagi. Kumasukkan kontolku sampai menyentuh mulut rahimnya lalu aku pun orgasme."Ohh Ohh Ohh aku mau keluar Bu terima ini Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Jeritku sambil menyemprotkan spermaku 8 kali ke dalam rahimnya."Ohh Ohh Ohh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Kata Ibuku mendesah pelan.Setelah klimaks aku pun ambruk diatas tubuh Ibuku. Kupeluk tubuhnya sambil kuciumi lehernya yang mulus dan anting-antingnya yang indah itu. Tak berapa lama kemudian kulihat Ibuku mulai membuka matanya dan menatapku dengan tatapan sayu. Karena penasaran akhirnya aku mulai membuka percakapan dengannya."Bu, kok Ibu nangis terus dari tadi Cupp Cupp Cupp". Tanyaku sambil mencium kening, bibir, dan pipinya."Gak apa-apa kok sayang, Ibu baik-baik aja kok". Kata Ibuku menyangkal."Ibu cemburu ya sama Ambar?" Tanyaku padanya. Ibuku pun terdiam dan kembali menangis."Tuh kan bener Ibu cemburu"."Hiks hiks hiks hiks iya nak, Ibu emang cemburu sama Ambar tapi Ibu sadar kalo kita gak mungkin selamanya kayak gini terus. Suatu saat Ibu harus ngerelain kamu nikah sama perempuan lain hiks hiks hiks". Tangis Ibuku."Bu aku belum mau nikah, aku masih pengen ginian terus sama Ibu"."Iya sayang Ibu ngerti, tapi kan kamu tahu sendiri kalo Ibu juga udah berumur. Ibu gak mungkin ngedampingin kamu terus. Suatu hari nanti Ibu harus siap untuk nyerahin kamu ke perempuan lain yang seumuran kamu sebagai pengganti Ibu". Kata Ibuku sambil mengelus wajahku."Iya Bu aku ngerti kok maksud Ibu, tapi sebelum nikah sama perempuan lain aku punya satu permintaan sama Ibu"."Kamu mau minta apa sayang"."Aku mau punya anak dari Ibu"."Ihh kamu, masak mau punya anak dari Ibu hihihi". Kata Ibuku sambil tertawa kecil."Ya sebelum aku nikah aku mau kasih kenang-kenangan sama dulu sama Ibu"."Masak kenang-kenangannya anak sih le". Kata Ibuku tersenyum manis"Ya sebagai pengingat kalo kita pernah bersama Bu hehehehe". Kataku tertawa."Yowislah kalo gitu maumu. Tapi cuma sekali aja ya abis itu ya kamu cepetan cari jodoh buat nampung spermamu yang over produksi ini hihihi". Kata Ibuku sambil tertawa."Bu aku mau nambah". Pintaku padanya."Tuh kan baru dibilangin udah langsung minta"."Abisnya Ibu cantik, montok terus pake anting-anting lagi Ohh Cupp Cupp Cupp". Kataku menciumi kening, bibir, dan anting-antingnya."Ihh kamu nih isi otaknya cuma anting-anting Ibu aja yang dipikirin. Yaudah buruan gih tuntasin nafsumu tapi yang cepet ya soalnya jam 7 kita udah harus siap". Kata Ibuku mengingatkan.Akhirnya kami pun melanjutkan kembali persetubuhan tersebut. Kali ini kami melakukannya dengan lebih panas dari biasanya. Mungkin Ibuku cemburu dengan kedekatanku dengan Ambar maka dia melayani permainanku dengan bersemangat."Ohh Ibuku yang cantik aku mau hamilin Ibu Ohh Ohh Ohh"."Ohh iya sayang ayo hamilin Ibu dulu sebelum hamilin orang lain Ohh Ohh Ohh". Desah Ibuku.Kami pun bermain dengan berbagai macam gaya pagi itu. Ibuku berpesan agar tidak mencupangnya supaya tidak dicurigai oleh teman-temannya. Aku pun mengerti dan hanya mencium dan menjilati tubuhnya saja.Setelah 30 menit rupanya spermaku sudah terasa mendidih ingin dikeluarkan. Kupercepat sodokanku pada memek Ibuku dan saat akan keluar kumasukkan kontolku dalam-dalam sampai menyentuh mulut rahimnya dan spermaku pun menyemprot."Ohh aku keluar Bu, terimalah benihku ini Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Teriakku sambil menyemprotkan spermaku sebanyak 6 kali tembakan ke dalam rahimnya."Ohh Ohh Ibu juga keluar sayang Ohh Ohh CREETT CREETT CREETT CREETT!" Jerit Ibuku sambil memelukku erat-erat.Akhirnya aku pun ambruk menindih tubuh Ibuku dari atas. Kami pun berciuman dan berpelukan mesra pagi itu."Gimana udah puas belum anak Ibu hihihihi". Kata Ibuku sambil mencubit hidungku."Hhhmmm, kalo sekarang sih puas Bu, gak tau deh kalo nanti". Kataku sambil tersenyum"Ihh kamu hiperseks banget sih nak". Senyumnya padaku."Biarin kan sama Ibuku sendiri". Balasku padanya.Pagi itu kami pun saling bercengkrama mengenai acara hari ini. Sesekali kami saling berciuman dan menggelitik tubuh masing-masing hingga merasa geli. Karena merasa harus siap-siap Ibuku pun mengajakku mandi."Nak mandi yuk, badan kita udah lengket semua nih ntar kita kesiangan lagi"."Sebentar Bu, aku masih pengen mainin anting-anting Ibu dulu". Kataku sambil memainkan anting-anting Ibuku."Ihh Andi kamu kok kolokan banget sih. Kan dari awal tadi kamu udah mainin anting-anting Ibu emangnya belum puas apa?""Ihh Ibu sebentar aja kok maininnya Cupp Cupp". Kataku sambil mencium anting-anting di kedua telinganya."Aduh kamu ini manja banget, yaudah tapi mainin anting-antingnya sebentar aja ya abis itu kita mandi bareng biar cepet". Kata Ibuku pasrah menuruti kemauanku.Akhirnya aku tetap menindih tubuhnya sambil memainkan anting-anting emasnya yang cantik. Aku pun juga memeluknya erat-erat sembari mencium leher dan payudaranya yang montok itu. Setelah 10 menit berlalu akhirnya aku dan Ibu pun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mandi bersama di pagi itu.Di dalam kamar mandi kami pun bermain sekali lagi di bawah guyuran shower. Seakan belum puas aku pun meminta Ibu untuk mengocok kontolku di sewaktu mandi hingga cairan spermaku menyemprot membasahi wajah dan payudaranya. Sehabis mandi bersama kami pun keluar lalu bersiap-siap untuk berpakaian.POV RatnaSetelah selesai mandi dan berdandan di Sabtu pagi ini jam 7 pagi, aku dan Andi memutuskan untuk keluar kamar menemui anggota rombongan yang lain yang sudah menunggu di restoran hotel. Kami berdua langsung menuju restoran untuk makan pagi bersama.Hari ini aku mengenakan kebaya warna hijau dengan kain batik khas Solo untuk bawahannya. Andi sendiri juga mengenakan Beskap warna hijau lengkap dengan Blangkon. Saat sarapan pagi aku duduk bersama Jeung Riana dan Jeung Mariska, lalu perwakilan dari Pemkot Solo seperti Pak Bardi, Pak Isman dan Bu Tuti duduk semeja, sedangkan Andi duduk bersama Ambar sambil asyik bercengkrama."Ambar sama Andi akrab banget ya". Katanya sambil tersenyum padaku."Namanya juga teman dari SMA Jeung ya wajar lah kalo akrab". Balasku padanya.Setelah selesai makan, kami semua langsung menuju lokasi tempat pameran akan dilaksanakan. Setelah sampai kami pun merapikan stand dan tepat jam 9 pagi acara pun kembali dibuka.Di hari kedua ini, kebanyakan yang datang adalah turis baik itu lokal maupun mancanegara. Mereka sangat tertarik dengan produk jamu yang kami bawakan. Kehadiran Ambar dan Andi di festival ini cukup membantu bagi kami karena mereka berdua memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang jauh lebih baik dibandingkan kami generasi orang tua.Saat istirahat makan siang, kulihat Jeung Riana mulai mendekati Andi dan Ambar. Sepertinya dia begitu senang dengan bantuan dari kedua muda-mudi ini. Dia pun mulai membuka percakapan."Wah kalian hebat ya, bisa presentasiin produk jamu yang Mama bawa ke bule-bule itu, kalo gak ada kalian mungkin kita bakal kebingungan ngejelasin ke mereka, maklum Tante gak terlalu lancar bahasa Inggrisnya hehehehe". Seloroh Jeung Riana."Gak apa-apa Tante, kita berdua juga seneng kok bisa bantu-bantu disini sekalian ngelatih bahasa Inggris kita ya gak Mbar?" Jawab Andi sambil melirik pada Ambar."Iya Ma tenang aja, pokoknya selama aku sama Andi disini, semua urusan pasti beres deh". Jawab Ambar dengan percaya diri. Jeung Riana pun hanya tersenyum mendengar jawaban mereka.Acara pun terus berlanjut hingga malam hari. Pengunjung semakin banyak berdatangan ingin mencoba produk jamu kami. Aku pun senang bahwa produk jamu yang kami bawa disukai oleh banyak konsumen. Ya selama 2 hari ini aku mendapatkan keuntungan yang lumayan dari penjualan jamu di festival ini. Oh iya di festival Jamu kali ini juga ada kontes stand terbaik se Provinsi.Acara pun berakhir pada pukul 9 malam. Kami semua pun pulang ke hotel dengan rasa capai namun puas karena stand kami tergolong paling ramai diantara stand dari Kabupaten/Kota lain. Sampai di hotel kami semua berpisah dan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.Sampai di kamar aku dan Andi langsung membuka baju kami hingga hanya menyisakan pakaian dalam masing-masing. Kulihat penis Andi mengeras di balik celana dalamnya. Dia pun mendekat dan memeluk tubuhku dengan erat. Aku yang sedang kecapaian pun menolak ajakannya."Nak, Ibu capek banget nih seharian ngelayanin pengunjung. Kalo mau besok pagi aja ya mainnya". Kataku lembut."Yah Ibu, aku udah nafsu banget nih sekarang". Kata Andi merajuk."Udah besok aja ya sayang sekarang Ibu mau mandi dulu". Kataku padanya."Yaudah deh, tapi janji ya Bu". Pinta Andi"Iya sayang udah ya Ibu mau ke kamar mandi dulu". Kataku sambil melepaskan pelukannya lalu mengambil handuk dan menuju kamar mandi.Setelah selesai mandi, aku pun keluar dari kamar mandi dan menyuruh Andi gantian mandi. Setelah mengeringkan badan dan rambut malam itu aku kembali memakai kimono tidur warna ijo tanpa BH dan celana dalam. Sembari menunggu Andi mandi aku pun duduk di tepi ranjang sembari memikirkan kejadian hari ini.Ya aku melihat Andi memang sangat cocok dengan Ambar. Mereka sepertinya mempunyai ketertarikan satu sama lain. Sebagai seorang Ibu aku cukup senang dengan keakraban mereka berdua walaupun jujur aku belum rela melepas Andi ke dalam pelukan wanita lain. Kuakui cintaku pada Andi sekarang ini bukan hanya sekedar cinta seorang Ibu ke anaknya tetapi lebih kepada cinta seorang wanita kepada kekasihnya.Tak lama kemudian Andi pun keluar dari kamar mandi. Tanpa malu dia langsung melepaskan handuk yang melilit tubuhnya sehingga penis besarnya yang menjuntai lemas terlihat olehku. Dia pun langsung memakai kaos dan celana pendek lalu langsung naik ke ranjang dan merebahkan diri di sampingku.Melihat Andi yang sudah berbaring aku pun juga ikut merebahkan diri di sampingnya dan memeluknya dari samping. Aku pun mengajaknya mengobrol."Sayang, kamu kenapa? Masih laper?" Tanyaku pada Andi."Gak kok, aku udah kenyang Bu"."Kok mukanya cemberut gitu? Marah ya karena gak dapet jatah malem?" Tanyaku lagi sambil mengelus kepalanya. Andi pun hanya diam membisu."Yaudah sekarang terserah kamu deh mau meluk, mau cium, atau mau pegang anting-anting Ibu tapi abis itu jangan cemberut lagi ya sayang". Kataku sambil mengibaskan rambutku ke belakang sambil memperlihatkan anting-antingku untuk membujuknya agar tidak ngambek lagi.Mendengar ucapanku tadi, Andi pun langsung memelukku erat-erat lalu menciumi wajah dan anting-antingku. Tangannya pun sekarang berada di telingaku sambil memegang anting-antingku dan berkata."Ibu cantik kalo pake anting-anting, aku sayang Ibu CUPP!" Katanya sambil mencium bibirku."Iya Ibu tau sayang, yaudah tidur yuk, besok kan hari terakhir kita disini CUPP!" Kataku juga membalas ciuman bibirnya. Tak lama kemudian kami tertidur dalam posisi saling memeluk.Pagi harinya sekitar jam setengah 5 aku merasakan tubuhku bergerak-gerak dan seperti ada yang menindihku dari atas. Saat kubuka mataku kulihat Andi sedang menyodok-nyodokkan penisnya ke dalam vaginaku. Aku pun hanya tersenyum menatapnya."Aduh anak Ibu udah nafsu aja sih pagi-pagi". Kataku padanya."Ohh Ibu cantik, teteknya gede, pake anting-anting Ohh Ohh Ohh!" Katanya meracau tak jelas."Ahh Ahh pelan-pelan sayang. Punya Ibu ngilu disodok sama kamu Ahh Ahh".Pagi itu kami melakukannya dengan panas. Kali ini kami berganti-ganti gaya dari gaya misionaris, gaya miring,doggie style, sampai gaya memangku. Semua itu kami lakukan dengan penuh nafsu dan kasih sayang.Terakhir Andi pun meminta agar kembali ke posisi misionaris seperti di awal. Aku pun tahu jika Andi meminta posisi ini tandanya dia akan segera orgasme. Memang setiap kali orgasme dia suka sekali jika dalam posisi misionaris karena dia bisa bebas melihat tubuhku dari depan. Biasanya ketika akan klimaks yang akan jadi sasaran ciumannya kalo tidak bibir, leher, anting-anting, atau kedua payudaraku yang jadi sasaran pelampiasannya.Setelah kembali dalam posisi misionaris, kembali Andi menyodok-nyodokkan penisnya dengan kuat ke dalam vaginaku. Sesekali dia sengaja memasukkan penisnya dalam-dalam hingga menyentuh mulut rahimku. Sepertinya Andi memang ingin membuatku hamil anaknya.15 menit kemudian, sodokan Andi kian brutal pada vaginaku. Aku pun maklum kalo dia akan segera orgasme. Tak berapa lama kemudian Andi pun menyodokkan penisnya dalam-dalam sampai menyentuh mulut rahimku dan berteriak."Ohh Ibu cantik pake anting-anting aku mau keluar Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Teriak Andi sambil menciumi anting-antingku dan menyemprotkan spermanya dengan deras sebanyak kurang lebih 10 kali ke dalam rahimku."Ohh Ibu juga keluar nak Ohh Ohh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Teriakku yang juga orgasme menyirami kontol Andi sebanyak 6 kali semprotan. Jujur ini adalah orgasme keempatku pagi ini. Kalau dengan suamiku paling hanya 1 kali orgasme dan biasanya hanya satu ronde. Tapi dengan Andi dalam satu ronde saja dia mampu membuatku orgasme sampai 4 kali.Sambil mengatur nafas aku melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah 6 pagi. Berarti kami melakukannya selama 1 jam penuh. Aku kagum dengan tenaga perkasa Andi."Sayang udah puas belum, Ibu capek banget nih ditindih sama kamu". Pintaku padanya sambil mengelus-elus kepalanya."Puas sih Bu, tapi aku masih pengen mainin anting-anting Ibu". Katanya manja sambil mencium leherku dan tangannya memainkan anting-anting di kedua telingaku."Kamu nih setiap hari kerjaannya mainin anting-anting Ibu terus, gak bosen apa?" Tanyaku lembut sambil kembali mengelus-elus rambutnya."Gak Bu, soalnya Ibu emang cantik banget kalo pake anting-anting. Nanti kalo aku punya uang aku bakal beliin Ibu anting-anting emas yang lebih bagus dari yang Ibu pake sekarang". Janjinya padaku."Yowis tak tunggu janjimu lho Ndi". Jawabku padanya.Akhirnya pagi itu kubiarkan Andi menindih tubuhku sambil mulutnya mencium dan menjilati payudaraku serta kedua tangannya memainkan anting-anting emas di kedua telingaku. Aku pun hanya bisa tersenyum merasakan sisi kekanak-kanakan Andi yang memang tidak pernah hilang dari dulu. Jika seperti ini biasanya naluri keibuanku muncul dan aku hanya bisa pasrah dan tersenyum membiarkan tingkah kolokan Andi anak lelakiku satu-satunya ini.Setelah setengah jam dalam posisi menindih tubuhku tepat jam 6 pagi, aku meminta Andi agar turun dari tubuhku dan mengajaknya untuk mandi dan bersiap-siap di hari terakhir festival ini. Dia pun menuruti permintaanku lalu bangkit dari tubuhku dan duduk di tepi ranjang. Awalnya dia meminta untuk mandi bersama namun aku dengan tegas menolaknya karena tahu ujung-ujungnya dia akan kembali terangsang dan meminta untuk kembali menyetubuhiku padahal waktu sudah mepet.

bab 5

POV AmbarPerkenalkan namaku Ambar Cokrowardoyo usiaku 19 tahun dengan tinggi badan 166 cm berat 54 kg dan ukuran payudara 34B. Aku berasal dari Kota Solo dan saat ini aku sedang berkuliah di salah satu universitas negeri di Kota Semarang. Postur tubuhku yang langsing dan tinggi semampai membuatku banyak dikagumi lelaki.Ambar CokrowardoyoAkhir pekan ini aku disuruh Mama untuk membantunya dalam festival Jamu se Jawa Tengah. Ya Mamaku sendiri adalah seorang pengusaha Jamu bernama Riana Cokrowardoyo berusia 45 tahun. Beliau membuka usaha jamu sedari aku kecil untuk mengisi waktu luang dan menambah penghasilan keluarga. Papaku bernama Hartono Cokrowardoyo berusia 48 tahun seorang PNS tingkat eselon di lingkungan Pemkot Solo.Aku ingat Mamaku dulu membuka usaha jamu karena penghasilan Papaku sebagai PNS jauh dari mencukupi. Ya kami dulu hidup pas-pasan karena Papaku saat itu masih berpangkat rendah. Namun seiring berjalannya waktu usaha Mamaku semakin maju dan juga karier Papa berkembang sehingga mampu menyekolahkan aku dan adikku Aryo yang saat ini berusia 16 di kelas 1 SMA di sekolah terbaik di Kota ini.Jujur awalnya aku agak malas untuk ikut Mama karena setahuku festival jamu itu hanyalah acara untuk orang-orang tua seperti Mamaku. Namun karena Mama mendesakku akhirnya sebagai anak yang berbakti aku pun menuruti permintaan Mamaku untuk membantunya selama 3 hari.Pada hari Jum'at awal ketika aku datang ke acara tersebut memang benar yang hadir disitu adalah orang-orang seumuran Mamaku seperti Tante Mariska dan Tante Ratna plus rombongan dari Pemkot Solo seperti Pak Bardi, Pak Isman dan Bu Tuti. Hari pertama festival kujalani dengan penuh kebosanan.Namun malamnya tidak ternyata ada hal tidak diduga. Ternyata teman SMAku Andi juga ikut disini! Baru kuketahui rupanya Andi adalah anak kandung Tante Ratna teman satu rombongan Mamaku sesama pengusaha jamu dari Kota Solo. Ya Andi dulu merupakan teman satu SMAku dan dulu kami juga lumayan sering main bersama semasa di sekolah dulu.Kulihat dia jauh lebih ganteng dibandingkan sewaktu SMA dulu. Kami pun langsung akrab ketika bertemu dan mengobrol tentang kabar teman-teman SMA dulu. Keakrabanku dengan Andi rupanya diperhatikan oleh Mama. Sepertinya dia menyukai kedekatanku dengan Andi walaupun hubungan kami sebenarnya masih sebatas teman bermain karena masing-masing dari kami sudah memiliki pacar.Keesokan harinya aku dan rombongan termasuk Andi mengenakan baju khas tradisional Jawa seperti Beskap dan Kebaya. Hari kedua itu jatuh pada hari Sabtu dimana banyak pengunjung yang datang kebanyakan adalah turis baik lokal maupun mancanegara.Dari semua anggota rombongan yang berjumlah 6 orang, terlihat kemampuan bahasa asing mereka agak terbatas. Ya Mamaku dan Tante Ratna Ibunya Andi beserta dan anggota yang lain sering kikuk ketika akan menjelaskan produk jamu mereka ke wisatawan mancanegara. Sebagai mahasiswa jurusan Bahasa Inggris aku pun turun tangan mengatasi hambatan bahasa ini.Aku membantu menjelaskan produk jamu yg dipamerkan kepada turis mancanegara agar mereka mengerti seperti apa minuman jamu dan berbagai khasiatnya. Selain aku, Andi juga membantu menjelaskan kepada turis-turis tersebut walaupun bahasa Inggrisnya tidak selancar diriku namun aku maklum dia karena memang bukan mahasiswa bahasa.Ketika sedang beristirahat makan siang dengan Andi, Mamaku memuji kami berdua karena sudah membantu mempresentasikan produk-produk jamu kepada para turis mancanegara. Saat itu Andi menjawab bahwa apa yg kami lakukan semata-mata hanya untuk melatih kemampuan komunikasi bahasa Inggris saja. Walaupun begitu Mama terlihat senang dengan kinerja kami berdua.Setelah menjalani festival seharian akhirnya tepat jam 9 malam acara pun berakhir. Kami pun langsung menuju hotel untuk beristirahat. Sampai di hotel kami semua pun berpisah menuju kamar masing-masing. Saat sampai di kamar Mama pun nyeletuk padaku."Mbar, tadi Mama liat kamu cocok banget deh sama Andi". Kata Mama sambil tersenyum."Cocok apanya nih Ma, jadi supir aku gitu hehehehe". Kataku bercanda padanya"Husshh kamu ini! Bukan supir tapi suami tau". Tegur Mamaku dan meyakinkanku."Apa suami? Ya gak kali Ma, aku sama Andi tuh temen main dari SMA mana mungkin nikah". Bantahku pada Mama."Gak usah bohong, Mama bisa liat kok tatapan mata kamu ke Andi itu beda bukan kayak dari temen ke temen". Sergah Mama padaku yg akhirnya membuat pipiku tersipu. Jujur hubunganku dengan Randy saat ini memang kurang harmonis dikarenakan kesibukan dia sebagai aktivis BEM kampus dan kuakui tebakan Mama memang tepat."Udah ah Mama jadi ngawur ngomongnya. Aku mau mandi nih badan udah keringetan semua dari tadi". Tepisku lalu ngeloyor ke kamar mandi."Yowislah kalo gitu Cah Ayu". Kata Ibuku sambil tersenyum.POV AndiHari ini adalah hari terakhir festival. Acara yang berlangsung tidak terlalu padat dan hanya tinggal penutupan dan pengumuman pemenang stand terbaik. Karena hanya tinggal penutupan aku dan Ibu hanya berpakaian santai begitu juga anggota rombongan yang lain. Pagi itu tepat jam 8 kami pun pergi menuju tempat festival.Sampai di tempat festival, kami pun tetap melayani pengunjung yang tidak terlalu banyak itu. Ya hari ini semua berjalan cukup santai tidak seperti hari kemarin yang sangat melelahkan.Sekitar jam 1 siang setelah istirahat jam makan siang dimulailah pengumuman pemenang stand terbaik. Suasana cukup mendebarkan ketika itu. Kami pun berharap bahwa kota kami lah yang akan jadi pemenangnya."Pemenang stand terbaik tahun ini, jatuh kepada... Kota Surakarta!" Teriak MC acara ketika mengumumkan hasilnyaAkhirnya Kota Solo dinobatkan sebagai pemenang kategori stand terbaik di festival jamu kali ini. Kami semua pun larut dalam sukacita. Sebagai perwakilan Ibuku, Tante Riana dan Pak Bardi maju ke atas panggung dan menerima hadiah dari Gubernur Jateng berupa uang sebesar Rp 10 juta rupiah. Saat sambutan, Pak Bardi selaku perwakilan Pemkot Solo mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan berharap festival jamu ini akan selalu diadakan setiap tahun untuk memajukan industri jamu di Jawa Tengah.Acara penutupan pun selesai sekitar jam 3 sore. Kami semua pun kembali ke hotel untuk bersiap-siap pulang. Sewaktu dalam perjalanan ke hotel aku pun baru ingat bahwa adikku Sekar dan Widya menitip oleh-oleh padaku sewaktu akan berangkat kemarin. Aku pun mengutarakan pesan itu sambil minta maaf karena terlupa menyampaikannya.Sampai di hotel sekitar jam setengah 4 sore akhirnya rombongan pun berpisah. Pak Bardi, Pak Isman dan Bu Tuti akan kembali pulang ke Solo naik kereta karena besok mereka harus masuk kerja dan laporan pada atasannya di Dinas Pariwisata. Tante Riana akan menginap di kontrakan Ambar karena ada urusan keluarga yang penting."Bu, kita pulangnya naik apa?""Nanti kita pesan taksi online aja ya sistem borongan biar praktis soalnya mau beli oleh-oleh dulu buat adik-adikmu". Jawab Ibu padaku.Sore itu, aku dan Ibu pun bersiap-siap untuk packing dan mandi sore. Aku pun mandi duluan saat itu sementara Ibu memesan taksi online yang akan kami tumpangi sampai Solo. 15 menit kemudian selesai aku mandi saat keluar aku pun bertanya pada Ibu."Bu, udah dapet belum taksinya?""Udah sayang, harganya sekitar 200 ribu, tapi nanti kita tambahin uang bensin dan bisa mampir beli oleh-oleh dulu". Kata Ibuku."Ok". Jawabku pendek.Tak lama kemudian Ibu pun langsung masuk ke kamar mandi sementara aku langsung memakai baju ganti berupa kaos polo putih dan celana Chino berwarna coklat lalu kumasukkan pakaian kotor ke dalam koper. Sekitar 20 menit kemudian Ibu pun keluar kamar mandi. Aku pun bingung karena jarang sekali Ibu mandi secepat itu."Tumben Bu mandinya cepet hehehe". Kataku sambil tertawa kecil."Soalnya kita udah kesorean, kalo lama nanti malah gak sempet beli oleh-olehnya". Kata Ibuku sambil berdandan memakai lipstik dan make up tipis di wajahnya. Selesai berdandan, aku dan Ibu pun keluar kamar dan menuju lobi untuk check out dan melakukan pembayaran. Setelah selesai check out kami pun menunggu pesana taksi online di lobi hotelTak lama kemudian tepat jam 16.45 taksi online yang kami pesan sudah tiba di gerbang hotel. Saat itu mobil yang digunakan adalah Toyota Avanza warna hitam. Pengemudi adalah Bapak-bapak memakai kemeja putih dan celana jeans seumuran Ayahku bernama Pak Wasis. Dia dengan ramah menyapa kami berdua dan membantu memasukkan barang-barang ke dalam mobil lalu setelah itu aku pun masuk duduk di kursi depan samping sopir sementara Ibuku duduk di kursi belakang."Bu, kita mau langsung ke Solo apa ke tempat lain dulu?" Tanya Pak Wasis pada Ibuku."Kita ke tempat oleh-oleh Bandeng Juwana Elrina Pamularsih dulu ya pak, abis itu baru kita jalan ke Solo". Jawab Ibuku pada Pak Wasis."Ok Bu". Jawab Pak Wasis.Mobil kami pun berjalan dari Hotel Dafam menuju tempat berjualan Bandeng Juwana. Sore itu suasana Kota Semarang cukup ramai namun untungnya tidak macet sehingga tepat jam 17.05 kami pun sampai di tempat oleh-oleh Bandeng Juwana Elrina Pamularsih. Aku dan Ibu pun turun dan langsung berkeliling mencari Bandeng yang menjadi kesukaan keluarga kami.Selesai belanja rupanya waktu sudah menunjukkan pukul 17.50 dan sudah masuk waktu Maghrib. Ibu pun meminta Pak Wasis untuk menuju pom bensin karena ingin shalat dan supaya Pak Wasis juga sekalian bisa mengisi bensin."Pak kita langsung ke Pom Bensin aja ya biar Bapak bisa ngisi bensin sekalian saya numpang juga shalat disitu."Nggih Bu". Jawab Pak Wasis.Kami pun lalu menuju Pom Bensin yang terdekat dari situ. Sampai disitu aku dan Ibu pun turun untuk Shalat sedangkan Pak Wasis mengantri untuk membeli bensin dengan uang yang sudah diberikan Ibuku sebelum turun tadi sebesar Rp 150 ribu. Saat akan Shalat aku pun berkata pada Ibuku."Bu, Shalatnya dijamak aja ya Maghrib sama Isyanya biar gak repot". Kataku padanya"Iya nak Ibu ngerti, yaudah gih kamu Imamin Ibu sekarang. Balas Ibuku.Akhirnya kami pun shalat dengan menjamak Maghrib dan Isya. Setelah selesai shalat kami pun menuju mobil yang telah terparkir di samping Mushalla. Saat aku masuk mobil rupanya Pak Wasis pun izin bilang sakit perut dan ingin shalat juga. Karena tak enak maka aku mengizinkannya."Mas, maaf perut saya sakit nih, Ibu gak apa-apa kankan nungguin dulu?" Tanyanya padaku dan Ibuku."Yo rapopo toh pak, yowis tak tungguin nang kene". Kata Ibuku maklum.Akhirnya Pak Wasis pun keluar dari mobil dan menuju kamar mandi. Jujur walaupun Pak Wasis keliatan ramah pada kami namun tak bisa dipungkiri bahwa dia keliatan tertarik dengan Ibuku. Sewaktu berkendara tadi Pak Wasis selalu melihat Ibuku yang duduk di belakang menggunakan kaca spion dalam. Sepertinya Pak Wasis bernafsu dengan Ibuku yang mengenakan T-Shirt agak ketat lengan pendek sehingga payudaranya tercetak ketat dan juga rambut yang dikuncir kuda sehingga lehernya yang putih mulus dan anting-anting emas di kedua telinganya terekspos bebas.15 menit sudah aku menunggu Pak Wasis, karena penasaran aku pun keluar dari mobil dan bilang pada Ibu bahwa aku ingin kencing. Aku pun langsung kencing berdiri di urinoir yang ada di. Setelah kencing dari dalam kamar mandi kudengar desahan seperti orang masturbasi. Karena penasaran aku pun mengintip melalui lubang pintu dan benar saja Pak Wasis sedang masturbasi menyebut nama Ibuku."Ohh Bu Ratna cantik Ohh Ohh Ohh". Begitulah suara desahan Pak Wasis di kamar mandi. Tak lama kemudian CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Pak Wasis pun menyemprotkan spermanya yang berwarna putih kental dan lumayan banyak itu mengenai dinding kamar mandi. Setelah beberapa saat mengumpulkan nafas, Pak Wasis pun membersihkan sisa-sisa spermanya lalu keluar dari pintu."Lho Mas ke kamar mandi juga, kirain masih di dalam mobil". Terang Pak Wasis padaku."Iya soalnya Bapak tadi lama banget makanya aku jadi kepengen kencing juga". Kataku pada Pak Wasis.Oh gitu, yaudah yuk kita berangkat Mas. Takutnya nanti kemaleman sampe Solonya. Kata Pak Wasis berusaha tenang."Ayo pak saya juga udah selesai kencing nih". Ajakku juga. Kami pun keluar kamar mandi lalu segera menuju mobil.Ketika berjalan ke tempat mobil diparkir aku pun mengumpat pada Pak Wasis dalam hati. "Dasar supir mesum, untung aja ada aku, kalo gak mungkin Ibuku sudah diperkosa olehnya". Geramku padanya dalam hati.Setelah sampai di mobil Pak Wasis pun meminta maaf pada Ibuku karena agak lama di kamar mandi. Ibuku pun memakluminya dapat menyuruh Pak Wasis melanjutkan perjalanan. Akhirnya tepat jam setengah 7 malam kami meninggalkan pom bensin untuk melanjutkan perjalanan menuju Solo.Sepanjang perjalanan Ibu banyak mengobrol dengan Pak Wasis. Walaupun mesum tapi sopir ini ternyata ramah juga. Dia bilang kalau dia asli dari Salatiga namun tinggal di Semarang bersama istri dan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. Sepanjang perjalanan aku lebih banyak diam dan hanya sesekali menimpali obrolan mereka.Saat memasuki Km 20 jalan tol Semarang-Solo, karena sepanjang perjalanan tadi banyak minum, aku merasa ingin pipis dan perutku pun terasa lapar. Karena sudah tak tahan aku pun bilang pada Pak Wasis."Pak disini ada rest area ndak?" Tanyaku padanya."Ada sih mas di Km 22 memangnya kenapa?""Saya mau pipis nih pak udah gak tahan". Kataku padanya."Oh kalo gitu kita sekalian makan juga ya soalnya ini juga udah jam makan malam". Timpal Ibuku yang sepertinya mengerti kalo anaknya selain kebelet pipis juga sedang lapar."Yaudah ini saya kebut sedikit ya, kayaknya si masnya udah gak tahan banget nih". Kata Pak Wasis agak memacu mobilnya.Tak lama kemudian mobil pun tiba di rest area Tol Semarang-Solo Km 22. Aku dan Ibu pun turun untuk mencari toilet. Sepertinya Ibu juga ingin pipis sama sepertiku. Saat menemukan toiletnya kami pun masuk sesuai jenis kelamin masing-masing. Aku pun selesai lebih dulu setelah itu 5 menit kemudian Ibuku pun keluar dari kamar mandi dan mengajakku makan."Nak, kita ajak Pak Wasis makan juga ya, kayaknya dia kelaparan juga tuh". Bujuk Ibuku."Yaudah kita ke mobil aja sekarang, mungkin dia lagi istirahat sekarang". Kataku padanya.Kami pun berjalan menuju parkiran mobil. Saat tiba di parkiran tempat mobil berada benar saja Pak Wasis sedang menidurkan kursi kemudinya sembari beristirahat leyeh-leyeh. Aku pun membangunkannya dan mengajaknya makan bersama."Pak, ayo ikut makan sama kita yuk. Bapak pasti lapar nyetir terus dari tadi". Bujukku padanya."Ah yang bener nih mas, jadi gak enak nih saya". Kata Pak Wasis sungkan."Bener Pak, daripada nanti bapak kelaperan pas nyetir". Bujuk Ibuku padanya."Yowislah, tapi pertama saya terima kasih banget lho Bu udah diajakin makan". Katanya sembari bangun lalu keluar dari mobil dan mengunci pintu."Iya gak apa-apa pak, ayok kita makan". Ajak Ibuku pada Pak Wasis.Akhirnya kami pun berjalan dari parkiran dan sampai di food court. Aku pun memesan nasi lalapan Ayam, Ibuku memesan nasi lalapan Ikan Bawal, sedangkan Pak Wasis memesan Nasi Soto Ayam. Kami makan dengan lahap karena sudah sangat kelaparan. Selama makan kami melanjutkan obrolan di mobil tadi. Ternyata sebelum menjadi supir taksi online Pak Wasis adalah seorang pegawai di salah satu perusahaan swasta yang lumayan terkenal di Kota Semarang.Dia keluar karena merasa gajinya tidak memadai dengan pengabdiannya di perusahaan tersebut maka dia memutuskan untuk keluar dan memanfaatkan mobil yang dibeli dari penghasilannya selama jadi pegawai swasta untuk bergabung dengan perusahaan aplikasi transportasi online. Pantas saja selama mengobrol dengan Ibu tadi wawasannya cukup luas dan bisa nyambung dengan Ibuku.Setelah makan kami pun keluar dari rest area untuk kembali melanjutkan perjalanan. Suasana malam di tol cukup lengang sehingga Pak Wasis bisa mengemudi dengan kecepatan tinggi. Aku pun gantian mengobrol dengan Pak Wasis sedangkan Ibuku rupanya sudah terlelap karena kecapean.Sekitar jam 09.45 akhirnya mobil yang kami tumpangi telah sampai di depan rumah. Aku dan Pak Wasis pun membangunkan Ibuku yang tertidur di kursi belakang lalu membuka bagasi dan mengeluarkan koper beserta barang-barang bawaan aku dan Ibuku. Aku pun membuka pagar rumah dan membawa semua barang-barang ke depan pintu rumah sementara Ibu masih di depan pagar menyelesaikan pembayaran dengan Pak Wasis."Bu, Mas, saya pamit dulu ya mau pulang. Makasih juga udah ditraktir makan tadi". Katanya pamit."Iya sama-sama pak, hati-hati di jalan ya". Balas Ibuku."Nggih Bu, Assalamualaikum". Kata Pak Wasis."Waalaikumsalam Pak". Jawabku padanya. Setelah itu Pak Wasis pun menutup kaca mobil dan pergi dari hadapan kami.Setelah Pak Wasis pergi aku dan Ibu menutup pagar rumah dan Ibu mengeluarkan kunci rumah yang ada di sakunya dan membuka pintu. Saat pintu terbuka aku lalu membawa masuk barang-barang kami sementara Ibu berteriak memanggil Sekar dan Widya. Tak lama kemudian kedua adikku yang cantik itu pun keluar kamar dan menuju ruang tamu tempat aku dan Ibu berada"Sekar, Widya! Ibu pulang bawa oleh-oleh kesukaan kalian nih". Kata Ibuku memanggil keduanya. Mereka berdua pun datang menghampiri Ibuku lalu mencium tangannya."Wah Bandeng Presto ya, aku suka banget nih". Kata Sekar."Bandengnya buat aku bawa bekal besok ah". Timpal adik bungsuku Widya."Yowis kalo gitu tolong masukin ke kulkas bandengnya terus kalian tidur besok Senin musti sekolah". Perintah Ibu pada mereka berdua. Akhirnya setelah Bandeng-bandeng itu dimasukkan ke dalam kulkas, kedua adikku pun pergi ke kamarnya masing-masing untuk tidur.Setelah mereka berdua tidur aku dan Ibu pun lanjut mengeluarkan pakaian kotor kami dan menaruhnya di tempat cucian. Setelah itu aku pun naik ke kamarku di lantai atas sambil membawa koperku dan menaruhnya di dekat meja belajar. Aku pun mengganti pakaianku dengan baju kaos tanpa lengan dan celana pendek lalu berbaring sebentar di atas ranjang.Sampai di kamar kulihat Ibu sudah berganti baju dengan kimono tidur warna merah. Melihat kedatanganku Ibuku pun tersenyum menanyakan maksud kedatanganku."Kamu ngapain malem-malem gini ke kamar Ibu? Mau minta jatah ya hihihihi". Tanya Ibuku sambil tertawa kecil."Bu, Ayah kapan pulangnya?" Tanyaku pada Ibu."Besok baru pulang emangnya kenapa? Eh itu kok 'burungmu' nonjol gitu sih?" Tanya Ibuku melihat tonjolan kontolku di balik celana pendek yang kupakai. Aku pun langsung mendekat lalu memeluknya erat-erat."Bu, main yuk malem ini, Sekar sama Widya kan udah tidur". Ajakku pada Ibu."Aduh, Ibu capek sayang besok aja ya". Kata Ibuku menolak."Kalo besok Ayah keburu pulang Bu, sekarang aja ya". Kataku ngotot."Yowislah, tapi mainnya di kamarmu aja ya biar aman". Kata Ibuku pasrah menuruti keinginanku."Ok Bu, tak tunggu di kamar yo". Kataku melepaskan pelukan lalu keluar dari kamar Ibu dan kembali ke kamarku.Saat sampai di kamar, aku sudah melepaskan seluruh pakaianku hingga telanjang bulat. Kontolku yang berwarna coklat kemerahan dengan panjang 18 cm dan diameter 4 cm sudah mengacung tegak minta dipuaskan. Tak lama kemudian Ibuku pun masuk dan langsung mengunci kamarku. Saat melihat ke arahku dia takjub dengan ukuran kontolku yang super besar ini."Ihh udah nafsu aja tuh burungnya hihihihi". Kata Ibuku mulai membuka kaitan kimononya hingga terlepas lalu terlihatlah tubuh putih montok Ibuku yang sudah tidak mengenakan apa-apa lagi di balik kimono merahnya. Ibuku pun berjalan perlahan mendekatiku lalu mendorongku hingga terlentang di atas ranjang."Slurp Slurp Slurp Slurp Slurp Slurp!" Bunyi hisapan mulut Ibu pada kontolku."Iya terus Bu Ohh Ohh!" Racauku pada Ibu.Aku pun memegangi kepala Ibuku ketika dia sibuk menghisap kontolku. Ibuku menghisapnya dengan rakus dan ia memijit urat-urat yang ada di kontolku seolah-olah tahu dimana titik rangsangan yang tepat. Mendapat perlakuan seperti ini dari Ibu aku merasa sungguh nikmat sekali malam ini.15 menit sudah Ibuku menghisap kontolku. Karena aku tak mau klimaks di mulutnya aku pun minta beliau menghentikannya dan gantian aku yang menghisap memeknya."Bu, gantian ya sekarang aku yang jilatin punya Ibu". Kataku meminta padanya."Iya sayang, ayo sekarang jilatin tempik Ibu". Perintah Ibuku padaku.Akhirnya kami pun berganti posisi. Sekarang kutelentangkan Ibuku di atas kasur lalu aku pun mulai menghisapi memek Ibuku. Terlihat memeknya sudah keliatan agak basah akibat percumbuan kami tadi."Slurp Slurp Slurp Slurp Slurp Slurp Ahh Ahh Ahh!""Ahh terus sayang jilatin punya Ibu Ohh Ohh!"Kujilati dan kuhisap terus memek Ibuku sampai terlihat banjir. Ibuku pun terus mendesah tiada henti. 10 menit kemudian Ibuku pun mendesah mencapai klimaks.Ahh Ahh Ahh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Desah Ibuku yang klimaks hingga air maninya muncrat membasahi wajahku. Sejenak kubiarkan Ibuku istirahat menikmati orgasmenya.Setelah Ibuku mulai bisa mengatur nafasnya, aku pun mulai naik ke atas tubuhnya. Kulihat wajah Ibuku tersenyum ketika melihatku naik ke atas tubuhnya. Wajah kami saling bertemu saat itu, dengan reflek kuciumi bibir Ibuku dan kami melakukanfrench kiss dengan cukup panas. Kontolku di bawah pun mulai mencari sarangnya untuk dimasukkan. Ketika kontolku tepat berada di bibir memeknya kurasakan tangan Ibuku memegangi kontolku dan membantunya untuk dimasukkan ke dalam memeknya."BLESS SREET BLESS SREET BLESS SREET BLESS BLESS BLESS!" Masuklah kontolku yang besar dan panjang ini ke dalam memeknya."Ohh sempit Bu, enak Ohh Ohh!" Lenguhku merasakan jepitan memek Ibuku.Selanjutnya aku pun mulai menggerakkan kontolku keluar masuk memeknya. Kurasakan liang memeknya begitu menjepit nikmat. Selama ngentot kuciumi wajah leher, anting-anting dan payudaranya."Ohh Ibuku yang cantik pake anting-anting Ohh Ohh Ohh Cupp Cupp!" Desahku sambil menciumi anting-anting emas di kedua telinganya secara bergantian."Ohh iya sayang ayo lakuin sesukamu". Kata Ibuku mendesah sambil memejamkan mata.15 menit kemudian aku minta Ibuku berganti gaya, semula dia menolak karena lelah, namun dengan sedikit kupaksa akhirnya dia mau juga. Kali ini kami melakukan posisidoggie style. Kumasukkan kontolku dari belakang dan mulai menyodoknya. Kali ini terasa pantat Ibuku yang montok dan padat itu beradu dengan selangkanganku. Kusodok memek Ibuku dengan cepat sambil sesekali kuciumi punggungnya. "Plak Plok Plak Plok Plak Plok Plak Plok"! begitulah bunyi sodokan kontolku pada memeknya saat itu.misionaris seperti semula. Ibuku pun menurutinya dan akhirnya kami kembali ke posisi awal dimana aku di atas sedangkan Ibuku dibawah.5 menit dalam posisi ini, rupanya kantong spermaku mulai mendidih. Kusodok lebih dalam memek Ibuku hingga menyundul-nyundul mulut rahimnya. Saat akan klimaks kusodok memek Ibuku dalam-dalam sambil berteriak."Ohh Ohh Ibu aku keluar Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Keluarlah semprotan spermaku sebanyak 8 kali menyirami mulut rahimnya."Ohh Ibu juga keluar sayang Ohh Ohh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Desah Ibuku yang juga telah mencapai klimaks. Karena kelelahan seperti biasa, tubuhku pun ambruk menindih tubuh Ibuku.Saat ini aku hanya mencium dan mengusel-uselkan kepalaku di kedua payudaranya yang montok sembari tanganku memainkan anting-anting emas di kedua telinganya. Melihat tingkahku itu Ibuku pun hanya tersenyum sambil mengelus-elus rambutku dengan lembut."Udah puas belum cah Bagus?" Tanya Ibuku padaku."Hhhmmm... Puas sih, tapi gak tau ya kalo nanti mau lagi"."Ih dasar anak muda gak ada puasnya". Kata Ibuku menjambak rambutku dengan gemas."Bu, aku ada usul nih Ibu mau gak?" Tanyaku padanya."Yo ngomong aja toh nak, emangnya kamu mau usul apa?" Tanya Ibuku."Begini Bu... Ppssstt ppssstt ppssstt". Usulku sambil berbisik padanya."Hhhmmm gimana ya nak, soalnya itu butuh dana yang gak sedikit sih". Respon Ibuku ketika mendengarkan usulanku."Tapi Ibu ada uangnya kan?" Tanyaku pada Ibu."Kalo uang sih ada cuma ya takutnya Lastri sama Ningsih jadi curiga sama Ibu". Kata Ibuku ragu-ragu."Ya Ibu bikin alasanlah gimana caranya, daripada kita sembunyi-sembunyi terus kayak gini". Kataku pada Ibu."Yowis tak pikirkan usulmu itu, sekarang Ibu tak balik ke kamar yo le". Pinta Ibuku padaku. Karena nafsuku kembali naik maka aku pun mencegahnya kembali ke kamar sekarang."Bu, jangan balik dulu, aku masih mau nambah lagi". Pintaku pada Ibu."Aduh kamu ni gak ada puasnya ya baru aja 10 menit kelar udah minta lagi". Keluh Ibuku sambil tersenyum."Abisnya ngeliat anting-anting Ibu goyang-goyang terus dari tadi udah tetek Ibu padet banget neken dadaku jadinya kontolku ngaceng lagi Bu". Rengekku pada Ibu sambil memegang anting-anting emasnya."Kamu nih ya isi otaknya dari dulu cuma anting-anting sama tetek Ibu aja yang dipikirin". Kata Ibuku sambil mengelus kepalaku."Pokoknya aku mau nambah sekarang". Ngototku pada Ibu."Yowis sakarepmu le". Ibuku pun pasrah melihat kengototanku.Akhirnya kami pun kembali memulai ronde kedua. Kali ini Ibuku hanya bersikap pasif sementara aku terus menyodok memeknya dengan brutal. Entah kenapa ronde kedua ini aku begitu bernafsu mungkin karena aku teringat dengan peristiwa Pak Wasis di pom bensin tadi membuatku terbakar api cemburu. Setelah menyodoknya kurang lebih 30 menit, kantong spermaku kembali mendidih."Ibu, aku keluar lagi Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Kembali kusemprotkan spermaku sebanyak 6 kali ke dalam rahimnya."Ohh Ohh Ibu juga keluar nak Ohh Ohh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Teriak Ibuku pelan.Setelah klimaks kembali tubuhku ambruk menindih tubuh Ibuku. Aku merasakan kenikmatan yang amat sangat pada malam ini. Kulihat wajah Ibuku begitu lemas akibat pertempuran malam ini. Namun walau begitu tetap terlihat guratan kepuasan di wajahnya. Kami pun saling berciuman dan berpelukan mesra untuk beberapa saat.10 menit kemudian Ibuku yang sudah ngantuk berat pamit untuk kembali ke kamarnya."Ibu balik ke kamar ya sayang, udah ngantuk berat nih". Pinta Ibuku."Sebentar Bu, aku mau ciumin anting-anting Ibu dulu". Pintaku padanya."Aduh kamu ini nak, yaudah deh tapi cepetan ya". Kata Ibuku."CUPP CUPP CUPP CUPP CUPP CUPP! Ohh aku pengen punya istri kayak Ibu. Cantik, montok, putih, pake anting-anting, pinter, baik hati Ohh". Kataku sambil menciumi anting-antingnya lalu memeluknya erat-erat. Kulihat air mata Ibuku menetes mendengar perkataanku tadi."Ibu kenapa nangis?" Tanyaku padanya."Ah gak apa-apa kok nak. Iya nanti Ibu doain ya supaya kamu dapat istri yang cantik, montok, putih, pake anting-anting, terus pintar dan baik hati kayak Ibu". Jawab Ibuku mencoba tersenyum sambil menghapus air matanya."Makasih ya Bu". Kataku kembali memeluknya."Tapi nak, nanti kalo dapat istri yang kayak Ibu jangan kamu sia-siain ya. Kamu harus bisa bahagiain istrimu nanti."Iya Bu aku janji"."Yaudah kalo gitu Ibu balik ke kamar ya Ndi, kamu juga istirahat soalnya besok kan kuliah lagi". Nasihat Ibuku padaku."Iya Bu". Jawabku pendek.Akhirnya aku pun turun dari tubuh Ibuku dan berbaring terlentang. Ibu sendiri kembali mengambil kimono merahnya yang berserakan di lantai kamarku dan kembali memakainya. Tak lupa sebelum keluar dia mengambil botol Aqua berukuran besar di kamarku dan meminumnya dalam jumlah banyak. Sepertinya Ibu kehausan akibat pertempuran malam ini. Setelah meminumnya sambil tersenyum padaku dia pun membuka pintu kamarku dan pergi meninggalkanku sendirian. Setelah Ibu pergi aku yang juga kelelahan langsung mengambil selimut dan tertidur lelap."Kira-kira apa ya yang dibisikkan Andi kepada Ibu? Jawabannya tunggu di episode selanjutnya"POV RatnaAkhirnya festival jamu yang telah terselenggara selama 3 hari di Kota Semarang pun telah selesai dengan sukses. Kota Surakarta pun mendapatkan penghargaan sebagai penata stand terbaik. Ya hasil kerja kerasku dan rombongan telah terbayar dengan lunas.Hari Minggu sore aku dan Andi pun memutuskan untuk pulang ke Solo. Karena ingin praktis dan lebih bebas, kami pulang dengan memakai jasa taksi online. Sebelum pulang aku masih sempat membelikan oleh-oleh Bandeng Juwana untuk kedua putriku di Solo. Saat itu kami disopiri oleh seorang driver bernama Pak Wasis yang ramah dan supel namun terlihat agak "genit" terhadapku.Sampai di rumah aku pun memanggil kedua putriku Sekar dan Widya untuk menyimpan oleh-oleh Bandeng Juwana yang aku bawa untuk mereka ke dalam kulkas. Setelah itu sebelum masuk kamar aku menaruh baju-baju kotorku ke dalam ember cucian lalu bersama dengan Andi kami masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.Sampai di kamar aku menaruh koper dan barang-barangku lalu aku berganti baju dengan memakai kimono warna merah untuk tidur malam ini. Saat akan tidur tiba-tiba Andi masuk ke dalam kamarku dalam keadaan "burungnya menonjol" dari balik celananya. Sambil memelukku dia memintaku untuk "melayaninya". Semula aku menolak karena alasan capek.Malam itu aku dan Andi menghabiskannya dengan bercinta dan saling memuaskan satu sama lain. Seperti biasa, setiap kali bercinta pasti Andi selalu memainkan payudaraku yang montok dan anting-anting emasku. Aku yang sudah terbiasa dengan tingkah kolokannya ini hanya tersenyum sambil mengelus-elus kepalanya.Sewaktu kami bercinta malam itu, Andi mengutarakan bahwa kalau nanti menikah, ia ingin punya istri sepertiku. Mendengar itu tak terasa air mataku mengalir. "Oh Andi seandainya undang-undang tidak melarang, Ibu juga mau jadi istrimu nak karena jujur Ibu sangat mencintaimu sayang, namun Ibu sadar hal itu tidak mungkin terjadi karena kita Ibu dan anak kandung.Semoga suatu saat nanti kamu bisa menemukan wanita yang bisa menggantikan posisi Ibu saat ini". Kataku dalam hati sambil berurai air mata. Melihat aku menangis Andi pun bertanya padaku namun kutampik dan hanya bilang bahwa bahwa aku akan mendoakan dia agar nanti dapat istri sepertiku dan berpesan padanya agar jadi suami yang baik dan tidak menyiapkan-nyiakan istri.Tak lama kemudian aku pun keluar dari kamar menuju ke kamarku. Sebelum tidur aku pun membersihkan tubuhku dari sisa-sisa percintaanku dengan Andi tadi di kamar mandi. Selesai membersihkan badan aku pun rebahan di ranjangku sambil memikirkan rencana yang Andi bisikkan padaku tadi. Ya rencana yang bagus namun aku masih pikir-pikir untuk melaksanakannya.Saat sedang tertidur pulas, tiba-tiba kurasakan ada seseorang yang menindihku. Vaginaku juga terasa disodok-sodok oleh penis yang keras. Ketika kubuka mataku, ternyata suamiku yang baru pulang dari luar kota sedang "menikmati" tubuhku. Kulihat matanya yang merah dan seperti biasa, bau alkohol begitu kuat dari aroma mulut dan tubuhnya."Ohh Ohh Ohh Ohh Ohh Aaaarrrrggghhhh!" Teriak suamiku seperti sedang kesetanan menyodok vaginaku."Ahh mas kamu minum lagi ya Ahh Ahh!"Suamiku tidak menghiraukanku dan terus saja menyodok sambil menciumi wajah dan leherku. Ya memang seperti inilah tingkahnya jika menyetubuhiku dalam keadaan mabuk berat.Karena sodokan dan cumbuannya padaku lama-lama aku pun ikut larut menikmati permainan ini. Kubalas ciuman suamiku dan kugoyang-goyangkan pinggulku sebisanya. Setelah 15 menit kami bercinta rupanya suamiku sudah akan klimaks. Dipercepat lah sodokan penisnya pada vaginaku hingga membuatku juga hampir mencapai orgasme."Ohh Ohh Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT Aaaarrrrggghhhh!" Geram suamiku sambil menyemprotkan spermanya 8 kali ke dalam rahimku."Ahh Ahh aku keluar Mas Ahh Ahh CREETT CREETT CREETT CREETT!" Teriakku yang juga mencapai klimaks.Setelah puas menyetubuhiku, suamiku pun ambruk menindih tubuhku sambil tertidur pulas. Malam ini tubuhku terasa sangat lemas karena setelah mengikuti festival jamu yang melelahkan selama 3 hari, sampai dirumah aku masih harus melayani "Kangmas Prabu" yaitu suamiku Mas Gatot dan "Pangeranku" Andi keedua lelaki yang sangat kucintai dalam hidupku.Saat tertidur, kupandangi wajah suamiku Mas Gatot. Walaupun aku sering kesal dengan ulahnya yang suka mabuk dan sering sibuk diluar rumah namun sebenarnya dia adalah Ayah yang baik dan suami yang penyayang. Dia memang tidak dekat dengan anak-anaknya dan cenderung bersikap keras dan tegas namun itu semua ia lakukan demi kebaikan untuk masa depan Andi, Sekar dan Widya.Tak lama kemudian suara adzan Subuh berkumandang. Rupanya hari sudah pagi. Aku harus bangun untuk shalat Subuh dan membangunkan Sekar dan Widya dan karena mereka masuk sekolah pagi. Kugeser tubuh suamiku dan menelentangkannya lalu kuselimuti untuk menutupi ketelanjangannya. Selanjutnya aku bangkit dari ranjangku lalu mengikat kimonoku kembali lalu keluar kamar untuk membangunkan Sekar dan Widya dan shalat Subuh.POV Andi2 Minggu KemudianSetelah festival jamu berakhir, aku kembali ke rutinitas ku sebagai mahasiswa yaitu kuliah dan mengerjakan tugas. Ya sehari-hari aku menghabiskan waktuku di kampus untuk belajar karena saat ini aku sedang menghadapi masa-masa UTS.Hubunganku dengan Ibu setelah festival jamu tersebut berjalan seperti biasa. Namun karena ada Ayah dan kedua adikku, hubungan intim antara kami berdua tidak bisa sesering seperti sebelumnya. Apalagi di saat aku menghadapi UTS kali ini otomatis perhatianku pada Ibu agak berkurang karena aku harus konsentrasi belajar.Setelah melewati masa-masa UTS muncul masalah baru dalam hidupku. Nita pacarku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. Alasannya karena aku kurang perhatian padanya dan hanya mementingkan diriku sendiri. Jujur aku sangat marah dengan kejadian ini namun aku tidak bisa berbuat apa-apa karena memang belakangan ini aku memang lebih sibuk dengan kegiatan kuliah dan organisasi kampus sehingga perhatian padanya agak berkurang.Namun yang membuatku terpukul adalah, tak lama setelah putus denganku Nita rupanya langsung memiliki kekasih baru. Lebih parahnya kuketahui bahwa mereka mulai menjalin hubungan sejak aku dan Nita masih bersama. Aku pun menjadi putus asa atas kejadian ini.Tak lama setelah aku mencoba mengontak Ambar. Aku pun curhat padanya mengenai hubunganku dengan Nita yang berakhir menyakitkan. Tak kusangka bahwa Ambar pun juga baru saja putus dari pacarnya yang bernama Rendy. Ya kami rupanya juga sedang sama-sama patah hati. Aku pun bertanya padanya kapan pulang ke Solo.Dia menjawab setelah UTS dia akan pulang ke Solo dalam waktu dekat karena dia ada waktu libur sebentar dan memanfaatkannya untuk pulang ke Solo untuk menenangkan diri. Aku pun mengajaknya untuk ketemuan kalo sempat dan dia menyanggupinya hari Sabtu ini. Aku pun senang karena bisa jalan bareng dengan Ambar.Tepat di hari Sabtu malam aku dan Ambar pun memutuskan untuk ketemuan di salah satu Mall di Kota Solo. Malam itu kami berdua makan malam sambil nonton di bioskop untuk mengusir rasa penat diantara kami berdua. Sepanjang malam itu dia curhat masalah pacarnya dulu yang posesif dan berusaha mengontrol Ambar.Setelah selesai makan dan nonton aku mengantarkan Ambar pulang ke rumahnya naik sepeda motorku. Sepanjang perjalanan dia memeluk pinggangku dengan erat dari belakang. Tak lama kemudian aku pun sampai di rumah Ambar."Ndi, makasih ya udah ngajakin jalan tadi, kalo gak mungkin aku bisa suntuk kali malem mingguan cuma dirumah aja"."Sama-sama Mbar, aku juga seneng banget kamu udah mau aku ajak jalan". Kataku padanya."Oh ya Mbar, rumahmu kok kayaknya sepi banget, emang pada kemana?" Tanyaku lagi."Biasalah udah pada tidur kali, kamu mau masuk gak?" Tawar Ambar padaku."Wah gak usah deh Mbar lagian ini udah malem juga, yaudah aku pulang dulu ya, salam buat Mama kamu". Kataku pamit padanya."Yaudah hati-hati di jalan, salam juga buat Ibumu". Balas Ambar padaku.Akhirnya aku pun meninggalkan rumah Ambar dan pulang menuju rumahku. Sepanjang perjalanan aku memikirkan tentang bagaimana kelanjutan hubunganku dengan Ambar kedepannya. Ya aku mulai jatuh cinta padanya walaupun di satu sisi aku juga masih mencintai Ibuku. "Ah aku jadi bingung memikirkan ini semua" kataku dalam hati.Sampai dirumah saat masuk kedalam kulihat semua penghuni rumah sudah dalam keadaan tertidur. Aku pun mencoba masuk ke kamar kedua orang tuaku. Saat masuk ke dalam kulihat kedua orang tuaku dalam keadaan tertidur sambil berpelukan. Jujur aku cemburu melihat mereka tidur dalam keadaan mesra seperti ini namun aku sadar bahwa mereka adalah suami istri yang sah jadi wajar saja jika tidur dalam keadaan seperti itu.Di dalam kamar aku langsung mengganti bajuku dan rebahan di atas ranjang. Aku memikirkan bagaimana caranya agar bisa dekat kembali dengan Ibu. Oh ya apakah Ibu menuruti rencana yang aku bisikkan sebulan yang lalu ketika aku dan dia bercinta sepulang dari festival jamu. Jujur aku tidak pernah menanyakan hal itu kepada Ibu karena sibuk dengan kegiatanku.LanjutanPOV AndiTak terasa sudah lewat beberapa hari setelah peristiwa kencan dengan Ambar. Selama itu pula aku mencoba untuk mendekati Ibuku kembali. Namun kulihat respon Ibuku biasa-biasa saja seperti layaknya perhatian seorang Ibu kepada anaknya.Oh ya belakangan ini kulihat ada perubahan pada Ibuku. Dia semakin rajin beribadah seperti shalat dan mengaji. Ibu juga mulai rajin menghadiri pengajian Ibu-ibu komplek rumahku. Bukan itu saja, belakangan ini kulihat Ibu juga mulai suka memakai jilbab walaupun tidak dipakai setiap hari namun karena jilbabnya itulah membuat sepasang anting-anting emas nan indah di telinganya menjadi tertutupi.Aku berpikir apakah karena ini Ibu menjadi berubah terhadapku. Jujur aku belum mau kehilangan Ibu dan belum siap untuk mengakhiri hubungan ini. Ya aku harus kembali meluluhkan hati Ibuku.Tepat seminggu setelah aku jalan bersama Ambar akhirnya hari Sabtu kembali tiba. Hari ini kondisi rumahku praktis hampir kosong. Ayahku seperti biasa ada proyek di luar kota dan baru akan kembali pada hari Senin. Kedua adikku Sekar dan Widya ada acara kemah pramuka di sekolahnya masing-masing dan baru akan kembali ke rumah pada Minggu siang.Sabtu sore ini sekitar jam 5 sore setelah pergi bermain di rumah temanku aku pun langsung memacu sepeda motorku meluncur ke toko jamu Ibuku. Disana kulihat suasana sudah sepi karena memang kalo hari Sabtu Ibuku hanya membuka toko sampai sore hari tidak seperti hari Senin sampai Jum'at yang terkadang bisa sampai jam 9 malam baru Ibu menutup tokonya.Saat masuk kulihat Ibuku yang memakai baju lengan panjang warna putih dan rok yang panjangnya hampir semata kaki bermotif bunga-bunga berwarna merah sedang merapikan jamu-jamu yang ada di rak. Melihat kedatanganku Ibu pun tersenyum."Bu, Lastri sama Ningrum kemana? Kok gak keliatan?" Tanyaku tentang kedua pegawai yang bekerja di toko jamunya."Mereka berdua udah pulang Ndi, kan kamu tau kalo hari Sabtu Ibu cuma buka toko sampe sore". Jawab Ibu padaku.Setelah itu aku pun berinisiatif membantu Ibu merapikan jamu-jamu yang ada di rak dan membawanya ke gudang penyimpanan jamu yang ada di pojok lantai satu. Setelah merapikan semua barang-barangnya saat aku dan Ibu masih di depan pintu gudang, secara reflek memeluk Ibuku dengan erat."Bu, aku kangen". Kataku pada Ibu sambil memeluknya erat-erat."Ibu sebenarnya juga kangen, tapi kamunya sibuk terus sih belakangan ini jadi Ibu pikir kamu udah bosen sama Ibu". Kata Ibu melepaskan pelukanku dengan nada kecewa sambil memperlihatkan wajah cemberutnya."Gak Bu, aku gak bosen sama Ibu, maaf ya kemaren karena aku sibuk UTS sama organisasi jadi gak sempet merhatiin Ibu". Kataku meminta maaf sambil memeluknya kembali dengan erat."Iya Ibu ngerti kamu punya kegiatan di kampus tapi mbok ya sesibuk-sibuknya jangan cuekin Ibu juga toh". Kata Ibuku yang juga membalas pelukanku sambil mengingatkanku."Iya aku janji, sesibuk apapun aku bakal tetep berusaha merhatiin Ibu, udah ya sekarang Ibu jangan marah lagi kayak kemaren-kemaren". Janjiku padanya."Iya sayang, Ibu gak marah lagi kok". Katanya sambil melepaskan pelukanku dan memperlihatkan senyum manisnya.Setelah bercengkrama cukup lama dengan Ibuku, aku berinisiatif mengajaknya pulang ke rumah karena hari sudah semakin gelap. Namun Ibuku malah berkata lain."Bu, kita pulang yuk, udah gelap nih". Ajakku padanya."Udah pulangnya nanti aja, sekarang kita keatas dulu yuk". Ajak Ibuku sambil menarik tanganku ke lantai dua toko jamu kami.Saat naik ke lantai dua Ibuku pun membuka pintu ruangan yang biasanya menjadi tempatnya beristirahat. Saat dibuka tidak disangka bahwa ruangan ini berubah total. Kamar ini sekarang sudah berubah menjadi lebih rapih dan juga dilengkapi AC dan juga spring bed plus lemari dan meja rias untuk Ibuku berdandan.Ya sebenarnya sewaktu berhubungan intim dengan Ibuku sebulan yang lalu aku mengusulkan pada Ibuku untuk memperbaiki kamar tempatnya beristirahat di toko dengan menambahkan AC dan mengganti kasur lipatnya menjadi spring bed yang nyaman. Ya aku mengusulkan ini karena tahu bahwa jika kami terus melakukannya di rumah maka resiko untuk ketahuan baik oleh Ayah, kedua adikku dan Mbok Yem akan semakin besar."Wah Ibu, ternyata saranku kemarin Ibu turutin juga. Ini Ibu keluar uang berapa buat bikin kamar kayak gini?" Tanyaku padanya."Iya kira-kira habis sekitar 20 juta sayang". Jawab Ibuku sambil mengelus kepalaku."Kok mahal banget Bu?" Tanyaku kembali."Kan sekalian sama kamar mandi juga nak, coba deh kamu liat kebawah". Perintah Ibuku padaku.Aku pun akhirnya turun ke bawah dan langsung menuju ke kamar mandi yang letaknya persis di sebelah tangga. Saat dibuka benar saja Ibu mengganti closet jongkok yang dulu ada menjadi closet duduk lengkap dengan shower kecil di sebelahnya. Saat kucek kondisi closet dan dan juga shower kecilnya menyala dengan baik."Wah makasih ya Bu, aku jadi sayang deh sama Ibu". Kataku sambil memeluknya erat-erat."Iya sayang yaudah malem ini kita tidur disini ya". Ajak Ibuku."Tapi aku gak bawa baju Bu, gimana dong?" Tanyaku kebingungan padanya."Tenang aja, baju, celana sama handuk kamu udah Ibu siapin kok di lemari, sekarang kamu mandi ya, terus abis itu kita pesen delivery aja buat makan malem"."Ok Bu". Jawabku pendek."Oh ya, sebelum mandi, motormu tak masukin aja ke dalem, kalo dibiarin diluar ntar dicuri orang lagi". Ujar Ibuku mengingatkanku."Iya Bu". Turutku padanya.Aku pun segera memasukkan motorku ke dalam toko jamu Ibuku. Untung saja lintasan di depan pintu toko Ibuku didesain landai sehingga aku bisa memasukkan motorku ke dalam ruangan tokonya. Setelah memasukkan motorku aku pun bergegas untuk mandi.Setelah mandi dan berganti baju, sembari menunggu Ibuku yang sedang gantian mandi. Aku menyalakan televisi mencari acara yang bagus untuk ditonton. Aku juga sudah memesan makanan berupa paket pizza daging dan minuman plus salad untuk mengisi perut kami berdua di malam Minggu ini.Tepat jam 7 malam pesanan kami pun tiba. Saat itu Ibuku juga baru selesai mandi dan langsung bersantap malam bersamaku di atas meja toko sambil menonton TV. Malam itu Ibu memakai tank top merah dan celana pendek warna hitam menampakkan keseksian tubuhnya. Malam itu kami makan dengan lahap karena kelaparan.Setelah makan aku dan Ibu lanjut nonton TV sambil bercengkrama tentang acara TV yang lumayan lucu di malam Minggu ini. Tak lama kemudian Ibu pun menawarkan jamu padaku."Mau minum jamu gak malem ini?" Tanya Ibuku."Jamu apa Bu?" Tanyaku balik pada Ibu."Ya jamu biar kamu seger mau gak?" Tawar Ibuku lagi."Yaudah deh Bu aku mau". Kuterima tawarannya."Yowis tunggu sebentar yo". Kata Ibuku.Ibu pun langsung bergegas mengambil jamu bubuk yang ada dan langsung meracik dan menyeduhnya dengan air hangat. Setelah itu dia memberikannya padaku dan Ibuku juga meminum jamu yang dia racik sendiri.Kurasakan jamu yang diberikan oleh Ibuku agak pahit namun aku tetap meminumnya sampai habis. Memang benar kata Ibu setelah minum jamu badanku terasa segar dan kuat. Namun ada efek lain. Rupanya jamu yang diberikan Ibuku membuat kontolku mengeras luar biasa dibalik celana pendekku. Nafsu seksku menjadi naik berlipat-lipat ganda."Bu, aku pengen". Ujarku padanya."Yaudah kamu tutup dulu rolling doornya ya". Perintah Ibuku padaku.Aku pun langsung bergegas menutup rolling door toko sehingga tidak akan ada yang tahu aktivitas kami selama di dalam. Setelah menutup rolling doornya aku dan Ibu langsung bergegas naik menuju lantai atas tempat dimana kamar berada.Saat sampai di kamar, aku pun langsung menutup pintu dan kami pun saling berpelukan dan berciuman mesra. Ya kami berciuman sambil meraba tubuh masing-masing. Tak lama kemudian kami saling melepaskan pakaian yang dikenakan hingga aku dan Ibu telanjang bulat. Setelah sama-sama tidak berpakaian kami pun berjalan bersama menuju ranjang.Saat sampai di ranjang aku pun langsung menindih Ibuku dalam posisi 69. Kujilati memek Ibuku sementara Ibu mengulum kontolku. Malam itu kami saling mencumbu dan merangsang satu sama lain."Slurp Slurp Slurp Slurp Slurp". Begitulah bunyi hisapan mulut Ibuku pada kontol besarku.Setelah 15 menit saling bercumbu membuat kontolku mengeras seperti batu. Karena sudah tidak tahan aku pun meminta Ibuku untuk tidur terlentang. Aku pun langsung menindih tubuh Ibuku menciumi wajah, leher, dan anting-antingnya. Kuarahkan kontolku ke depan pintu memeknya. Menyadari kontolku sudah berada di depan pintu memeknya, Ibuku pun menggunakan tangannya memegang kontolku dan memasukkannya ke dalam memeknya."BLESS SREET BLESS SREET BLESS SREET BLESS OHH OHH OHH OHH!" Desahku saat kontolku mulai memasuki memek Ibuku yang lembut nan menjepit ini."OHH OHH OHH OHH!" Begitulah bunyi desahan Ibuku.Selanjutnya aku pun mulai menyodok memek Ibuku dengan kencang. Setelah hampir 10 hari tidak bersetubuh akhirnya aku bisa kembali menikmati tubuh mulus Ibuku."Plak Plok Plok Plak Plok Plak Plok Plak!" Begitulah bunyi sodokan kontolku pada memek Ibuku."Ohh Ibu nikmat Ohh Ohh Ohh!" Racauku padanya."Ohh sayang Ibu juga nikmat Ohh Ohh Ohh!"Setelah 10 menit dalam posisi misionaris aku pun meminta Ibu menungging. Ibu pun menurutinya lalu melepaskan kontolku dan menungging menghadap ranjang membelakangiku. Tanpa waktu lama aku pun segera memegang pantatnya yang montok lalu kuarahkan kontolku menembus memeknya dari belakang "BLESS SREET BLESS SREET BLESS SREET!Setelah 10 menit dalam posisi menungging, aku meminta Ibuku kembali ke posisi misionaris. Dengan senang hati Ibu pun menuruti kemauanku. Akhirnya kami pun kembali ke posisi awal dimana aku menindih Ibuku dari atas. Kupercepat sodokanku sambil menikmati payudara montok dan anting-anting emasnya yang indah."Bu, aku mau keluar! Terima ini Ohh Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Kusemprotkan spermaku sebanyak 15 kali ke dalam rahimnya dan membuat mata Ibuku terbelalak kaget karena merasakan semprotan spermaku yang sangat banyak, kental, dan panas ke dalam rahimnya."Ahh banyak banget spermamu Andi! Ibu juga keluar Ahh Ahh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Teriak Ibuku yang juga sudah mencapai orgasmenya.Setelah pertempuran itu aku pun ambruk menindih tubuh Ibuku. Seperti biasa aku pun mengusel-uselkan kepalaku ke payudaranya yang montok sambil kedua tanganku memainkan anting-anting indahnya."Udah puas belum sayang?" Tanya Ibuku manis."Belum Bu, nanti aku pasti minta nambah lagi". Kataku manja padanya."Spermamu banyak banget toh le, emang udah berapa lama gak dikeluarin". Kata Ibuku sambil mengusap-usap kepalaku dengan penuh kasih sayang."Udah hampir 10 hari Bu, ini juga berkat jamu Ibu makanya spermaku jadi berlimpah". Kataku memeluknya dengan erat."Dasar kamu ini". Ujar Ibuku membalas pelukanku."Oh ya, kamu minggu lalu jadi jalan sama Ambar?" Tanya Ibuku lagi."Iya Bu". Jawabku padanya"Pergi ngapain?" Tanya Ibuku lagi."Ya jalan sama nonton Bu, hehehehe". Kataku sambil tertawa kecil."Hhhmmm gitu ya, pantesan dari kemaren kamu cuekin Ibu, jadi udah asyik sama gandengan barunya". Ujar Ibuku sambil mencemberutkan wajahnya."Ih enggak Bu, sampe sekarang Ibu tetep nomor satu buat aku kok CUPP". Kataku membujuk dan mencium keningnya.Tak lama kemudian nafsuku pun kembali bangkit. Aku pun kembali melanjutkan ronde kedua dengan Ibuku dalam posisi misionaris."Ohh Ibu cantik pake anting-anting Ohh Ohh Ohh!" Desahku menyodok-nyodokkan kontolku ke dalam memeknya sambil menciumi anting-anting emasnya."Ohh Ohh Ohh pelan-pelan nak, punya Ibu ngilu Ohh Ohh Ohh!"Ronde kedua ini berlangsung cukup lama karena aku sudah keluar sebelumnya namun walaupun begitu tidak mengurangi rasa nikmat menyetubuhi Ibuku.Setelah bermain dalam posisi misionaris selama 10 menit, aku pun meminta Ibu untuk pindah posisi ke atas alias Women On Top. Ibu pun menurutinya dan sekarang dia dalam posisi menindihku."Ohh Bu nikmat Bu Ohh Ohh Ohh Ohh". Kataku sambil meremas-remas payudaranya yang super montok.15 menit dalam posisi tersebut rupanya membuatku mendekati orgasme. Kubalikkan tubuh Ibuku kembali dalam posisi misionaris dan kusodok memeknya dengan kecepatan penuh. Tak lama kemudian kusodok dalam-dalam memek Ibuku sampai menyentuh mulut rahimnya."Ohh Ibu aku mau keluar Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Kusemprotkan spermaku sebanyak 12 kali ke dalam rahim Ibuku sambil berteriak kencang."Ibu juga keluar Andi Ahh Ahh Ahh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Desah Ibuku yang juga orgasme menyirami kontolku yang terkunci di dalam memeknya.Aku pun ambruk menindih tubuh Ibuku. Kami beristirahat mengambil nafas sambil berciuman. Setelah tenaga sedikit pulih aku pun mulai membuka pembicaraan."Bu, belakangan ini aku liat Ibu mulai suka datang ke pengajian Ibu-ibu komplek, biasanya kan Ibu gak pernah ikutan pengajian. Ucapku pada Ibu."Sebenarnya Ibu dari dulu udah sering diajak pengajian sama Ibu-ibu komplek cuma ya gak pernah ada waktu karena sibuk ngurusin toko. Tapi karena gak enak nolak, terus ya akhirnya Ibu ikutan deh. Ya hitung-hitung biar gak dikira sombong sama tetangga". Kata Ibuku sambil mengelus-elus rambutku."Oh ya, aku liat semenjak Ibu ikut pengajian, baju Ibu kok makin kesini makin tertutup terus kadang-kadang pake jilbab segala. Emangnya Ibu udah mau pake jilbab ya?" Tanyaku kembali padanya."Ya Ibu ngerasa umur segini udah kurang pantes kalo pake baju seksi makanya Ibu sekarang pake baju yang agak tertutup, lagian kamu sendiri tahu kan kalo Ibu kadang suka digodain sama pengunjung toko". Terangnya secara sabar padaku."Tapi Ibu beneran udah mau pake jilbab?" Kembali kutanyakan pertanyaan yang belum terjawab tadi."Ya Ibu kemaren cuma coba-coba aja sih pake jilbabnya. Awalnya sih ngerasa gerah tapi lama kelamaan ya nyaman juga hehehehe. Oh ya kalo nanti Ibu pake jilbab kamu ngebolehin gak sayang?" Terangnya santai sambil bertanya padaku."Enggak Bu". Tolakku."Lho, kenapa emangnya sayang?" Tanya Ibuku lagi."Nanti kalo pake jilbab, Ibu gak pake anting-anting lagi dong". Kataku sambil memegang anting-anting di kedua telinganya."Ih kamu nih, pikirannya cuma anting-anting terus. Ya tetep dipake sayang cuma ya ditutupin jilbab aja anting-antingnya". Terang Ibuku sabar sambil mengusap wajahku."Ah gak mau, pokoknya aku gak mau Ibu pake jilbab sekarang". Rengekku sambil memeluknya erat-erat."Yaudah Ibu tunda deh pake jilbabnya sampe kamu nikah nanti, tapi mulai sekarang kamu rajin shalat ya terus harus bisa jaga sikap di depan Ayah sama kedua adikmu". Nasihatnya padaku."Iya iya Bu Ustadzah". Kataku cemberut dan karena gemas dengan sikap kekanak-kanakanku akhirnya kepalaku pun diremas- remas oleh Ibuku.Tak lama kemudian Ibu memintaku untuk turun dari tubuhnya. Karena merasa kebelet pipis, aku pun langsung turun ke bawah dan masuk kamar mandi untuk pipis. "Ah nikmat sekali pipisku malam ini". Saat keluar kamar mandi ternyata Ibuku juga kebelet pipis dan kami bergantian masuk ke kamar mandi untuk pipis.Selama menunggu Ibu, aku merenungi obrolan kami tadi sambil terduduk di tepi ranjang. Sungguh aku tidak rela jika Ibu mau berpakaian tertutup dan memakai jilbab sekarang. Aku ingin Ibu kembali seperti dulu yang selalu memakai pakaian seksi nan menggoda. "Ahh Ibu, pake jilbabnya nanti aja ya Ahh Ahh".Tak lama kemudian Ibuku pun kembali masuk ke kamar. Ibuku tersenyum melihatku mengocok-ngocok kontolku. Dia pun langsung mendekatiku dan bersimpuh menyingkirkan tanganku dan sekarang gantian tangannya yang halus itu mengocok-ngocok kontolku dengan lembut. Selain mengocok dia juga menjilat dan menghisap-hisap kontolku."Slurp Slurp Slurp Slurp Slurp Ahh gede banget manuk anak Ibu ini"."Ahh Bu terus Bu terus Ahh Ahh!""Ini manuk nakal yang suka ngeres ya kalo ngeliat Ibu pake anting-anting". Katanya sambil meremas-remas dengan kuat hingga kontolku terasa sakit."Ahh maaf Bu, jangan diremes-remes nanti jadi sakit punyaku Ahh Ahh". Kataku menahan sakit."Biarin lagian salah sendiri, masak ngeliat Ibu kandung sendiri pake anting-anting aja bisa *ngeres, * pokoknya Ibu mau tak hukum manukmu ini". Kata Ibu dengan nada pura-pura marah."Ahh maaf Bu maaf Ahh Ahh".Tak lama kemudian aku merasa akan keluar. Aku meminta Ibu untuk menghentikan kocokannya namun rupanya permintaanku tak digubris olehnya. Dia tetap meneruskan kocokannya pada kontolku. Saat akan keluar aku pun berteriak pada Ibu."Bu, aku mau keluar Ahh Ahh Ahh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Keluarlah spermaku sebanyak 9 kali semprotan mengenai wajah, leher bahkan sampai mengotori anting-anting emasnya. Setelah membersihkan kontolku aku pun tiduran karena lemas sedangkan Ibu pergi ke meja rias untuk membersihkan wajahnya."Ihh Andi kamu jorok banget sih, ini spermamu kena anting-anting Ibu nih hhhh". Kesal Ibuku sambil membersihkan wajah, leher dan anting-antingnya dengan tissue basah. Aku yang sedang kelelahan pun hanya bisa terdiam mendengar ocehan Ibuku.Setelah membersihkan wajahnya dari ceceran spermaku, Ibuku pun naik ke atas ranjang dan berbaring di sampingku."Andi kamu nakal banget ya, masak anting-anting Ibu kena semprot pejuhmu". Katanya sambil memanyunkan bibir pura-pura marah."Maaf Bu aku gak sengaja"."Tapi kan pejuh kamu bau nak, anting-anting jadi kotor nih"."Ya maaf deh Bu, jangan marah"."Yaudah Ibu besok mendingan pake jilbab aja, biar anting-anting Ibu gak disemprot lagi sama pejuh kamu"."Kok gitu sih Bu, katanya make jilbabnya ditunda sampe aku nikah"."Biarin, daripada anting-anting Ibu nanti kotor sama pejuh kamu mending pake jilbab aja sekalian weeekk". Katanya manja sambil menjulurkan lidahnya seraya mengejekku.Karena kesal aku pun bangkit menindih tubuh Ibuku dan menggerayanginya. Ibuku pun meronta-ronta dengan tingkahku ini."Ahh Andi, jangan perkosa Ibu sayang Ahh Ahh". Kata Ibuku pura-pura meronta"Biarin, soalnya Ibu nakal, aku mau hukum Ibu". Kataku terus menggerayangi tubuhnya.Tak lama kemudian karena sudah sangat bernafsu, aku pun memasukkan kontolku ke dalam memeknya "JLEBB JLEBB JLEBB". Kusodok memeknya kuat-kuat, entah kenapa di ronde ketiga ini aku begitu bernafsu seakan-akan seperti memperkosa Ibuku sendiri."Ahh Andi kamu jahat udah perkosa Ibu Ahh Ahh!" Teriaknya pura-pura meronta."Ohh Ohh abisnya Ibu udah cantik, montok, pake anting-anting lagi Ohh Ohh""Pak polisi tolong, saya lagi diperkosa sama anak saya hiks hiks hiks"."Percuma lapor polisi Bu, yang ada polisinya juga ikutan nafsu sama Ibu Ohh Ohh Ohh"."Jahat kamu Andi Ahh Ahh Ahh".Aku pun terus menyodokkan kontolku dengan keras dan dalam. Selain itu aku juga menjilati lehernya yang jenjang dan putih mulus dan payudaranya yang besar nan montok. Ya ini adalah pemerkosaan ternikmat yang pernah aku lakukan.20 menit sudah berlalu, rupanya spermaku juga sudah mulai mendidih minta dikeluarkan. Aku pun kembali menyodoknya dengan keras dan saat akan klimaks kumasukkan kontolku dalam-dalam hingga menyentuh mulut rahimnya."Ohh Ibu aku keluar lagi Ohh Ohh Ohh CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Keluarlah spermaku sebanyak 6 kali semprotan mengisi rahimnya yang subur."Ahh Andi kamu jahat Ahh Ahh CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Ibuku pun juga keluar sambil memukul-mukul punggungku.Tak lama kemudian aku pun ambruk menindih tubuhnya. Sembari mengambil nafas aku pun juga mencium lehernya yang putih mulus dan anting-anting emas di telinganya. Setelah nafas kami teratur Ibu pun membuka percakapan."Dasar anak nakal, Ibu sendiri malah diperkosa". Katanya sambil mencubit pipiku."Yang penting aku puas bisa nikmatin wanita ningrat Solo yang cantik malem ini". Kataku asal padanya"Dasar anak nakal". Katanya sambil menjambak rambutku pelan.Kami pun saling berpelukan dan berciuman meresapi sisa-sisa kenikmatan persetubuhan ini. Tak lama kemudian Ibu pun membuka percakapan denganku."Ndi, kamu beneran cinta sama Ambar". Tanya Ibu padaku."Sebenarnya sih gitu Bu, cuma aku belum berani ngomong, lagian dia juga baru putus sama pacarnya di Semarang". Terangku padanya."Ohh gitu". Jawab Ibuku pendek."Kenapa Bu? Kok kayaknya Ibu cemburu sama Ambar."Kalo mau jujur sih iya Ibu emang cemburu sama Ambar, tapi ya apa daya Ibu ini Ibu kandungmu. Sampai kapanpun kita gak mungkin menikah, apalagi hubungan incest ini kan sebenarnya dosa di dalam agama sayang". Kata Ibuku sambil berkaca-kaca."Tenang Bu, pokoknya sebelum aku nikah aku gak bakal ngelepasin Ibu karena aku sayang banget sama Ibu. Kalo masalah dosa biar Allah aja yang menilai"."Makasih ya sayang udah mau nemenin Ibu selama ini". Kata Ibuku sambil memelukku erat-erat."Sama-sama Bu". Jawabku pendek."Yaudah sekarang kamu turun dong, Ibu mau tidur nih"."Gak mau Bu, aku mau tidur sambil nindihin Ibu kayak gini biar bisa bebas ciumin leher sama anting-anting Ibu". Rengekku padanya."Aduh kamu ini, yaudah kamu bebas deh ciumin leher sama anting-anting Ibu tapi abis itu kita tidur ya, Ibu udah capek banget ini". Kata Ibuku sambil mengusap-usap kepalaku.Akhirnya aku pun tidur sambil mencium leher dan anting-antingnya. Saat sudah benar-benar kelelahan aku pun akhirnya tertidur sambil mulutku mencium anting-anting Ibuku sembari kontolku masih terhunus di dalam memeknya.

bab 6

POV Ratna

Ibuku R. Ay Ratna KusumaningratSetelah festival jamu berakhir akhirnya kami kembali ke rutinitas awal dimana Andi sibuk dengan kuliahnya sedangkan aku sibuk dengan toko jamuku. Hubungan seksual antara kami berdua menjadi agak jarang karena harus berhati-hati agar tidak ketahuan suamiku, kedua anak Perempuanku ataupun Mbok Yem pembantuku.Sewaktu Andi mengusulkan untuk merenovasi kamar tempat aku biasa beristirahat di lantai atas toko jamuku, aku mulai menghitung besaran pengeluarannya. Ya walaupun agak mahal namun daripada harus melakukan secara sembunyi-sembunyi di rumah, maka aku putuskan untuk mengabulkan permintaan Andi.Akhirnya aku pun memanggil tukang untuk mengecat ulang dan memasang AC di kamar istirahat yang ada di tokoku. Aku pun juga mengganti closet jongkok yang ada di kamar mandi tokoku menjadi WC duduk lengkap dengan shower kecilnya. Aku juga membeli spring bed berukuran besar dan juga meja rias plus lemari untuk menyimpan pakaian.Setelah merenovasi kamar mandi dan kamar tidur di tokoku, aku sengaja tidak langsung memberi tahu Andi dan akan membuatnya sebagai kejutan untuknya. Kedua pegawai tokoku Lastri dan Ningrum awalnya mempertanyakan untuk apa aku melakukan ini semua pada tokoku karena sebenarnya mereka cukup nyaman dengan keadaan tokoku yang adem dan bersih.Belakangan ini jika sedang tidak sibuk buka toko aku juga menghadiri pengajian Ibu-ibu komplek yang ada di masjid dekat rumahku. Sebenarnya dari dulu sudah ada ajakan untuk menghadiri pengajian tersebut namun karena sibuk akhirnya aku pun tidak kunjung menghadirinya. Karena sudah sering tidak menghadiri pengajian Ibu-ibu komplek membuatku jadi sungkan untuk menolak terus.Setelah beberapa kali menghadiri pengajian Ibu-ibu komplek perumahanku, aku pun mulai merenungi apa yang telah aku perbuat selama ini. Ya aku tahu di dalam agama.incest adalah perbuatan terlarang. Namun aku tidak bisa menghentikannya begitu saja. Ya tidak mudah menghentikan semua perbuatan ini walaupun Andi sendiri pun mengatakan dia akan tetap begini sampai nanti dia menemukan jodohnya namun tetap saja sebagai Ibu aku merasa sangat berdosa.Pengajian itu pelan-pelan mulai merubahku. Aku mulai kembali rajin shalat dan mengaji. Sebenarnya sebelum aku melakukan hubungan terlarang itu dengan Andi aku termasuk orang yang rajin beribadah, namun kuakui kesibukanku dan keterlenaanku dengan kenikmatan seks membuat ibadahku sedikit kendor.Bukan itu saja, aku juga belakangan ini mulai memakai pakaian yang lebih tertutup tidak seperti sebelumnya yang cenderung terbuka. Terkadang aku juga mulai mencoba memakai jilbab walaupun tidak kupakai setiap hari namun kuakui aku cukup nyaman dengan memakai jilbab.Hubungan seks dengan Andi yang mulai jarang menjadi buah simalakama bagiku. Sebagai wanita dengan kebutuhan seks yang tinggi aku masih membutuhkan kenikmatan itu. Namun di dalam agama aku sadar ini adalah perbuatan yang salah. "Ya Allah maafkan hambamu ini yang penuh dosa" lirihku dalam setiap doaku.Setelah beberapa hari dalam kegalauan, tak terasa hari Sabtu pun tiba. Keadaan rumah begitu sepi karena suamiku sedang ada proyek di luar kota, kedua putriku sedang ada kegiatan kemah Pramuka di luar sekolah, sedangkan Mbok Yem sedang ada musibah yaitu sepupunya meninggal di Sukoharjo jadi dia minta izin padaku hari Jum'at kemarin untuk melayat kesana.Aku berpikir ini adalah kesempatan yang bagus untuk melakukannya dengan Andi. Namun aku tak mau melakukannya di rumah. Aku tak ingin mengotori rumah kami dengan perzinahan antara Ibu dan anak lelakinya apalagi jika harus dilakukan di atas ranjang pengantinku dengan suamiku. Diam-diam aku mengambil beberapa baju dan celana yang ada di kamar Andi lalu kubawa dan kusimpan di dalam kamar peristirahatanku di lantai 2 toko kami.Perkiraanku ternyata memang tepat. Hari Sabtu ini Andi memang datang menjemputku ke toko. Saat dia datang memang hanya tinggal aku sendirian karena kedua pegawaiku Lastri dan Ningrum sudah pulang karena hari Sabtu aku memang hanya buka sampai sore hari. Andi pun membantuku merapikan jamu-jamu yang ada di toko dan menaruhnya di gudang penyimpanan.Tak kusangka setelah menaruh barang-barang ke dalam gudang dia pun memelukku erat-erat. Andi bilang sangat kangen denganku dan minta maaf kalo belakangan ini dia sibuk jadi agak kurang perhatian denganku. Aku pun memaafkannya dan menasihatinya agar jangan terlalu cuek walaupun punya kesibukan.Tak lama kemudian Andi pun mengajakku pulang. Aku mencegahnya dan menyuruhnya untuk pergi ke kamar di lantai atas. Setelah melihatnya dia begitu terkejut dan senang dengan perubahan di kamar itu. Selain itu aku juga menunjukkan closet kamar mandi yang sudah kuganti dengan closet duduk.Setelah memperlihatkan semuanya aku mengajak Andi untuk tidur di toko malam ini. Kujelaskan bahwa aku sudah membawa baju dan celana ganti untuknya. Dia pun mengangguk setuju lalu memasukkan motornya ke dalam toko agar lebih aman. Setelah itu aku dan Andi pun mandi secara bergantian.Setelah mandi kami pun makan pizza dan salad yang sudah dipesan lewat aplikasi online. Kami makan dengan lahap karena malam itu. Setelah makan aku dan Andi pun menonton TV dan bersantai sejenak. Setelah itu aku pun menawarkan kepada Andi untuk minum jamu. Dia pun mengiyakan dan memintaku untuk membuat jamu untuknya.Tak lama setelah meminum jamu, kulihat wajah Andi memerah dan penisnya mengeras dibalik celana pendeknya. Dia pun langsung memelukku erat-erat mengajakku untuk berhubungan intim. Aku menyuruhnya untuk menutup rolling door toko kami supaya aman dan kami pun naik ke atas.Selama di atas aku dan Andi bermesraan dan berhubungan intim layaknya suami istri. Setelah ronde pertama selesai aku pun menanyakan padanya soal dia dan Ambar pada minggu lalu. Andi pun menjawab bahwa dia dan Ambar pergi nonton bioskop dan makan malam. Mendengar itu aku merasa sedikit cemburu padanya.Sewaktu dia jalan denganku kami hanya makan malam berdua tanpa menonton namun dengan Ambar dia pergi makan dan nonton juga. Walaupun begitu aku pun maklum kalo mereka itu masih anak muda sedangkan aku adalah Ibunya. Ya kurasa Andi beneran jatuh cinta dengan Ambar. Sepertinya Andi memang akan memilih Ambar untuk menjadi penggantiku.Tak lama Andi pun meminta untuk ronde kedua. Aku pun dengan senang hati melakukannya. Kami melakukannya dengan posisi misionaris dan WOT. Setelah selesai bercinta di ronde kedua ini, Andi pun menanyakan mengenai perubahanku belakangan ini. Ya dia sadar aku belakangan ini memang suka datang ke pengajian Ibu-ibu komplek.Selanjutnya dia menanyakan mengenai perubahan gaya berpakaianku yang lebih tertutup dan juga kegemaranku memakai jilbab belakangan ini. Aku pun menjelaskannya dengan hati-hati dan bilang aku tidak ingin berpakaian terbuka karena faktor umur dan juga sudah bosan sering digoda oleh pengunjung tokoku.Sewaktu dia menanyakan apakah aku akan memakai jilbab di waktu dekat ini aku merasa dilema untuk menjawabnya. Ya kuakui aku cukup nyaman memakai jilbab walaupun belum berfikir untuk memakainya secara permanen. Kukatakan padanya aku cukup nyaman dengan memakai jilbab dan bertanya pada Andi apakah dia berkenan jika nanti aku memakai jilbab secara permanen.Ternyata Andi menolakku untuk memakai jilbab. Dia takut kalo aku pakai jilbab maka aku tidak akan memakai anting-antingku lagi. "Aduh dasar kamu kekanak-kanakan hihihihi". Kataku dalam hati. Kujelaskan padanya jika pun aku memakai jilbab bukan berarti aku akan melepas anting-antingku, hanya lebih tertutup.Sebenarnya tujuanku meminta izin kepadanya untuk mengenakan jilbab adalah supaya kami bisa mengakhiri hubungan terlarang ini secara perlahan. Ya hanya dengan cara itulah, hubungan terlarang ini bisa diakhiri pelan-pelan. Namun rupanya Andi sudah begitu kecanduan seks denganku sehingga dia malah menolaknya.Malam itu kami pun kembali melanjutkan hubungan intim sampai tertidur pulas. Saat menjelang tidur kutanyakan kembali apakah dia serius dengan Ambar. Dia menjawab bahwa dia serius mencintai Ambar namun dia masih belum mau melepaskanku. Aku pun tersenyum mendengar ucapannya dan saat kukecup keningnya kulihat dia sudah tertidur pulas sambil posisinya menindihku dan penisnya masih terbenam di vaginaku.Paginya sekitar jam 4 pagi aku terbangun, kurasakan vaginaku disodok-sodok oleh batang keras. Saat membuka mata kulihat Andi sedang menyodok-nyodokkan penisnya ke dalam vaginaku. Melihat itu aku pun tersenyum manis."Aduh anak Ibu pagi-pagi udah nafsu aja"."Ohh Ibu, jangan pake jilbab dulu ya Ohh Ohh Ohh, Ibu tetep pake baju seksi ya Ohh Ohh Ohh". Desah Andi padaku."Iya sayang Ahh Ahh Ahh". Jawabku asal.Andi pun terus menyodok vaginaku dengan keras. Sepertinya ini adalah ronde terakhirnya karena kekuatan sodokannya kurasakan tidak sekuat ronde pertama maupun kedua. Walaupun begitu aku tetap meladeninya dengan sabar.15 menit kemudian, kurasakan sodokan Andi makin lama makin menggila. Sepertinya dia akan mencapai klimaksnya. Dia pun menyodokku lebih dalam hingga menyentuh mulut rahimku. Tak lama kemudian dia pun mengerang keras."Ohh Ibuku yang cantik aku mau keluar Ohh CROOT CROOT CROOT!" Keluarlah sisa-sisa cairan spermanya yang hanya 3 kali semprotan ke dalam rahimku."Ibu juga keluar nak Ahh Ahh Ahh CREETT CREETT CREETT CREETT". Aku pun juga keluar sambil memeluknya erat-erat. Setelah itu tubuh Andi pun ambruk menindih tubuhku.Setelah selesai ronde terakhir ini, Andi masih mengenyot-ngenyot puting susuku dan tangannya kembali memegangi anting-antingku."Ibu, jangan pake jilbab dulu ya, aku masih pengen liat Ibu pake anting-anting sama baju seksi CUPP CUPP!" Katanya masih menindih tubuhku mengenyot-ngenyot puting susuku lalu mencium anting-anting di kedua telingaku dan menaruh kepalanya di samping leher kananku."Tapi kalo Ibu sesekali pake jilbab buat dateng ke pengajian gak apa-apa kan?" Tanyaku padanya. Dia pun tak menjawab pertanyaanku.Saat kuangkat lehernya ternyata Andi sudah tertidur karena kelelahan. Walaupun sudah ada AC namun tubuh kami tetap berkeringat karena persetubuhan yang kami lakukan cukup panas sehingga membuat energi kami terbakar habis. Aku pun hanya mencium keningnya dan memeluknya erat-erat."Andi, Ibu sayang kamu". Kataku sambil memeluknya yang sedang tertidur.Tak lama kemudian azan Subuh pun berkumandang. Karena ingin shalat aku pun membalikkan tubuh Andi hingga terlentang. Ingin rasanya kubangunkan Andi untuk Subuh bersama namun karena kulihat dia sangat kelelahan akhirnya kubiarkan dia tidur untuk memulihkan tenaganya. Aku pun mengambil handuk dan bergegas turun ke bawah untuk mandi wajib dan menunaikan shalat Subuh di pagi ini.POV RatnaSelepas peristiwa persetubuhanku dengan Andi di toko dua minggu yang lalu, kami pun menjalani rutinitas seperti biasa. Aku menyibukkan diri mengurus toko jamuku sedangkan Andi kembali sibuk dengan kuliahnya. Hubungan seksku dengan Andi tetap berjalan seperti biasa namun sekarang kami lebih sering melakukannya di kamar yang terletak di lantai dua toko jamuku daripada jika dilakukan dirumah untuk menghindari resiko ketahuan oleh orang rumah.Ibuku R. Ay Ratna KusumaningratBelakangan ini aku pun jadi lebih sering memakai jilbab terutama saat pulang dari pengajian majlis ta'lim. Ya aku coba pelan-pelan untuk membiasakannya walaupun Andi tetap terlihat kurang senang jika aku memakai jilbab. Kedua pegawaiku Lastri dan Ningsih pun sering memujiku jika aku memakai jilbab sepulang dari pengajian.Oh ya seminggu lagi tepat tanggal 16 November Andi akan ulang tahun. Aku berpikir hadiah apa yang akan kuberikan saat ulang tahunnya nanti. Setelah berpikir sebentar, aku pun ingat jika beberapa hari yang lalu Andi pernah mengeluh padaku kalau jam tangannya rusak. Aku berencana untuk membelikannya sebuah jam tangan baru sebagai hadiah ulang tahunnya Minggu depan.Setelah mengumpulkan uang aku pun pergi ke salah satu Mall yang ada di kota Solo untuk membelikannya hadiah jam tangan baru. Setelah berputar-putar cukup lama akhirnya aku mendapatkan jam tangan lelaki merek Swiss Army yang cukup sporty. Setelah membayar aku pun menaruh jam tangannya di dalam kotak dan menyimpannya di lemari kamarku.Hari Rabu tepat dua hari sebelum Andi berulang tahun, aku sedang berada di kamar sambil membaca buku sementara suamiku sedang mandi di kamar mandi dalam. Tak lama kemudian, terdengar bunyi pesan WA dari HP suamiku. Awalnya aku terlalu mempedulikannya karena kupikir itu adalah rekan bisnis suamiku, namun lama-kelamaan aku pun penasaran dan coba membuka HP-nya."Mas, kapan ke Surabaya lagi? Aku kangen sama Mas Gatot"."Mas, kok gak dijawab? Lagi sibuk ya?Apa maksudnya ini? Apakah Wulan adalah selingkuhan Mas Gatot yang selama ini dia sembunyikan? Tak terasa air mata pun mengalir membasahi pipiku. Orang yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga selama lebih dari 20 tahun bersamaku rupanya mempunyai wanita lain di luar sana.Tak lama kemudian, Mas Gatot pun keluar dari kamar mandi. Aku pun langsung menghapus air mataku dan menaruh HP-nya di tempat semula. Setelah berpakaian Mas Gatot pun langsung naik ke ranjang dan berbaring di sampingku dan tertidur sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. Melihat dia yang langsung tidur, aku pun mengurungkan keinginanku untuk bertanya padanya.Keesokan harinya saat sedang di dalam toko aku pun lebih banyak melamun dan berfikir tentang kejadian semalam. Lastri dan Ningsih pun bertanya kenapa aku banyak melamun hari ini. Aku pun hanya bilang pada mereka bahwa aku hanya kelelahan dan bilang pada mereka bahwa besok aku tidak ke toko dulu karena ingin istirahat.Malamnya sebelum pulang ke rumah, aku menyempatkan diri membeli kue ulang tahun untuk Andi untuk diberikan keesokan harinya. Kue yang kubeli pun kutaruh di dalam kulkas supaya tetap dingin. Setelah menaruh kue di dalam kulkas aku pun bergegas untuk mandi dan istirahat. Malam ini aku tidur sendiri karena tadi pagi suamiku pamit padaku dan anak-anak untuk pergi keluar kota sampai hari Senin demi urusan proyek.Pagi harinya tepat pada hari Jum'at tanggal 16 November setelah shalat shubuh dan membangunkan anak-anakku. Pagi itu aku memakai daster warna biru tanpa lengan yang lumayan ketat. Aku pun menyiapkan kejutan untuk Andi. Segera kukeluarkan kue ulang tahun dari kulkas dan menaruhnya diatas meja makan lalu kunyalakan lilin yang ada di atas kue."Lho Bu, kok ada kue sama lilin segala, emangnya siapa yang ulang tahun?" Tanya Widya padaku."Lha kamu lupa ya, sekarang ini kan ulang tahunnya Mas Andi". Kataku menjawab pertanyaan Widya."Oh iya aku lupa hehehehe". Jawab Widya sambil tertawa kecil."Lho Ibu". Kata Andi saat turun dari kamarnya."Selamat ulang tahun sayang, ini kue dari Ibu buat kamu"."Wah makasih ya Bu". Katanya sambil memelukku dan mencium pipiku"Ayo ditiup dong lilinnya Mas". Pinta Sekar.Akhirnya Andi pun meniup lilin ulang tahunnya sambil diiringi lagu selamat ulang tahun. Setelah meniup lilin, memotong kue dan membagikannya pada aku dan kedua adiknya, Widya dan Sekar pun angkat bicara."Mas nanti hadiahnya aku kasih pas pulang sekolah ya"."Iya gak apa-apa kok". Jawab Andi."Bu, nanti aku sama Mbak Widya pulangnya agak sore ya, mau cari hadiah buat Mas Andi". Kata Sekar padaku."Yowis gak apa-apa asal jangan kemaleman yo pulangnya"."Iya Bu, oh ya aku berangkat sekolah dulu ya udah siang nih soalnya". Kata Widya padaku."Iya sama aku juga". Sahut Sekar."Yaudah kalian berangkat gih sekarang nanti telat lho". Kataku pada mereka berdua."Kita berangkat dulu ya Bu, Assalamu'alaikum". Kata mereka berdua sambil menyalami tanganku."Waalaikumsalam, hati-hati ya di jalan". Kataku melepas kepergian mereka berdua.Setelah Sekar dan Widya pergi praktis hanya tinggal aku dan Andi pada pagi itu. Kulihat Andi akan siap-siap pergi ke kampus pagi ini. Aku pun menanyakan jam berapa dia pulang."Ndi, nanti kamu pulang jam berapa?" Tanyaku padanya."Nanti abis shalat Jum'at aku udah nyampe rumah kok Bu, soalnya dosenku ada acara ke luar kota makanya kuliahnya diliburin dulu"."Oh gitu, yaudah nanti Ibu kasih hadiahnya pas nanti kamu pulang aja ya"."Kenapa gak sekarang aja Bu ngasihnya?" Tanya Andi padaku."Gak ah, biar nanti jadi surprise". Kataku pendek."Ibu nih, yaudah aku berangkat dulu CUPP CUPP". Katanya sambil mencium pipi dan bibirku. Aku pun hanya tersenyum sambil melambaikan tangan padanya lalu membiarkannya pergi kuliah.Setelah anak-anakku pergi sekolah dan kuliah, karena hari ini ada jadwal pengajian Ibu-ibu komplek maka aku memilih jilbab dan gamis apa yang harus kupakai. Akhirnya aku memilih gamis dan jilbab warna cream yang menjadi favoritku. Setelah memakai gamis dan jilbab sekaligus make-up aku pun keluar dari kamar.Tepat jam 8 pagi pengajian pun dimulai. Setelah membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an pembahasan pun berlanjut. Kali ini tentang keluarga sakinah. Saat mendengar isi ceramahnya tak terasa air mataku mengalir pelan. Ya aku menangisi nasibku sendiri karena suamiku punya simpanan lain diluar kota. Setiap kata-kata yang keluar dari mulut sang Ustadzah bagaikan sebiluh pisau yang menyayat-nyayat hatiku.Setelah sampai kembali dirumah aku pun berganti pakaian. Kali ini aku mengganti gamisku dengan kemeja santai warna merah yang lumayan ketat memperlihatkan payudaraku yang montok dan celana Aladin warna cream tanpa melepaskan jilbab yang ada di kepalaku. Aku pun memesan ojek online untuk pergi kerumah Dewi temanku.15 menit kemudian aku pun tiba dirumah temanku. Walaupun aku sebenarnya bisa mengantarkan jamu pesanannya memakai jasa pengiriman online namun karena Dewi adalah teman dekatku dari SMA maka aku memutuskan untuk mengantarkannya langsung ke rumah sekalian silaturahmi. Aku pun disambut dengan hangat dirumahnya.Dewi memiliki postur yang sedikit lebih pendek dariku yaitu sekitar 166 cm dan berat 60 kg namun payudaranya terlihat lebih besar dariku berukuran sekitar 36D. Pagi itu Dewi memakai jilbab warna merah dan baju kaos yang agak ketat. Kami pun mengobrol tentang masalah kesibukan masing-masing dan nostalgia masa SMA dahulu.Saat sampai dirumah aku pun menunaikan shalat Zhuhur lalu menyantap makan siang karena sudah lapar. Tadinya aku mau menunggu Andi namun karena sudah keburu lapar aku memutuskan untuk makan duluan. Setelah makan aku pun beristirahat sebentar di dalam kamar.Tak lama kemudian kudengar suara pintu rumah terbuka. Aku pun memutuskan untuk keluar dari kamar dan benar saja ternyata Andi sudah sampai dirumah."Udah nyampe sayang?""Iya Bu, oh ya tumben hari ini Ibu pakai jilbab?" Tanyanya padaku."Tadi Ibu ada jadwal pengajian Ibu-ibu komplek makanya Ibu pakai jilbab. Oh ya tadi kamu shalat Jum'at dimana?" Tanyaku padanya."Di masjid komplek Bu, tadi sebelum pulang kerumah aku shalat disitu". Jawab Andi padaku."Yaudah sekarang kamu makan gih, tadi Mbok Yem udah Ibu suruh masak banyak soalnya ini kan hari ulang tahun kamu". Kataku pada Andi."Oh ya Bu, hadiah buat aku mana?" Tagih Andi padaku."Udah kamu makan dulu, nanti abis makan Ibu kasih hadiahnya ke kamu". Kataku menyuruhnya untuk makan."Iya Bu". Kata Andi sambil mengambil nasi dan lauk yang tersedia di meja makan. Melihat dia makan aku pun kembali ke kamar untuk istirahat sejenak.Setelah beristirahat di kamar, aku pun membawa hadiah jam tangan sambil membawakan dua gelas jamu untuk diminum bersama di kamar Andi. Tepat jam setengah 2 siang aku pun masuk ke kamar Andi. Kulihat Andi sedang main laptop dengan hanya mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek. Melihat kedatanganku Andi pun tersenyum."Ndi, Ibu buatin jamu buat kamu nih diminum ya sayang"."Iya Bu". Katanya sambil menyambar gelas berisi jamu dan meminumnya sampai habis."Hah segar". Katanya setelah meminum sampai habis. Aku tersenyum melihat tingkahnya. Saat itu aku pun juga langsung meminum jamuku hingga habis. Setelah sama-sama menghabiskan gelas berisi jamu, aku pun duduk di pinggir ranjangnya. Setelah melihat aku duduk di ranjang, Andi pun menghampiriku dan duduk di sebelahku lalu mulai bicara."Bu, mana hadiahnya? Katanya Ibu mau ngasih hadiah buat aku?" Tanya Andi kembali menagih janjiku pagi tadi.Aku pun mengeluarkan bungkus jam tangan yang kusembunyikan dibalik baju kemejaku."Ini apa Bu?" Tanya Andi padaku."Udah buka aja sendiri". Kataku menyuruhnya untuk langsung membukanya. Andi pun langsung membukanya. Saat membuka isinya dia pun tersenyum girang."Wah bagus banget jam tangannya Bu, makasih ya". Katanya sambil memakaikan jam tangan ke pergelangan tangan kirinya."Kamu kan kemaren bilang kalo jam tangan kamu rusak, makanya Ibu beliin jam tangan baru buat kamu". Kataku padanya."Makasih banget ya Bu, aku sayang banget sama Ibu CUPP CUPP CUPP". Katanya sambil memeluk dan mencium bibirku berulang kali. Aku pun membalas pelukannya dengan erat. Setelah berpelukan sejenak Andi pun meminta sesuatu padaku."Bu, hhhmmmm, aku kepengen Bu". Katanya sambil meremas-remas tanganku."Kepengen apa sih sayang". Kataku genit."Kepengen gituan Bu". Katanya sambil meremas-remas payudaraku dengan tangan kanannya."Yaudah kunci dulu gih pintunya". Perintahku padanya. Andi pun langsung berlari kedepan pintu dan menguncinya rapat-rapat. Setelah itu dia kembali duduk di ranjang bersamaku."Bu, dibuka dong Jilbabnya, aku pengen liat anting-anting Ibu kayak biasanya"."Buka sendiri dong sayang, katanya sayang sama Ibu". Kataku manja sambil memanyunkan bibir.Andi pun mulai menggunakan tangannya untuk membuka Jilbabku. Setelah melepaskan penitinya, kain Jilbab yang ada di kepalaku pun terlepas. Kini dia pun mulai membuka Ciput berbentuk topi yang biasa kupakai untuk mengikat rambutku agar tidak berantakan. Tak lama kemudian Ciput topi itu pun terlepas sehingga rambutku yang hitam nan lurus dan panjang sebahu terurai bebas beserta dengan anting-anting emas di kedua telingaku yang bergoyang bebas."CUPP CUPP CUPP CUPP Slurp Slurp Slurp Slurp Slurp Slurp". Begitulah bunyi ciuman dan hisapan Andi dimulai dari wajahku, turun ke leher lalu menuju payudaraku yang putih dan montok."OHH sayang OHH". Kataku mendesah-desah menikmati cumbuannya pada tubuhku.Setelah mencumbuku beberapa saat, Andi pun mulai membuka celananya hingga penisnya yang berukuran 17 cm dengan diameter 3,5 cm terpampang bebas di hadapanku. Dia pun membuka celana Aladin yang membungkus celanaku hingga kami berdua sama-sama telanjang bulat. Setelah itu kami melakukan posisi 69 dimana aku menghisap penis Andi sedangkan dia menghisap vaginaku."Slurp Slurp Slurp Slurp". Begitulah bunyi hisapan mulutku pada penisnya yang jumbo itu.Setelah saling menghisap selama 10 menit rupanya aku pun sudah akan orgasme. Kujambak rambut Andi dengan keras lalu aku pun berteriak."AHH AHH AHH Andi Ibu keluar sayang AHH AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT". Keluarlah cairan orgasmeku menyirami mulut dan wajah Andi. Aku pun lemas seketika.Setelah memberikanku kesempatan untuk ambil nafas, Andi pun mulai menaiki tubuhku dan membuka pahaku lebar-lebar. Aku yang terlentang pasrah pun hanya memandangnya dengan sayu sambil tersenyum. Tak lama kemudian penis Andi pun menempel pada bibir vaginaku dan mulai berusaha untuk masuk ke dalam sarangnya."BLESS SREET BLESS SREET BLESS SREET". Penis Andi pun mulai menyeruak ke dalam vaginaku."OHH OHH pelan-pelan sayang, punya kamu gede banget OHH OHH!" Desahku padanya.Andi pun menyodok vaginaku dengan pelan. Selama menyodokku, dia menciumi leher dan anting-antingku berulang kali."OHH OHH Ibu cantik pake anting-anting OHH OHH OHH CUPP CUPP!" Katanya sambil mempercepat sodokannya pada vaginaku."OHH OHH iya sayang OHH OHH OHH!" Desahku menikmati sodokannya.Tak lama kemudian kami bertukar gaya jadi posisi nungging. Andi pun mulai menyodokku dari belakang. Selama posisi nungging, punggung mulusku pun jadi incaran ciuman dan jilatannya."OHH Bu nikmat Bu nikmat OHH OHH OHH OHH!""Iya sayang Ibu juga nikmat AHH AHH AHH AHH!"Siang itu kami melakukannya dengan berbagai gaya. Mulai dari gaya nungging, posisi pangku maupun miring. Satu hal yang baru kusadari bahwa tubuh Andi sekarang jauh lebih berotot dibandingkan sebelumnya. Sepertinya dia ikut fitness diluar sehingga badannya menjadi lebih kekar dibandingkan dengan sebelumnya."OHH OHH Ndi, pelan-pelan Nak OHH OHH OHH!" Desahku ketika dalam posisi dipangku oleh Andi."Plak Plok Plak Plok Plak Plok Plak Plok OHH Ibu OHH OHH OHH!" Katanya sambil menyodokku dengan kencang.Setelah 30 menit berlalu Andi pun kembali dalam posisi menindihku dalam posisi misionaris. Aku hapal bahwa ini adalah tandanya dia akan mencapai orgasme. Setelah itu dia pun mulai menyodokku dengan sangat kencang dan sangat dalam hingga ujung penisnya menyundul-nyundul mulut rahimku. Aku pun merasakan kenikmatan yang amat sangat berada dalam posisi itu.5 menit kemudian Andi pun menyodokku dengan tambah keras hingga akhirnya dia memasukkan penisnya dalam-dalam hingga menyentuh mulut rahimku. Aku yang juga akan mencapai orgasme pun ikut menggerak-gerakkan pantatku."OHH OHH Ibu cantik pake anting-anting aku keluar OHH OHH OHH CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Teriaknya sambil menyirami rahimku dengan 15 kali semprotan spermanya. Oh banyak sekali sperma anakku ini."Ibu juga keluar sayang AHH AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Teriakku yang juga telah mencapai orgasme. Karena kelelahan tubuh anakku pun ambruk menindih tubuhku.Sembari beristirahat sejenak mengumpulkan tenaga, Andi pun asyik menciumi leher, anting-anting, dan kedua payudaraku. Aku pun hanya mengusap-usap kepalanya dengan penuh kasih sayang. Selanjutnya Andi pun mengajakku berbicara."Oh aku puas banget Bu Oh Oh CUPP CUPP CUPP". Katanya sambil menciumi anting-antingku."Ibu juga puas sayang". Balasku pada Andi."Bu, besok kita pergi ke Parangtritis ya tapi berdua aja"."Lho emangnya kamu mau ngapain?""Aku pengen hadiah ulang tahunku bisa berduaan sama Ibu tapi di tempat yang beda gak kayak dirumah atau di toko Ibu"."Hhhmmm... Gimana ya sayang, nanti Sekar sama Widya bisa curiga"."Udah bilang aja Ibu ada acara reuni temen sekolah sekalian ada urusan bisnis jamu di Yogya"."Ok deh kalo gitu Ibu mau. Tapi kita berangkat pagi ya, terus pesen hotel mulai sekarang"."Makasih Bu CUPP". Katanya mencium bibirku."Sekarang kamu turun dong dari badan Ibu, badan kamu berat banget nih"."Iya Bu".Setelah Andi turun dari badanku dan berbaring di sampingku, kurasakan sperma Andi keluar lumayan banyak dari vaginaku. Saat kuseka spermanya dengan tanganku, terlihat spermanya sangat kental dan baunya agak amis. Aku pun menanyakan hal tersebut pada Andi."Andi, kok sperma kamu lebih kental sama lebih amis dari biasanya? Emangnya kamu makan apa bisa sampe kayak gini aroma spermanya?""Kan aku ikut fitness Bu, aku suka minum susu khusus fitness yang banyak proteinnya. Makanya spermaku jadi lebih amis". Terang Andi padaku."Kamu harus lebih banyak makan sayur sama buah buat ngurangin bau amis sperma kamu". Nasihatku padanya."Iya Bu, besok aku bakal makan sayur sama buah-buahan lebih banyak". Katanya menuruti nasihatku."Ngomong-ngomong badan kamu jadi tambah kekar deh semenjak fitness". Pujiku padanya."Hehehehe aku fitness gini kan biar tambah kuat kalo gituan sama Ibu". Katanya genit padaku."Kamu dulu sebelum fitness aja Ibu udah kewalahan apalagi kalo ditambah fitness. Pantesan tadi Ibu hampir pingsan ngelayanin kamu, soalnya tenaga kamu kuat banget sayang". Kataku sambil memeluknya dari samping."Bu, ngomong-ngomong aku pengen lagi nih. Ibu masih kuat kan?" Katanya membalas pelukanku. Memang saat itu kulihat penisnya telah kembali mengeras tanda bahwa dia sudah 'on' kembali"."Aduh sayang kamu nih kuat banget deh. Yaudah tapi sekali lagi aja ya abis itu kita istirahat ya".Akhirnya kami pun kembali lanjut ke ronde kedua. Aku pun berusaha untuk memuaskan Andi dengan seluruh stamina yang aku punya. Andi pun kembali menyodokku dengan tenaga penuh."Plak Plok Plak Plok Plak Plok Plak Plok Plak Plok!" Begitulah bunyi sodokan Andi hingga vaginaku kemerahan."AHH Andi pelan sayang AHH AHH!"Di ronde ini Andi pun mengajakku untuk berjalan keliling kamar dalam posisi penisnya tetap menancap di vaginaku. Aku pun berjalan sambil tetap menahan sodokan penisnya. Di lantai, di depan pintu, sampai duduk di meja belajar, kami pun melakukannya dengan penuh semangat."AHH Ndi, Ibu capek banget kamu ajak muter-muter AHH AHH AHH!" Kataku ketika duduk mengangkang di meja belajarnya sambil Andi tetap menyodokkan penisnya ke dalam vaginaku."Sekali-sekali coba sensasi baru Bu, biar lebih nikmat OHH OHH OHH OHH OHH!" Kata Andi sambil tetap menyodokku dengan keras.Setelah 45 menit berlalu rupanya Andi sudah akan orgasme. Dia pun membopong tubuhku ke ranjang dan kembali meneletangkannya sambil dia tetap menyodokku dari atas. Makin lama sodokan penisnya makin dalam hingga menyentuh mulut rahimku. Saat mencapai klimaks, dia pun menyodokkan penisnya dalam-dalam dan berteriak."Ibu aku keluar lagi OHH OHH OHH CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Teriak Andi menyemprotkan spermanya 12 kali semprotan ke dalam rahimku."Ibu juga keluar sayang AHH AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Teriakku mencapai orgasme sambil memeluk tubuhnya erat-erat.Setelah sama-sama mencapai orgasme. Kami pun beristirahat sambil bercakap-cakap. Selama mengobrol Andi memelukku dengan erat dari samping sambil sesekali memainkan anting-antingku. Aku pun hanya tersenyum melihat tingkahnya yang kolokan itu."Bu, Ibu ulang tahunnya masih lama ya?" Tanya Andi."Iya sayang masih dua bulan lagi"."Dua bulan lagi berarti udah masuk tahun depan dong. Kan dua bulan lagi udah Januari"."Iya nak, tanggal 15 Januari tahun depan"."Berarti Ibu zodiaknya Capricorn dong"."Iya sayang, kalo kamu zodiaknya Scorpio kan soalnya lahirnya bulan November"."Iya Bu hehehehehe". Kata Andi tertawa kecil."Katanya Scorpio sama Capricorn itu cocok lho Bu, pantesan ya kita sehati". Katanya memelukku dengan erat."Iya tapi Scorpio itu orangnya emosian udah gitu nafsunya gede banget kayak kamu". Kataku sambil mencubit hidungnya pelan."Seandainya kita bukan Ibu dan anak aku mau kok nikahin Ibu". Kata Andi padaku.Mendengar perkataan Andi tak terasa air mataku pun mengalir di pipiku. Aku memeluknya dengan erat sambil mengelus-elus rambutnya. "Oh Andi terima kasih kamu telah mengisi hati Ibu selama ini, di saat aku masih terpukul atas perselingkuhan Ayahnya, Andi pun datang mengisi hatiku dan mencoba mengobati luka hatiku."Bu, kok Ibu nangis? Apa kata-kataku tadi nyinggung Ibu ya?" Tanya Andi sambil mengusap air mata di pipiku."Ah gak kok sayang. Ibu cuma bahagia aja ngeliat kamu tambah dewasa kayak gini". Terangku padanya."Bu, pasti ada yang Ibu sembunyiin dari aku. Kalo ada masalah cerita aja". Kata Andi sambil terus mendesakku."Udah Ibu gak apa-apa kok sayang". Kataku coba menenangkannya.Selesai mengobrol aku dan Andi pun saling merangkul dan berciuman mesra. Saat itu mataku sudah terasa berat karena pertempuran yang melelahkan tadi. Tubuh kami berdua pun masih bermandikan keringat walaupun AC sudah dinyalakan dari tadi. Tak lama kemudian Andi pun bangkit lalu berbalik menghadap tubuhku dalam posisi berlutut dengan penis yang kembali mengacung keras mengangguk-angguk menunjuk vaginaku."Andi kamu mau apalagi? Ibu udah capek sayang". Kataku sambil menatapnya sayu."Bu maaf tapi aku tiba-tiba kepengen lagi, tolong ya Bu". Kata Andi memohon sambil memegangi penisnya yang sudah keras menuju vaginaku."AHH Ndi, Ibu udah gak kuat nak"."OHH Bu masuk Bu OHH BLESS SREET BLESS SREET BLESS SREET!" Desah Andi sambil berusaha memasukkan penisnya kembali ke dalam vaginaku."OHH Ndi pelan nak OHH"Andi pun kembali menyodokku dengan kuat. Kali ini aku hanya bisa pasrah sambil sesekali memejamkan mata merasakan sodokan dan cumbuannya pada tubuhku. Selama menyodokku dia asyik menyusu pada payudaraku sambil sesekali bibirnya menciumi anting-antingku."OHH Ibu cantik banget kalo pake anting-anting OHH OHH CUPP CUPP CUPP CUPP!" Desahnya sambil menciumi anting-antingku berulang kali. Aku pun hanya terdiam dan membalasnya dengan mengusap-usap kepalanya.Sodokan Andi pada vaginaku makin lama makin kuat. Karena terlalu bernafsu dia pun mulai mencupangi leherku hingga berwarna kemerah-merahan. Aku pun tak kuasa melarangnya karena tahu dia sedang diluar kendali. Tak lama kemudian Andi mulai berteriak-teriak."OHH Bu, bunting Bu, Ibu bunting OHH OHH OHH CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Teriaknya sambil menyemprotkan spermanya sebanyak 9 kali menembak-nembak pintu rahimku."AHH AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Teriakku yang juga telah mencapai orgasme. Karena kelelahan tubuh Andi pun ambruk menindih tubuhku. Kami pun beristirahat sejenak memulihkan tenaga. Setelah berhasil mengatur nafas, Andi pun mulai angkat bicara padaku."Bu, kok sekarang Ibu lebih sering pakai Jilbab?" Tanya Andi penuh selidik padaku."Emangnya kenapa sayang kalo Ibu sering pakai Jilbab?" Tanyaku sambil tersenyum."Kalo pake Jilbab anting-anting Ibu kan jadi ketutupan". Katanya dengan manja sambil kedua tangannya memegangi anting-anting emasku."Walaupun ketutupan Jilbab Ibu kan tetep pake anting-anting sayang". Jawabku sambil mengusap-usap kepalanya dengan lembut."Ah gak mau, pokoknya aku gak mau anting-anting Ibu yang indah ini ketutupan sama Jilbab! Nanti kalo ketutupan Jilbab terus lama-lama anting-anting Ibu malah dilepas lagi". Rengek Andi dengan suara keras padaku. Aku pun hanya tersenyum sabar mendengar rengekannya itu. Setelah hening sejenak, aku pun coba menjelaskannya pada Andi."Ndi, mau tau gak kenapa Ibu sekarang lebih sering pake Jilbab?""Emangnya kenapa Bu?""Soalnya Ibu gak mau kalo otak sama burung kamu jadi ngeres terus gara-gara sering ngeliatin anting-anting Ibu. Kamu itu punya fetish sayang". Terangku padanya dengan lembut."Fetish itu apa Bu". Tanya Andi padaku."Fetish itu bentuk kecenderungan seksual dimana orang akan lebih terangsang hasrat seksualnya jika ada objek tertentu yang jadi pemicu hawa nafsunya". Terangku padanya."Contohnya kayak gimana Bu?" Tanya Andi padaku sambil tangannya memegang anting-antingku."Ya kayak kamu ini, burungnya ngeres kalo ngeliat anting-anting Ibu. Ada juga cowok yang ngeres kalo ngeliat cewek pake sepatu hak tinggi. Tapi fetish yang paling umum biasanya cowok yang suka ngeres kalo ngeliat BH sama celana dalam cewek. Makanya banyak kasus_fetish_yang cowoknya make BH sama celana dalam cewek buat masturbasi demi memuaskan hasrat seksualnya". Jawabku padanya sambil tersenyum.Mendengar jawaban terakhirku, kulihat Andi memejamkan matanya dan kurasakan penisnya yang tadi agak melemas sekarang kembali ereksi dan siap untuk menggauliku kembali. Dia pun langsung menyodokkan penisnya dalam-dalam dengan posisi tubuh yang menindihku sangat erat hingga aku terkunci tak berdaya. Dalam posisi dia pun bebas menciumi leher dan anting-antingku."OHH Bu nikmat Bu, nikmat OHH OHH OHH OHH!" Desahnya menikmati tubuhku."Ndi, badan kamu jangan dempet banget kayak gini sayang, Ibu jadi gak bisa nafas AHH AHH AHH!""Plak Plok Plak Plok Plak Plok!" Begitulah bunyi sodokan penis Andi pada vaginaku.15 menit kemudian, sodokan penis Andi pun tambah kencang dan tambah dalam. Melihat itu aku pun hanya bisa pasrah dan berharap dia akan segera keluar. Tak lama kemudian dengan satu sodokan yang dalam sampai penisnya menyentuh pintu rahimku dia pun berteriak-teriak kencang."OHH OHH Ibu cantik pake anting-anting OHH OHH CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT OHH OHH CUPP CUPP CUPP". Teriak Andi menyemprotkan sisa-sisa spermanya sebanyak 6 kali semprotan sambil bibirnya menciumi bibir dan anting-antingku."AHH sayang CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Teriakku mencapai orgasme.Kami pun saling mengatur nafas karena kelelahan yang amat sangat akibat persetubuhan tadi. Setelah nafas kami sama-sama teratur Andi pun mulai bicara padaku."Bu maaf ya kalo aku punya kelainan selama ini. Tapi biarpun begitu aku tetep sayang kok sama Ibu CUPP CUPP". Katanya meminta maaf sambil menciumi bibirku berkali-kali."Udah Ibu ngerti kok sayang kalo soal itu. Yang penting kamu harus bisa ngendaliin diri ya". Pesanku padanya."Bu, aku sayang sama Ibu". Katanya sambil memelukku erat-erat."Ibu juga sayang sama kamu Andi". Kataku membalas pelukannya.

bab 7

POV AndiIbuku R. Ay. Ratna KusumaningratPagi harinya di hari Sabtu, setelah shalat subuh, aku dan Ibu pun menyiapkan tas dan barang bawaan lain, aku dan Ibu pun berpamitan pada Widya, Sekar dan Mbok Yem. Ibu memberikan alasan bahwa kami akan pergi ke rumah Bulek Marni di Sleman, Yogyakarta yang tak lain adalah adik kandung Ibu supaya adik-adikku tidak curiga.Memang benar Ibu ada janji dengan Bulek Marni untuk mengantarkan pesanan jamu miliknya yang sudah dipesan sejak jauh-jauh hari. Namun Ibu tidak bilang kalo kami berdua akan menginap di Parangtritis. Kedua adikku hanya tahu bahwa kami berdua akan menginap di rumah Bulek Marni.Pagi itu Ibuku terlihat sangat cantik dengan rambut panjang digerai bebas dan memakai kemeja lengan panjang warna merah yang lumayan ketat menampilkan payudaranya yang montok dengan celana panjang model pensil warna hitam yang membuat pinggul seksinya tercetak jelas. Aku sendiri memakai kaos polo warna putih, celana jeans biru dan sepatu kets warna putih.Di dalam mobil sepanjang perjalanan aku dan Ibu pun banyak mengobrol mengenai rencana kami nanti."Bu, udah booking hotel buat nanti belum". Tanyaku pada Ibu."Udah sayang kamu tenang aja, Ibu udah booking hotel yang bagus buat kita nginep nanti". Jawab Ibu padaku dengan tersenyum manis."Nanti kalo ditanya sama Bulek Marni mau nginep dimana kita jawab apa Bu?" Tanyaku lagi."Bilang aja kita udah booking hotel di tempat lain soalnya gak mau ngerepotin Bulekmu itu". Jawab Ibuku lagi. Mendengar jawaban Ibu aku pun tidak bertanya lagi dan kembali fokus menyetir.Setelah menempuh 2 jam perjalanan akhirnya kami pun sampai di rumah Bulek Marni. Oh ya Ibuku sendiri anak ke 3 dari 5 bersaudara. Kedua kakak Ibuku Pakde Hartono dan Bude Susanti tinggal di Jakarta bersama keluarganya. Bude Marni adalah adik bungsu Ibuku. Diatas Bude Marni ada Paklek Hadi yang tinggal di Semarang."Tok tok tok, Assalamualaikum!" Seru Ibuku mengetuk pintu sambil mengucapkan salam."Waalakumsalam, eh Mbakyu, Andi kapan nyampenya?" Jawab Bulek Marni sambil membukakan pintu lalu bercipika cipiki dengan Ibu. Aku pun juga mencium tangan bulekku ini sebelum akhirnya kami berdua dipersilahkan masuk ke dalam rumah.Bulek Marni saat ini berusia 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 162 cm dan berat kurang lebih 60 kg. Walaupun tubuhnya lebih pendek dan kulitnya lebih gelap dari Ibuku namun dia memiliki wajah yang tak kalah cantik dengan payudara yang lebih besar sekitar 38B dan pinggul yang lebih seksi. Aku pun sampai menelan ludah menahan nafsu melihat kemontokan tubuh bulekku ini."Irman ayo salim dulu sama Bude Ratna sama Mas Andi juga". Perintah Bulek Marni pada anaknya."Bude, Mas Andi". Kata Irman sambil mencium tangan Ibu dan aku. Ibu memberikan tangannya sambil mengusap kepala Irman."Mas Andi, mau main PES gak di kamar, aku ada game baru lho". Tawar Irman padaku. Memang dari dulu aku cukup akrab dengan Irman, setiap kali bertemu pasti kami main game bareng. Dia memang punya banyak koleksi game online."Yowis nanti kita main bareng yo". Jawabku mengiyakan tawarannya."Irman, kamu ini bukannya tawarin Mas Andi sama Bude Ratna makan malah diajakin main game, mana belum mandi lagi kamu". Tegur Bulek Marni pada anaknya Irman."Iya Bunda, nanti aku juga mandi dulu kok sebelum main game". Kata Irman pada Bulek Marni."Yaudah mandi dulu gih kamu". Perintah Bulek Marni pada Irman. Dia pun pergi meninggalkan kami di ruang tamu untuk pergi mandi."Udahlah Mar, jangan marah-marah terus, lagian ini kan hari libur jadi ya gak apa-apa kalo dia mau santai dikit". Ujar Ibuku menenangkan Bulek Marni."Ponakanmu itu lho Mbakyu, kerjanya main game aja terus, jarang banget keliatan belajar beda sama kakaknya si Ayu". Keluh Bulek Marni pada Ibuku."Namanya juga anak-anak Mar, selama gak berpengaruh ke prestasi di sekolahnya ya gak apa-apa". Kata Ibuku dengan bijak.Oh ya aku lupa menjelaskan, Ayu adalah anak tertua Bulek Marni perempuan berusia 16 tahun. Kebetulan dia sedang tidak ada di rumah karena mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Dia memang anak yang cerdas dan aktif di kegiatan sekolahnya makanya dia sering tidak ada dirumah ketika hari Sabtu.Tak lama kemudian Irman pun sudah selesai mandi. Dia mengambil kue yang ada di kulkas dan minum susu untuk sarapan pagi ini. Setelah itu dia pun mengajakku main game di kamarnya. Aku pun pamit meninggalkan Ibu dan Bulek Marni yang masih asyik mengobrol di ruang keluarga.Di dalam kamar aku pun bermain beberapa jenis game seperti PES game lain-lain. Aku cukup senang dengan kepribadian Irman yang easy going dan enak diajak main. Hal ini dikarenakan aku tidak memiliki adik laki-laki jadi aku susah untuk punya teman seru-seruan dirumah. Andai saja Ibu punya anak lagi terlebih anak laki-laki pasti aku sangat senang bisa punya teman main.Setelah lebih dari 2 jam kami bermain, suara ketukan pun muncul dari pintu kamar. Rupanya Ibu pun memanggilku untuk pamit."Ndi, udahan gih mainnya sama Irman, nanti keburu siang lho". Perintah Ibuku dari balik pintu kamar."Iya Bu, ini juga udah mau selesai kok". Sahutku pada Ibu."Man, kita udahan dulu ya mainnya. Lain kali kalo ada waktu kita lanjut main lagi". Kataku pada Irman memohon pengertiannya."Ok Mas!" Katanya sambil memberikan simbol Ok di tangannya.Setelah mematikan game yang ada di kamar aku dan Irman pun keluar dari kamar. Setelah keluar kamar aku pun pamit pada Bulek Marni sedangkan Irman mencium tangan Ibuku. Selesai berpamitan aku dan Ibu akhirnya meninggalkan rumah Bulek Marni dan menuju Pantai Parangtritis di selatan Yogya.Setelah 40 menit berjalan akhirnya kami pun tiba di pantai Parangtritis tepatnya kami menginap di salah satu hotel yang terletak di dekat pinggir pantai. Hotel berkonsep back to nature memang sangat cocok menjadi tempat liburan di tengah-tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan. Kami pun turun dari mobil mengeluarkan barang-barang bawaan lalu langsung menuju resepsionis hotel untuk proses check in.Sampai di kamar setelah menaruh barang-barang aku pun langsung rebahan di atas kasur untuk istirahat sejenak. Melihat aku berbaring, Ibu pun juga ikut berbaring disebelahku."Akhirnya kita sampai juga ya Bu disini" kataku sambil memeluknya dari samping. Ibu pun hanya tersenyum sambil mengelus-elus rambutku pelan."Bu, aku kepengen nih, ayo dong sekarang". Ajakku pada Ibu."Hush, kamu nih udah gak tahan aja. Sabar toh kita sekarang makan siang dulu terus berenang di pantai. Nanti malem pas selesai makan malam baru deh kita main"."Yah Bu, kok harus nunggu sampe malem sih? Protesku pada Ibu."Ya kalo kamu gak mau ya mendingan kita pulang aja". Kata Ibuku sambil bangkit berdiri dari kasur. Melihat hal itu aku pun juga ikut bangun dan langsung memeluk Ibuku."Ya jangan gitu dong Bu, ok deh aku nurut sama Ibu, tapi janji ya ntar malem kita main sepuasnya". Bujukku pada Ibu."Nah gitu dong nurut sama Ibu. Yaudah sekarang kita cari makan siang dulu gih, abis itu kita ganti baju main di pantai". Kata Ibuku memelukku sebentar lalu melepaskanya dan mengajakku untuk makan siang.Siang itu aku dan Ibu pun makan di restoran hotel. Aku dan Ibu memesan nasi goreng seafood untuk mengisi perut kami. Karena kelaparan, aku makan dengan sangat lahap. Ibu pun tersenyum melihat aku makan dengan lahap.Selesai makan kami pun mengambil baju renang untuk berenang dan bersantai di pantai Parangtritis. Sore itu Ibu memakai bikini warna merah yang sangat seksi hingga payudara dan bokong seksinya terlihat menonjol dengan sempurna. Aku pun juga memakai celana renang warna merah namun karena agak ketat, kontolku pun jadi terlihat menonjol dibalik celana renang yang kupakai.Selama hampir 3 jam kami pun bermain di pantai. Kami saling bercanda bermain air bahkan bergulingan di atas pasir yang basah. Banyak pasang mata memperhatikan kami terutama wisatawan lokal, namun aku dan Ibu tidak peduli karena kami hanya ingin menghabiskan waktu berdua sore ini."Ndi, dari tadi banyak banget yang liatin kita, Ibu jadi risih nih, apalagi Bikini yang kamu beliin buat Ibu ini kelewat seksi, mereka jadi merhatiin Ibu terus". Kata Ibuku padaku saat kami duduk berdua diatas pasir pantai."Halah, yang ngeliatin kan kebanyakan wisatawan lokal Bu, kalo Bule kan cuek-cuek aja, toh mereka yang bikininya lebih seksi dari Ibu santai aja tuh". Kataku menenangkan Ibu. Mendengar itu, Ibu pun meletakkan kepalanya di dadaku sambil menyender.Selesai bermain-main di dan menyaksikan sunset pantai, kami pun pulang ke penginapan untuk mandi sore. Setelah mandi sore kami pun bersiap-siap untuk makan malam bersama. Malam itu Ibu memakai gaun warna hijau selutut yang cukup seksi dan rambut digerai bebas. Aku sendiri memakai kemeja lengan panjang warna hijau dan celana Chino warna khaki.Kami memilih restoran sea food tepat di pinggir pantai untuk makan malam. Menu-menu sea food yang dipesan Ibuku seperti ikan saos Padang, kepiting saos tiram dll begitu menggugah selera."Makan yang banyak ya, biar nanti malem bisa kuat sampe pagi". Kata Ibuku dengan senyum manis. Aku hanya mengangguk sambil dengan lahap menikmati hidangan yang ada di atas meja.Selesai makan aku dan Ibu pun tidak langsung ke hotel tapi kami berjalan-jalan di sekitar pantai sambil menikmati dinginnya udara malam. Setelah berjalan-jalan selama setengah jam, kami berdua pun memutuskan untuk kembali ke hotel.Sampai di kamar hotel, aku pun langsung mengunci pintu dan memeluk Ibuku erat-erat. Ibuku juga membalas pelukanku dengan tak kalah eratnya."Bu, aku kepengen "CUPP CUPP CUPP". Kataku sambil menciumi bibirnya dengan ganas."Iya sayang, Ibu juga udah kepengen banget dari tadi". Balas Ibu padaku.Aku pun langsung membuka pakaianku hingga telanjang bulat. Ibuku pun melepaskan gaunnya dan akhirnya kami pun sama-sama tak memakai sehelai benang pun. Kontolku yang berukuran 18 cm dengan diameter 4 cm mengacung tegak meminta untuk dipuaskan. Karena sudah tidak tahan, kudorong tubuh Ibuku hingga terlentang di atas ranjang lalu kami saling bercumbu satu sama lain.Aku pun menciumi wajah, leher, anting-anting lalu turun ke payudaranya yang montok itu. Setelah itu aku terus turun hingga ke memeknya yang kuhisap-hisap dengan kuat."SLURP SLURP SLURP!" Begitulah bunyi hisapan mulutku pada memek Ibuku."AHH sayang ayo terus isep tempik Ibu AHH AHH AHH!" Desah Ibuku sambil menikmati hisapanku.Setelah 10 menit kuhisap memeknya, Ibuku pun mulai menjambak rambutku dengan keras."AHH keluar nikmat AHH CREETT CREETT CREETT!" Teriak Ibuku mengeluarkan cairan orgasmenya menyirami mukaku.Aku pun memberikan kesempatan pada Ibu untuk menikmati orgasmenya sejenak. 5 menit kemudian aku pun bangkit lalu menyodorkan kontolku yang sudah sangat keras ke mulut Ibuku. Dia pun menyambutnya dan mulai menjilati kontolku."SLURP SLURP SLURP SLURP!" Begitulah Ibuku menghisap kontolku."AHH nikmat Bu, terus Bu AHH AHH!" Teriakku merem melek menahan nikmatnya hisapan mulut Ibuku.5 menit kemudian aku merasa akan keluar. Aku pun segera menarik kontolku dari mulutnya karena aku ingin mengeluarkan sperma di dalam rahimnya. Setelah menarik kontolku dari mulutnya aku membuka selangkangan Ibuku lalu menempelkan kontolku di bibir memeknya untuk dimasukkan."BLESS BLESS SREET SREET BLESS OHH OHH! Teriakku saat kontolku masuk ke dalam memeknya."AHH AHH pelan-pelan nak AHH AHH!" Desah Ibuku menahan sodokan kontolku pada memeknya.Aku pun mulai menyodok memek Ibuku dengam kecepatan sedang. Selama menyodoknya, aku pun menciumi bibir leher, anting-anting dan payudaranya yang montok."PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK!" Begitulah bunyi sodokan kontolku pada memeknya.15 menit dalam posisi misionaris, aku dan Ibu pun berganti posisi menjadi menungging alias doggie style. Di posisi ini aku pun bebas untuk menjelajahi punggung mulus Ibuku."PLAK PLOK PLAK PLOK!""OHH Bu nikmat Bu nikmat OHH OHH!" Teriakku sambil terus menyodok dan meremas pantat montoknya."AHH Andi AHH AHH!" Desahku menikmati sodokan kontolku dari belakang.15 menit, karena merasa klimaksku makin dekat, aku pun kembali ke posisi favoritku yaitu posisi misionaris. Kali ini aku menyodok Ibuku dengan kecepatan penuh. Aku ingin menuntaskan hasratku secepat mungkin pada kali ini. Kusodok memek Ibuku dalam-dalam hingga ujung kontolku menyentuh mulut rahimnya yang kenyal."OHH OHH OHH OHH OHH Ibu cantik pake anting-anting CUPP CUPP CUPP!" Desahku sambil menciumi bibir, leher dan anting-antingnya."AHH AHH Ndi, pelan-pelan nak, punya Ibu ngilu". Desah Ibuku sambil mengingatkanku.5 menit kemudian, aku pun sudah tidak tahan lagi. Kusodok memek Ibuku semakin dalam hingga membuat tubuh kami menempel ketat. Tak lama kemudian aku pun mencapai klimaks."OHH Bu, hamil Bu hamil OHH OHH OHH CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Teriakku sambil menyemprot-nyemprotkan spermaku ke dalam rahimnya sebanyak 15 kali semprotan."AHH AHH Ndi Ibu keluar sayang AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Desah Ibuku yang juga telah mencapai klimaksnya. Setelah itu tubuhku pun ambruk menindih tubuh Ibuku.Sembari mengatur nafas, aku menghabiskan waktu dengan menciumi leher Ibu yang putih mulus dan anting-anting emasnya yang cantik. Ibu yang juga sedang mengatur nafasnya membelai-belai rambutku dengan lembut. Setelah nafasnya mulai teratur, Ibu pun mulai bicara kepadaku."Gila kuat banget kamu Ndi, padahal tadi seharian main di pantai sama Ibu. Kata Ibuku dengan nada pelan dan nafas yang masih agak terengah-engah."Soalnya tadi kan aku makan banyak Bu, makanya tenagaku jadi keiisi penuh lagi". Kataku pada Ibu."Yaudah kalo gitu lepasin dong burung kamu dari punya Ibu. Berat tau badan kamu". Pinta Ibu padaku. Aku pun menurutinya lalu berbaring di samping Ibuku.Kami pun beristirahat sebentar dengan mengobrol mesra lalu buang air kecil dan membersihkan badan sekenanya. 30 menit kemudian, nafsuku pun timbul lagi pada Ibu. Aku pun langsung berbalik badan menindih tubuhnya lalu membuka selangkangannya."Bu, aku mau lagi". Kataku sambil mengelus-elus kontolku yang sudah mengacung tegak."Ihh kamu nih, hiperseks banget sih jadi anak". Kata Ibuku sambil mencubit hidungku pelan."AHH pokoknya aku mau sekarang Bu AHH AHH". Kataku sambil menggesek-gesekkan kontolku pada bibir memeknya."AHH sayang pelan-pelan, punya Ibu masih kering. Kamu bikin basah dulu ya". Pinta Ibuku yang juga sudah bernafsu.Aku pun kembali mencumbunya dengan menciumi seluruh wajahnya mulai dari kening, kedua pipinya, bibirnya yang seksi, sepasang anting-anting emas indah miliknya, lalu turun ke lehernya yang putih mulus. Setelah itu aku pun turun menciumi kedua payudaranya yang super montok sambil memainkan putingnya. Ibuku mendesah ketika aku memainkan kedua payudaranya.Puas memainkan payudaranya, aku pun turun menciumi perutnya yang seksi lalu lanjut dengan menghisap-hisap memek Ibuku. Desahan Ibuku pun makin kuat dan tangannya mulai menjambak-jambak rambutku. Tak lama kemudian akhirnya "AHH AHH AHH CREETT CREETT CREETT!" Ibuku pun mencapai klimaks menyirami wajahku.Setelah memberikan waktu istirahat sejenak pada Ibu, aku pun naik ke atas tubuh Ibuku membuka selangkangannya. Ibuku pun hanya bisa tidur terlentang sambil menatapku dengan pasrah."BLESS SREET BLESS SREET BLESS SREET". Begitulah bunyi kontolku saat masuk ke dalam memek Ibu."AHH AHH Ndi pelan sayang AHH AHH AHH!" Begitulah bunyi desahan Ibuku saat kusodok memeknya dengan kencang.Di ronde kedua ini, aku dan Ibu melakukan banyak variasi gaya. Mulai dari misionaris, gaya pangku, gaya miring, bahkan sampai gaya berdiri. Semua kami lakukan dengan penuh gairah. Pada putaran terakhir, aku dan Ibu melakukan gaya doggie style. Dengan gaya ini aku bebas meremas pantat semok Ibuku dan menciumi punggungnya yang mulus."PLAK PLOK PLAK PLOK!" Begitulah teriakanku saat menyodok Ibuku dengan kecepatan penuh."OHH OHH OHH OHH OHH!" Aku pun berteriak-teriak menahan nikmat akibat jepitan memeknya yang sangat peret itu.Aku pun terus menyodok memek Ibuku. Karena gemas aku pun memukul pantatnya hingga memerah."PLAK PLAK PLAK PLAK!" Tanganku memukul pantat Ibuku yang semok."AHH Ndi, sakit Ndi sakit AHH AHH AHH!" Protes Ibuku yang tidak begitu kuhiraukan.5 menit kemudian, aku merasa spermaku sudah hampir sampai di ujung kontolku. Aku pun menyodoknya habis-habisan sampai kontolku menyentuh mulut rahimnya. Saat akan klimaks, aku memasukkan kontolku dalam-dalam hingga menyentuh mulut rahimnya lalu mulutku pun menggigit pundaknya hingga meninggalkan bekas memerah dan akhirnya;OHH OHH OHH OHH CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Aku pun menyemprotkan spermaku sebanyak 12 kali semprotan jauh menyerang mulut rahimnya."AHH AHH AHH Ndi Ibu keluar nak AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Ibuku pun berteriak-teriak mencapai klimaksnya.Setelah mengatur nafas, aku pun mencabut kontolku dari dalam memeknya lalu kami tidur berbaring menyamping saling berhadapan satu sama lain. Saat itu waktu menunjukkan pukul 12 malam."Ndi, tadi kamu kok mukulin pantat Ibu keras banget, sakit tau!" Ujar Ibuku sedikit marah melihat kelakuanku tadi."Maaf Bu, tadi aku kelewat nafsu makanya agak lepas kendali, lagian pantat Ibu semok sih, aku kan jadi gak tahan hehehehe". Jawabku sambil memeluknya dan tertawa kecil. Karena kelelahan akhirnya kami pun tertidur sambil berpelukan.Sekitar jam 2 malam aku pun terbangun. Karena merasa kantung kemihku penuh, aku pun pergi ke kamar mandi untuk kencing melepaskan hajatku. Setelah selesai kencing aku pun kembali ke ranjang untuk tidur kembali. Saat membuka selimut, aku melihat Ibu tidur terlentang tanpa sehelai benang pun. Melihat itu sontak nafsuku pun muncul kembali dan kontolku pun mengacung keras.Kusingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya lalu kunaiki tubuh Ibuku. Saat kubuka selimutnya, terlihatlah tubuh putih montok Ibuku yang sangat menggoda. Aku pun meraba selangkangannya sebentar. Ternyata memek Ibuku masih lumayan basah akibat persetubuhannya denganku tadi, mungkin karena kelelahan Ibuku tidak sempat membersihkan memeknya dan langsung tertidur pulas.Saat aku memasukkan kontolku ke dalam memeknya kulihat Ibuku masih tertidur pulas. Aku pun jadi tambah bersemangat menggenjot memeknya."Ibu cantik banget pake anting-anting CUPP CUPP OHH OHH OHH!" Desahku sambil menciumi anting-antingnya."PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK!" Begitulah bunyi sodokan kontolku pada memeknya.Selama menggenjotnya kulihat Ibuku memejamkan matanya, entah dia sedang terbangun atau tidak tapi aku tetap menggenjotnya dengan keras.20 menit sudah aku menggenjot Ibuku. Tak terasa spermaku pun sudah mau keluar. Aku pun semakin menggila menyodok memeknya dengan keras dan dalam sampai menyentuh mulut rahimnya."PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK!""OHH OHH OHH OHH OHH OHH OHH OHH Bu nikmat Bu OHH OHH OHH!" Teriakku sambil menyodok memeknya dengan nikmat.5 menit kemudian, aku pun merasa akan keluar. Kusodokkan kontolku dalam-dalam hingga menyentuh mulut rahimnya sampai akhirnya;OHH OHH hamil Bu, Ibu hamil OHH OHH OHH CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Kusemprotkan spermaku sebanyak 9 kali semprotan menembak-nembak mulut rahimnya. Rasanya sungguh nikmat sekali."AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Ibuku pun juga keluar namun teriakannya sangat pelan hampir tak terdengar.Aku pun ambruk menindih tubuh Ibu. Kujilati lehernya yang putih mulus dan anting-anting emasnya. Sungguh nikmat sekali rasanya malam ini. Karena saking kelelahannya aku pun tertidur dalam posisi kontolku masih menancap di memek Ibuku.Pagi harinya saat aku terbangun, kulihat Ibu sedang berdandan di meja rias dengan hanya memakai handuk. Ibu menoleh kepadaku sambil tersenyum melihatku."Eh udah bangun jagoan Ibu". Katanya sambil tersenyum manis."Mandi dulu gih sana, abis itu kita jalan-jalan lagi kayak kemaren". Perintah Ibu padaku. Aku pun hanya mengangguk lalu mengambil handuk dan pergi mandi.Selesai mandi dan berpakaian, aku dan Ibu pun pergi keluar kamar untuk sarapan. Pagi itu aku memakai kaos oblong putih dan celana pantai sementara Ibu memakai baju tanpa lengan warna hitam dan celana pendek sepaha. Pagi itu kami sarapan dengan roti sandwich isi tuna dan jus jeruk.Setelah sarapan aku dan Ibu pun langsung menuju pantai dan bermain-main disana. Kami berjalan-jalan di pinggir pantai sambil sesekali duduk menikmati indahnya pantai Parangtritis. Tak lupa kami juga membeli oleh-oleh yang dijual di sepanjang pantai Parangtritis.Saat hari sudah siang, kami tidak lagi makan di hotel tapi kami mencari restoran yang ada di sekitar pantai Parangtritis. Akhirnya aku dan Ibu makan di restoran seafood yang letaknya tak jauh dari hotel tempat kami menginap. Saat itu kami memesan ikan bakar ukuran besar dan udang asam manis. Rasa hidangan siang itu sangat lezat cukup untuk mengisi perut kami yang sudah kelaparan.Setelah makan siang aku dan Ibu kembali berjalan-jalan untuk berbelanja oleh-oleh. Kami membeli makanan Snack, baju dan celana khas pantai, aksesoris seperti gelang, kalung dan anting-anting etnik untuk Ibu. Siang itu kami puaskan hasrat belanja kami hingga menjelang sore.Setelah selesai berbelanja, karena hari sudah sore aku dan Ibu pun memutuskan untuk kembali ke hotel karena sebelum Maghrib kami berencana chek out dan pulang ke Solo.Setelah beres-beres barang aku pun mengajak Ibu untuk bercinta sekali lagi sebelum pulang."Bu, kita main dulu yuk sebelum pulang". Kataku sambil memeluknya dari belakang."Aduh nanti kita kemaleman sampe rumahnya". Ujar Ibuku menolak ajakanku."Sekali aja kok Bu, aku udah gak tahan banget ini CUPP CUPP CUPP!" Bujukku sambil menciumi tengkuk lehernya.Karena aku terus merangsangnya, akhirnya Ibu pun pasrah dan menuruti kemauanku.Kulucuti semua pakaian Ibu begitu juga pakaianku hingga kami sama-sama telanjang bulat. Aku pun mendorong tubuhnya hingga terlentang di kasur. Aku pun menjilati seluruh tubuhnya termasuk payudaranya yang montok dan memeknya yang sempit itu. Kuhisap-hisap dan kujilati memeknya hingga dia berteriak-teriak nikmat.AHH AHH terus nak AHH AHH AHH!" Begitulah desahan Ibuku menahan nikmatnya hisapan mulutku pada memeknya.Tak lama kemudian, Ibu pun menjambak rambutku dengan keras, aku pun maklum kalo Ibuku sebentar lagi orgasme."AHH AHH AHH AHH Ibu keluar sayang AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Keluarlah cairan orgasme Ibuku menyirami wajahku. Aku pun menjilati cairan orgasmenya yang agak asin itu sampai bersih.Setelah memberikan Ibu waktu istirahat sejenak untuk mengatur nafasnya, aku pun naik ke atas ranjang dan menyodorkan kontolku ke mulutnya.


 Ibu yang sudah tahu apa yang harus dilakukan lalu mengulum dan mengocok-ngocok kontolku yang sudah sangat keras ini."SLURP SLURP SLURP SLURP!" Ibuku menghisap kontolku dengan nikmat


.5 menit kemudian aku pun mencabut kontolku dari mulut Ibuku. Kuturunkan selangkanganku sejajar dengan pinggulnya lalu kuarahkan kontolku yang sudah mengacung tegak ke bibir memeknya. Dengan beberapa kali tusukan akhirnya amblaslah kontolku masuk ke dalam memeknya."BLESS SREET BLESS SREET BLESS SREET!""OHH nikmat Bu enak OHH OHH OHH OHH!" Teriakku menahan nikmat.Aku pun langsung menggenjot dengan cepat. Kuciumi wajah, leher, anting-anting lalu turun ke payudaranya yang montok dan perutnya yang mulus. Aku menggenjotnya dengan kesetanan sampai Ibuku merintih-rintih."PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK PLAK PLOK!" Begitulah bunyi sodokan kontolku pada memek Ibuku."AHH AHH pelan-pelan Andi, punya Ibu ngilu nak AHH AHH AHH!""OHH OHH OHH Ibu cantik seksi pake anting-anting, aku gak tahan Bu! CUPP CUPP OHH OHH OHH!" Kataku terus menyodoknya sambil menciumi anting-anting emas Ibuku yang indah.20 menit sudah berlalu, spermaku sudah terasa ingin keluar dari ujung kontolku. Aku pun semakin kesetanan menyodok memek Ibuku.OHH Bu, aku mau keluar OHH OHH OHH aku mau hamilin Ibu OHH OHH!"AHH AHH AHH iya nak, ayo buahin Ibu AHH AHH!" Tolak Ibuku."OHH OHH OHH Bu, aku mau buahin Ibu pake spermaku, ini dia OHH OHH OHH CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Kusemprotkan spermaku sebanyak 8 kali semprotan menembak-nembak pintu rahimnya."AHH AHH Ibu nyampe nak AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT! Ibuku pun juga teriak mencapai orgasmenya. Karena kelelahan aku pun ambruk menimpa tubuh Ibuku.Sembari mengatur nafasnya, aku pun menciumi seluruh wajah Ibuku termasuk leher dan anting-antingnya. Setelah nafasnya mulai teratur, Ibu pun mulai bicara."Udahan ya Ndi, Ibu mau mandi sekarang, biar kita pulangnya gak kemaleman". Pinta Ibu padaku."Sebentar ah, aku masih pengen mainin anting-anting Ibu dulu". Kataku sambil memainkan anting-anting cantik di kedua telinganya."Aduh kamu ini, yaudah tapi sebentar aja mainin anting-antingnya, abis itu Ibu mau mandi". Kata Ibuku menuruti permintaanku sambil mengusap-usap rambutku dengan lembut.Setelah 10 menit aku memainkan anting-anting emas Ibuku dan menciumi lehernya yang putih mulus, kontolku yang masih bersarang di memeknya rupanya kembali mengeras. Ibuku pun mulai bicara."Tuh kan Andi, burung kamu jadi_ngeres_lagi gara-gara mainin anting-anting Ibu, udah ya dilepas, Ibu mau mandi". Pinta Ibuku dengan agak memelas."Bu, kita mandi bareng aja yuk". Pintaku pada Ibu."Pasti kamu mau garap Ibu lagi". Tebak Ibuku."Ayolah Bu sekali lagi, aku udah gak tahan, sekarang kita berdiri ya, tapi jangan sampe lepas". Pintaku padanya sambil memapah tubuh kami berdua ke kamar mandi.Akhirnya kami pun berdiri tanpa melepaskan pelukan masing-masing, selama berjalan dari tempat tidur ke kamar mandi, kami berdua saling berciuman mesra. Setelah sampai di kamar mandi, aku pun menyalakan shower menyirami tubuh kami berdua hingga basah. Setelah itu aku menidurkan tubuh Ibu di bak jacuzzi dan mulai menggenjotnya kembali


.Aku menggenjot Ibu di bak jacuzzi selama hampir 10 menit. Setelah itu aku pun membopong Ibu dari bak jacuzzi lalu berpindah tiduran di lantai kamar mandi. Segera kusodok kembali memek Ibuku dengan kecepatan penuh. Setelah 10 menit menggenjot memeknya, aku pun merasa akan kembali keluar."OHH OHH OHH aku keluar lagi OHH OHH CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT CROOT!" Kusemprotkan spermaku sebanyak 6 kali semprotan menyerbu pintu rahimnya.

"AHH AHH AHH CREETT CREETT CREETT CREETT CREETT!" Ibuku pun menggapai orgasmenya dengan berteriak kuat. Setelah itu aku pun ambruk menindih tubuh montoknya."Ahh aku puas Bu, aku puas banget CUPP CUPP CUPP CUPP!" Kataku sambil menciumi wajahnya dan memeluknya erat erat."Iya sayang, Ibu juga puas sama kamu"."Ayo Bu kita mandi sekarang". Pintaku pada Ibu. Mendengar permintaanku Ibuku pun mengangguk pelan lalu kami bangkit dari lantai kamar mandi untuk mandi bersama.Setelah selesai mandi bersama sekitar jam 5 sore, aku dan Ibu pun langsung berpakaian dan membereskan pakaian kotor kami. Setelah selesai beres-beres kami pun keluar dari kamar hotel untuk check out dan pulang ke Solo. Setelah selesai proses check out, aku pun memasukkan barang-barang kami ke mobil sedangkan Ibu langsung masuk ke dalam mobil.Selesai memasukkan barang akhirnya aku masuk dan menyalakan mesin mobil lalu keluar dari hotel melanjutkan perjalanan pulang ke Solo. Sepanjang jalan kulihat Ibu tertidur pulas, mungkin karena permainan yang melelahkan tadi membuat Ibu begitu kecapean hingga tertidur selama perjalanan pulang. Ketika sampai di Solo sekitar pukul 7 malam aku pun meminggirkan mobil sebentar untuk membeli makan malam di warung kaki lima di pinggir jalan.

bab 8 end

Satu Bulan Kemudian


POV AmbarAmbar Tjokrowardoyo


Sudah beberapa bulan ini aku menjalin hubungan dengan Andi. Walaupun dari luar dia terlihat misterius dan agak tertutup namun pada dasarnya dia adalah anak yang ramah dan cerdas. Aku pun mulai jatuh hati padanya. Namun sebagai perempuan aku masih menunggu apakah dia benar-benar menyukaiku atau hanya ingin menganggapku sebagai temannya.Malam minggu di bulan Desember, Andi mengajakku makan malam. Aku pun mengiyakan ajakannya dengan senang hati. Setelah berdandan pada rapi tepat pada pukul 7 malam Andi pun datang dengan motornya untuk menjemputmu makan malam."Ma, aku pergi dulu ya". Pintaku pada Mama sambil berdiri di depan pintu yang sudah terbuka."Mau kemana malem Minggu begini Cah Ayu?" Tanya Mamaku."Aku mau jalan dulu sama Andi". Jawabku pada Mama."Aduh aduh, anak Mama lagi kasmaran ya ceritanya hihihi!" Tawa Mamaku pelan."Udah Mama nih godain aku terus deh. Aku pergi dulu ya sekarang". Ujarku sambil tersipu malu.Tak lama kemudian Andi pun turun dari motornya lalu menghampiri Mamaku."Assalamualaikum Tante". Ujar Andi sambil mencium tangan Mama."Waalakumsalam, eh nak Andi mau kemana malem Minggu gini sama Ambar?" Tanya Mamaku pada Andi."Ini kita mau makan bareng Tante". Jawab Andi pada Mama."Yaudah boleh tapi nanti pulangnya jangan malem-malem ya, soalnya lagi musim begal sekarang". Terang Mamaku memberi izin sambil mengingatkan pada kami soal banyaknya musim begal akhir-akhir ini di Kota Solo."Iya Ma, tenang aja kita gak malem-malem banget kok pulangnya". Kataku padanya. Setelah mendapatkan izin aku dan Andi pun mencium tangan Mama lalu pergi makan malam dengan motor Andi.Setelah berjalan setengah jam akhirnya kami sampai di sebuah restoran steak yang cukup terkenal di Kota Solo. Setelah mendapat tempat duduk kami berdua pun memesan makanan. Selesai memesan sembari menunggu makanan datang kami berdua pun mengobrol satu sama lain. Ya kebanyakan sih soal nostalgia masa SMA.Tak lama kemudian pesanan makanan kami pun datang. Karena sudah sama-sama lapar akhirnya kami pun menyantap hidangan steak daging itu dengan lahap.Setelah hampir menyelesaikan makanan kami tiba-tiba Andi pun berkata."Mbar, aku mau ngomong sama kamu"."Iya Ndi kamu mau ngomong apa?" Tanyaku pada Andi."Aku pengen kita lebih serius Mbar". Andi pun mulai mengutarakan perasaannya padaku."Maksudnya?" Tanyaku tetap berusaha tenang walau hatiku sudah mulai deg-degan."Aku mau kita jadian". Kata Andi sambil memegang tanganku."Deg". aku pun terdiam sejenak. Walaupun aku sudah menduga hal ini akan terjadi, namun tetap saja aku merasa deg-degan. Aku pun menjawab tembakannya padaku."Iya Ndi, aku mau jadian sama kamu". Kataku pelan sambil agak tertunduk karena malu-malu."Makasih ya sayang". Kata Andi sambil mengusap pipiku dengan lembut.Setelah selesai makan, kami pun tidak langsung pulang dulu, tapi kami bermain-main dulu di taman kota. Saat duduk di taman aku pun mulai membuka percakapan."Enak ya malem-malem gini main ke taman. Aku jadi inget dulu suka main kesini bareng temen-temen SMA dulu". Kataku padanya. Memang semasa SMA dulu aku suka main kesini bersama teman-temanku. Namun hari ini suasananya beda. Aku main kesini bersama seorang laki-laki yang sangat kucintai dan baru saja menyatakan perasaannya satu jam yang lalu."Tapi sekarang kamu main kesini barengan sama aku, pasti suasananya beda kan". Ujar Andi padaku sambil tersenyum. Aku pun hanya menjawabnya dengan senyuman. Tak lama kemudian wajah kami semakin lama semakin dekat dan akhirnya "CUPP CUPP" kedua bibir kami pun saling bertemu dan berpelukan tubuh satu sama lain.


POV Ratna

Malam Minggu ini aku hanya berdua saja dengan anak bungsuku Sekar yang sudah tidur. Widya yang sudah beranjak SMA tadi izin pergi bersama teman-temannya sementara Andi izin pergi dengan Ambar anak dari Jeung Riana sahabatku sesama pengusaha jamu. Suamiku sendiri sedang keluar kota meninjau proyek. Saat sedang mencuci piring di dapur tiba-tiba aku merasa mual lalu muntah-muntah di wastafel dapur."Hoek Hoek Hoek Hoek Hoek!" Kukeluarkan isi perutku di wastafel dapur"Ah kenapa aku ini? Kenapa rasanya badanku pusing dan mual-mual ya?""Oh Aku sudah telat datang bulan 2 minggu, apa aku hamil ya?" Tanyaku pada diri sendiri dengan gusar.Akhirnya kuberanikan diri untuk mengambil test pack yang ada di laci kamarku. Aku pun coba mengetes urineku di toilet. Setelah mengetes urineku dengan 3 test pack yang aku punya, aku pun kaget setengah mati. AKU POSITIF HAMIL! Semua test pack yang aku coba menunjukkan tanda plus alias positif.


"Ya ampun siapa ayah dari anak ini?" Suamiku walaupun belakangan ini hubungan kami agak mendingin, tapi dia masih menyetubuhiku walaupun frekuensinya sudah mulai jarang, sedangkan dengan Andi aku sudah seperti kecanduan melakukan seks dengannya. Terakhir yang paling berkesan saat kami merayakan ulang tahunnya di pantai Parangtritis sebulan yang lalu.Aku pun menangis terisak-isak mengetahui aku hamil anaknya Andi,benih dari anakku sendiri. Aku ingat bahwa dulu aku ada kesempatan untuk bertaubat untuk mengakhiri semua ini dengan mengikuti pengajian dan mulai memakai jilbab. Namun bujuk rayu Andi membuat aku lupa dengan keinginanku untuk bertaubat dan kembali terlena dengan permainan incest ini.Akibatnya aku harus menanggung anak hasil hubunganku dengan Andi. "Ya Allah maafkan hambamu yang penuh dosa ini Hiks hiks hiks". Kataku sambil menangis tersedu-sedu. Setelah selesai menangis di kamar mandi aku pun keluar dari situ lalu pergi menuju ranjangku. Sebelum tidur aku pun merenung sejenak. "Mungkin saat ini aku harus merelakan diri untuk jadi pemuas nafsu anakku.Namun aku bertekad setelah dia menikah aku tidak ingin hal ini terulang lagi karena aku memikirkan perasaan istri Andi kelak bagaimana jika dia tahu bahwa suaminya pernah melakukan incest dengan Ibu kandungnya sendiri. Anak yang sudah terlanjur ada di kandunganku saat ini akan aku rawat sebaik mungkin.

Parts: 8Font size: 18

Comentarios